Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University 2026 melaksanakan program SIGAP (Siaga Pengendalian Hama Padi) dan Smart Tani-Digitani di Balai Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Desa Kalijoyo serta 87 petani yang berasal dari Kelompok Tani Sabar Makmur dan Sriwijaya. Program tersebut merupakan salah satu upaya mahasiswa KKNT Inovasi IPB dalam mendukung pengembangan sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di tingkat desa.
Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan serangan hama yang kerap dihadapi petani, terutama hama wereng yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen padi. Selama ini, sebagian petani masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan serangan hama.
Namun, penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus tidak hanya membutuhkan biaya yang cukup besar, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti menurunnya kualitas tanah, pencemaran air, serta terganggunya keseimbangan ekosistem pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman, mudah diterapkan, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian pestisida nabati, metode pembuatan, tata cara penggunaan, serta kelebihan dan kekurangannya dibandingkan pestisida kimia. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami manfaat penggunaan bahan alami sebagai sarana pengendalian hama. Selain itu, sesi diskusi juga dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada petani menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka hadapi selama proses budidaya tanaman.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pestisida nabati secara langsung menggunakan bahan-bahan alami berupa daun pepaya dan serai yang dihaluskan sebagai bahan utama. Pemilihan bahan tersebut didasarkan pada kemudahan memperoleh bahan di lingkungan sekitar desa serta kandungan alami yang dapat membantu mengendalikan hama tanaman.
Melalui demonstrasi ini, para petani tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung tahapan pembuatan pestisida nabati sehingga diharapkan mampu mempraktikkannya secara mandiri di lahan pertanian masing-masing.
Selain memperkenalkan pestisida nabati, mahasiswa KKNT Inovasi IPB juga mengenalkan aplikasi IPB-Digitani melalui program Smart Tani-Digitani. Aplikasi ini merupakan inovasi berbasis teknologi yang memberikan fasilitas bagi petani untuk memperoleh informasi dan melakukan konsultasi terkait berbagai permasalahan pertanian dengan para pakar di bidangnya.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur yang tersedia, termasuk Forum Tani yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan berbagi pengalaman antarpetani dari berbagai daerah. Dengan adanya aplikasi tersebut, petani diharapkan dapat memperoleh akses informasi yang lebih luas dan cepat sehingga mampu mendukung proses pengambilan keputusan dalam kegiatan budidaya pertanian.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, baik saat sesi pemaparan materi maupun demonstrasi praktik. Para petani aktif mengajukan pertanyaan terkait efektivitas pestisida nabati, cara penggunaan yang tepat, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan pertanian.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan benih Padi 9G dari IPB serta produk bioinsektisida Symbion Wish yang diperoleh melalui kerja sama tim KKNT Inovasi IPB dengan CV. WiSH Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan pertanian ramah lingkungan. Penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi petani untuk mulai menerapkan teknologi dan inovasi yang telah diperkenalkan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan petani Desa Kalijoyo dapat memperoleh alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan serta memanfaatkan teknologi pertanian digital untuk mendukung akses informasi dan konsultasi. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan, sehingga mampu mendukung terwujudnya sistem pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan di Desa Kalijoyo.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


