tim pkm kc um livadent dan ko as rsub dorong deteksi dini risiko karies anak melalui skrining risiko karies berbasis saliva di sdn 1 watugede - News | Good News From Indonesia 2026

Tim PKM KC UM LivaDent dan Ko-As RSUB Dorong Deteksi Dini Risiko Karies Anak melalui Skrining Risiko Karies Berbasis Saliva di SDN 1 Watugede

Tim PKM KC UM LivaDent dan Ko-As RSUB Dorong Deteksi Dini Risiko Karies Anak melalui Skrining Risiko Karies Berbasis Saliva di SDN 1 Watugede
images info

Foto Bersama Pengajar SDN Watugede 1


Hai, Kawan GNFI!

Upaya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan gigi pada anak usia sekolah terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi dalam proses deteksi dini.

Hal tersebut turut dilakukan melalui kegiatan skrining kesehatan gigi yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Watugede pada 18 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengambilan data dalam pengembangan LivaDent, sebuah inovasi skrining risiko karies gigi yang dikembangkan dengan memanfaatkan karakteristik saliva.

Tim melakukan pengambilan data secara langsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa sebagai bagian dari proses pengembangan dan pengujian sistem.

Karies gigi masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya pada anak usia sekolah. Pada tahap pertumbuhan, kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas anak sehari-hari.

baca juga

Gangguan kesehatan gigi dapat memengaruhi kenyamanan anak ketika makan, berbicara, maupun mengikuti kegiatan pembelajaran.

Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya upaya preventif untuk deteksi karies gigi. Selama ini, pemeriksaan kesehatan gigi umumnya dilakukan melalui pemeriksaan kondisi gigi secara langsung oleh tenaga kesehatan.

Namun, perkembangan teknologi membuka peluang untuk mengembangkan metode pendukung skrining yang memanfaatkan parameter biologis lainnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan oleh tim melalui LivaDent adalah pemanfaatan saliva atau air liur sebagai sumber informasi dalam skrining risiko karies.

Saliva memiliki berbagai karakteristik yang berkaitan dengan kondisi rongga mulut. Dalam pengembangan LivaDent, dua parameter yang menjadi perhatian utama adalah pH dan viskositas saliva.

Pengukuran pH dilakukan menggunakan sensor pH, sedangkan karakteristik viskositas saliva diukur menggunakan sensor viskositas, yaitu viscometer ostwald. Data dari kedua parameter tersebut kemudian dirancang untuk diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui algoritma Deep Multilayer Perceptron (Deep MLP).

Melalui pendekatan tersebut, LivaDent dikembangkan untuk membantu memetakan data pH dan viskositas saliva ke dalam klasifikasi risiko karies.

Sistem ini diharapkan dapat menjadi teknologi pendukung dalam proses skrining sehingga informasi mengenai risiko karies dapat diperoleh secara lebih terstruktur dan objektif.

Pelaksanaan kegiatan di SDN 1 Watugede memiliki peran penting bagi proses pengembangan LivaDent. Data yang diperoleh secara langsung dari lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari dataset yang digunakan dalam pengembangan dan evaluasi sistem.

Pengambilan data di lapangan juga memberikan pengalaman kepada tim untuk memahami berbagai kondisi nyata yang dapat ditemukan ketika sebuah inovasi kesehatan diterapkan pada lingkungan sekolah.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab permasalahan di masyarakat. M

ahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep secara teoritis. Namun, juga belajar bagaimana merancang inovasi, melakukan pengambilan data, serta berinteraksi dengan lingkungan sekolah sebagai bagian dari proses penelitian dan pengembangan.

Skrining di SDN 1 Watugede juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini. Deteksi risiko secara lebih awal diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan gigi anak sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum permasalahan berkembang lebih lanjut.

Dalam pengembangannya, LivaDent tidak hanya menggabungkan perangkat keras berupa sensor dengan perangkat lunak pengolahan data. Sistem tersebut juga dirancang agar dapat digunakan dalam kondisi dengan maupun tanpa koneksi internet.

baca juga

Dengan demikian, LivaDent memiliki konsep penggunaan mode online dan offline, sehingga berpotensi digunakan pada lingkungan yang memiliki keterbatasan akses internet.

Pengembangan teknologi kesehatan seperti LivaDent menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang berangkat dari permasalahan di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi solusi berbasis teknologi.

Penggabungan ilmu biologi, kesehatan gigi, sensor, dan kecerdasan buatan menjadi pendekatan multidisipliner yang menarik dalam pengembangan sistem skrining kesehatan.

Bagi tim pengembang, pengambilan data di SDN 1 Watugede pada 18 Juli 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan pengembangan LivaDent.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan data yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem, tetapi juga menjadi pengalaman dalam menerapkan inovasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Ke depannya, LivaDent diharapkan dapat terus disempurnakan melalui proses pengujian dan validasi sehingga mampu memberikan hasil skrining yang semakin baik.

Inovasi ini semoga bisa menjadi salah satu alternatif teknologi pendukung dalam deteksi dini risiko karies gigi pada anak usia sekolah, sekaligus mendorong semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.