belajar untuk berani ketika pertemuan lintas budaya mengubah persepsi - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar untuk Berani: Ketika Pertemuan Lintas Budaya Mengubah Persepsi

Belajar untuk Berani: Ketika Pertemuan Lintas Budaya Mengubah Persepsi
images info

sumber: AIESEC in UNS


Ada pelajaran yang bisa dijelaskan dalam beberapa kalimat, tetapi ada pula pelajaran yang baru benar-benar dipahami setelah seseorang mengalaminya sendiri. Untuk mengetahui bahwa setiap negara memiliki budaya yang berbeda, mungkin kita dapat mempelajarinya melalui buku. 

Namun, untuk memahami bagaimana rasanya berhadapan dengan perbedaan budaya tersebut, kita membutuhkan suatu pengalaman. Di mana, dalam pengalaman tersebut, ada proses bertanya, menyesuaikan diri, bahkan terkadang berbuat kesalahan sebelum akhirnya seseorang benar-benar belajar.

Metode belajar seperti inilah yang kemudian menemukan tempatnya di Ad-Hoc 4th Wave AIESEC in UNS. Program ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 31 Juli 2026 yang sukses mempertemukan para pemuda di Surakarta dengan 5 Exchange Participants (EPs) yang berasal dari berbagai negara, seperti dari Spanyol, Belanda, Maroko, Mesir, dan Vietnam.

baca juga

Tak sekedar materi pembelajaran, para EPs juga membawa sesuatu yang jauh lebih personal, yaitu cara mereka melihat dunia dari tempat asal masing-masing.

Dalam prosesnya, para pemuda tak hanya dihadapkan dengan bahasa Inggris sebagai materi yang perlu dipahami, tapi sebagai orang-orang yang menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

Percakapan biasa pun turut berubah menjadi tempat bagi para pemuda untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Bagi Băng Châu Hồ yang berasal dari Vietnam, pengalaman tersebut memiliki arti yang lebih luas. “Through this experience, I hope not only to support the local community but also to develop my communication, leadership, and cross-cultural skills,” ujarnya.

Dari sana, pendidikan tidak lagi terlihat sebagai hubungan sederhana antara seseorang yang mengajar dan seseorang yang diajar. Keduanya dapat berkembang melalui proses yang sama.

Sehingga, bagi Băng Châu, ia tak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga membawa pulang kemampuan baru, pertemanan, pengalaman mengenal budaya Indonesia, hingga pemahaman mengenai bagaimana berkontribusi dalam lingkungan yang berbeda.

Hal serupa turut terlihat dari perjalanan Uxue Xiao Parra Marzal yang berasal dari Spanyol. Menurutnya, berada di Indonesia membuatnya berhadapan dengan perbedaan yang sebelumnya mungkin hanya ia kenal sebagai teori.

baca juga

Di sini, bahasa, kebiasaan, dan cara masyarakat berinteraksi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus Uxue pahami secara langsung.

“Coming from a country with a completely different culture has helped me understand that everyone's beliefs must be respected,” ungkap Uxue.

Pengalaman tersebut bahkan membuatnya menemukan perasaan yang tidak ia duga sebelumnya. “I never felt so much a part of a country until I came to Indonesia, like finally to belong to a country,” ujar Uxue.

Cerita Uxue menunjukkan bahwa cross-cultural learning tidak selalu menghasilkan satu pihak yang lebih tahu daripada pihak lainnya. Ketika seseorang datang untuk berbagi, secara tidak langsung ia juga membuka dirinya untuk menerima pengalaman baru..

Pada akhirnya, Ad-Hoc 4th Wave tak hanya memberikan ilmu yang berharga, tetapi juga pengalaman. 

Sesuatu yang dapat dibawa pulang untuk diceritakan kembali dan mungkin menjadi alasan bagi seseorang untuk lebih berani menghadapi dunia yang lebih luas.

Karena, melalui pertemuan cross culture, seseorang tidak hanya belajar untuk mengenal dunia, tetapi juga belajar untuk memahami diri sendiri dan menemukan keberanian untuk terus melangkah.

Jadi, apakah Kawan GNFI kini sudah siap menemukan pengalaman yang membuat proses belajar Kawan GNFI terasa lebih dekat dengan dunia nyata?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.