penguatan kapasitas ekonomi pedesaan mahasiswa kkn ipb university inisiasi edukasi literasi keuangan dan pojok kur di leuwiliang - News | Good News From Indonesia 2026

Penguatan Kapasitas Ekonomi Pedesaan: Mahasiswa KKN IPB University Edukasi Literasi Keuangan dan "Pojok KUR" di Leuwiliang

Penguatan Kapasitas Ekonomi Pedesaan: Mahasiswa KKN IPB University Edukasi Literasi Keuangan dan "Pojok KUR" di Leuwiliang
images info

Kegiatan "Pojok KUR"


Keterbatasan aksesibilitas terhadap instrumen pembiayaan formal (financial inclusion gap) serta belum optimalnya literasi finansial kerap menjadi hambatan struktural dalam pengembangan iklim agribisnis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan.

Merespons dinamika tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University menyelenggarakan intervensi terpadu berbasis edukasi dan fasilitasi finansial di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah IV, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang.

Hal ini diharapkan agar keterbatasan dan ketidaktahuan yang dimiliki oleh pelaku UMKM dapat terbantu dengan hadirnya program kerja ini.

Rangkaian kegiatan ini dirancang melalui dua pilar strategis, yaitu program Literasi Keuangan dan layanan pendampingan "Pojok KUR", sebagai instrumen akselerasi inklusi keuangan bagi pelaku sektor riil pedesaan.

baca juga

Edukasi Literasi Keuangan Sektor Pertanian dan UMKM

Pada tanggal 8–9 Agustus 2026, dilaksanakan sosialisasi literasi keuangan yang melibatkan 73 peserta dari kalangan petani serta pelaku UMKM lokal.

Kegiatan interaktif ini menghadirkan narasumber dari institusi perbankan dan lembaga pelatihan pemerintah guna memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola keuangan berbasis risiko dan manajemen permodalan:

  • Sesi Hari Pertama (8 Agustus 2026): Perwakilan Bank BRI menyampaikan materi mengenai struktur, kriteria eligibilitas, serta mekanisme pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan produktif skala mikro kepada puluhan masyarakat desa yang hadir di aula Badan Penyuluh Pertanian.

  • Sesi Hari Kedua (9 Agustus 2026): Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi memaparkan strategi pengelolaan arus kas (cash flow management) usaha tani serta urgensi kelembagaan ekonomi rakyat yang adaptif.

Dokumentasi: PDD KKNT IPB Bogor Kab 41
info gambar

Dokumentasi: PDD KKNT IPB Bogor Kab 41


Akselerasi Inklusi melalui Operasionalisasi "Pojok KUR"

Sebagai bentuk implementasi teknis dari sesi edukasi, tim KKNT IPB University memfasilitasi pendampingan langsung melalui program Pojok KUR yang beroperasi pada 4–13 Agustus 2026 di BPP Wilayah IV Leuwiliang. Sebelumnya mahasiswa KKNT IPB melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga RW08.

Aktivitas tersebut bermitra strategis dengan Bank Mandiri serta Badan Penyuluh Pertanian Desa Leuwiliang, memberikan pendampingan end-to-end bagi 36 petani sasaran yang mencakup:

  1. Inkorporasi Perbankan Formal: Penyelenggaraan prosedur pembukaan rekening tabungan secara kolektif untuk mendorong integrasi pelaku usaha ke dalam sistem keuangan terintegrasi. Hal ini diharapkan agar pelaku usaha dapat menyimpan tabungan keuangan dengan lebih aman dan terpercaya.

  • Modernisasi Transaksi (Fintech Adoption): Fasilitasi pendaftaran dan edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna efisiensi transaksi penjualan produk yang dijual. Hal ini diharapkan agar pelaku usaha dapat meningkatkan nilai penjualan, melihat saat ini sudah lebih banyak orang yang berbelanja melalui QRIS dan cashless.

  • Asistensi Pengajuan Kredit: Pendampingan kelengkapan berkas administrasi dan tata cara pengajuan insentif KUR secara terstruktur. Hal ini dapat menunjang kebutuhan ekonomi dalam persiapan modal usaha yang akan dilakukan.

  • baca juga

    Implikasi Pengabdian terhadap Kemandirian Ekonomi Pedesaan

    Sinergi antara penguatan wawasan dan kemudahan akses perbankan ini menjadi pendekatan partisipatif yang efektif untuk mereduksi ketergantungan masyarakat pada sektor keuangan informal.

    Melalui integrasi program ini, KKN IPB University mempertegas peran akademisi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan di Kecamatan Leuwiliang.

     

     

     

    Penulis: Aldi Raenaldi dan Alya Hafshahri Ratu Irwisysa

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

    AI
    KG
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.