rest area ini bukan cuma tempat istirahat ada galeri budaya sampai raih rekor muri - News | Good News From Indonesia 2026

Rest Area Ini Bukan Cuma Tempat Istirahat! Ada Galeri Budaya, sampai Raih Rekor MURI

Rest Area Ini Bukan Cuma Tempat Istirahat! Ada Galeri Budaya, sampai Raih Rekor MURI
images info

Rest Area/wikipedia


Rest area di jalan tol kini tak hanya berfungsi sebagai tempat pengguna jalan melepas lelah. Di Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat), sebuah inovasi menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengguna jalan.

PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya, PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), menghadirkan Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99. Kehadiran fasilitas ini membuat pengguna jalan tidak hanya dapat beristirahat, tetapi juga mengenal kekayaan budaya Sumatera Utara.

Inovasi tersebut bahkan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya.

Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Hamdani mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi pelayanan bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Muri yang telah memberikan penghargaan ini sehingga Hutama Karya mendapatkan pengakuan atas hasil kinerja selama ini. Kami yakin pencapaian ini terjadi karena adanya sinergi dan kerjasama antar semua pihak,” ujar Hamdani.

Bukan Sekadar Tempat Beristirahat

Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin mengatakan Galeri Budaya di TIP KM 99 sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar tempat singgah.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam sehingga potensi tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk pengguna jalan yang melintas di Tol Kutepat.

“Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari situlah Galeri Budaya ini kami hadirkan,” ucap Dindin.

Ia menambahkan, keberadaan galeri tersebut diharapkan mampu menjadikan perjalanan pengguna jalan memiliki pengalaman baru.

“Kami ingin Tempat Istirahat dan Pelayanan di KM 99 tidak hanya menjadi ruang bagi pengguna jalan untuk berhenti dan beristirahat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal, menikmati, dan membawa pulang cerita tentang kekayaan suku dan budaya Sumatera,” lanjutnya.

Dalam proses pembangunannya, Hamawas menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial di Sumatera Utara.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mengintegrasikan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam pengalaman perjalanan pengguna jalan tol. Dengan konsep ini, rest area tidak hanya menjadi fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga ruang edukasi dan pengenalan budaya daerah.

Kenalkan Suku, Artefak hingga Cerita Rakyat

Galeri Budaya di TIP KM 99 menghadirkan sejumlah ruang yang memperkenalkan keberagaman budaya Sumatera Utara. Salah satunya adalah Galeri Singgah Daya yang menampilkan panel infografis mengenai berbagai suku dan budaya.

Pengunjung juga dapat melihat artefak, alat musik tradisional, hingga informasi mengenai rumah adat. Berbagai materi tersebut dikemas agar mudah dinikmati oleh pengguna jalan dari berbagai kalangan.

Selain itu, terdapat Main Exhibition yang menghadirkan cerita rakyat dari Kabupaten Batu Bara. Pengunjung juga dapat menikmati zona Media Interaktif yang menyediakan permainan edukatif, termasuk permainan memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin.

Tidak berhenti pada aspek edukasi, keberadaan Galeri Budaya juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat Tulus Abadi menilai konsep tersebut dapat menjadi contoh bagi badan usaha jalan tol lainnya untuk menghadirkan inovasi pelayanan dengan mengangkat potensi daerah.

“Sentuhan budaya yang dihadirkan melalui Galeri Budaya ini menjadi sebuah ciri khas yang kreatif dan memberikan nilai tambah bagi Rest Area KM 99,” ujar Tulus.

Menurutnya, konsep serupa dapat dikembangkan oleh badan usaha jalan tol lainnya dengan menyesuaikan karakteristik serta kearifan lokal di wilayah masing-masing.

Dengan hadirnya Galeri Budaya, TIP KM 99 diharapkan bukan hanya menjadi tempat singgah sementara. Fasilitas ini juga dapat menjadi ruang edukasi dan interaksi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sekaligus mengapresiasi keberagaman budaya Sumatera Utara.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa perjalanan di jalan tol ternyata bisa menawarkan pengalaman yang lebih luas. Pengguna jalan dapat beristirahat, menikmati fasilitas, sekaligus mengenal cerita dan kekayaan budaya daerah yang mereka lewati.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.