Mahasiswa KKNT IPB University menggelar aksi edukasi lingkungan melalui program Sahabat Bumi (Sadar dan Hebat Menjaga Bumi) di Desa Sirnabaya.
Program ini dirancang untuk menanamkan kepedulian ekologis sekaligus memperkuat dasar literasi dan numerasi anak-anak sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap dalam enam kali pertemuan, yaitu pada tanggal 15, 20, 21, 22, 29, dan 30 Juli 2026. Sasaran utama dari aksi edukasi ini adalah para siswa sekolah dasar yang tersebar di tiga lembaga pendidikan, yaitu SDN 1 Sirnabaya, SDN 3 Sirnabaya, serta Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Muridin.
Mengenalkan Peran Kerang Hijau dan Ekosistem Pesisir
Melalui program Sahabat Bumi, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat kerang hijau sebagai salah satu biota laut yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas perairan. Mahasiswa KKNT IPB University memberikan pemahaman mengenai fungsi alami kerang hijau sebagai penyaring air, sekaligus menekankan pentingnya menjaga kebersihan ekosistem laut agar habitat biota perairan tidak rusak akibat akumulasi sampah.
Materi pembelajaran disajikan secara visual melalui penayangan video edukasi berdurasi pendek. Penggunaan bahasa yang sederhana dan penyampaian yang komunikatif membantu anak-anak memahami konsep ekologi pesisir tanpa merasa terbebani oleh istilah-istilah teknis.
Koordinator KKN Desa Sirnabaya, Saddam, menjelaskan bahwa pendekatan visual dan interaktif sengaja dipilih agar pesan moral terkait kelestarian lingkungan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak sekolah dasar.
"Pendekatannya kami buat semenyenangkan mungkin agar pesan menjaga laut bisa sampai ke anak-anak tanpa terasa menggurui," ujar Saddam saat memberikan keterangan mengenai konsep dasar acara.
Metode Pembelajaran Interaktif dan Kreatif
Antusiasme para siswa terlihat tinggi sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung. Setiap kali sesi pemutaran video selesai, anak-anak secara aktif mengacungkan tangan untuk mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan evaluasi dari tim mahasiswa.
Untuk mengukur tingkat pemahaman dan daya tangkap peserta terhadap materi yang telah disampaikan, tim KKNT IPB University menggelar kuis interaktif di akhir sesi pemutaran video. Kuis ini dikemas dalam bentuk permainan tanya-jawab singkat yang disambut meriah oleh para murid.
Selain menyimak tayangan video dan mengikuti kuis, para siswa juga dilibatkan dalam kegiatan mewarnai berbagai jenis hewan laut. Aktivitas mewarnai ini dirancang tidak hanya untuk mengasah kreativitas dan motorik halus anak, tetapi juga sebagai media pengenalan keanekaragaman hayati laut secara visual.
Dengan melihat dan mewarnai gambar biota laut, siswa dapat mengidentifikasi berbagai jenis hewan yang hidup di ekosistem perairan beserta pentingnya menjaga tempat tinggal mereka dari pencemaran.
Penguatan Literasi dan Numerasi Dasar
Di samping fokus pada edukasi lingkungan, mahasiswa KKNT IPB University turut memberikan pendampingan belajar mendasar bagi para siswa di ketiga sekolah tersebut. Tim mahasiswa mendampingi para murid dalam berlatih membaca, berhitung, serta memahami tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pendampingan belajar ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap penguatan kemampuan literasi dan numerasi dasar siswa di tingkat sekolah dasar.
Penggabungan antara materi edukasi lingkungan dan pendampingan akademis ini diharapkan dapat memberikan manfaat belajar yang menyeluruh bagi para siswa di Desa Sirnabaya.
Pelaksanaan kegiatan yang terbagi dalam beberapa kali pertemuan ini pada akhirnya bertujuan untuk membentuk karakter dan kebiasaan positif pada diri anak-anak.
Melalui program Sahabat Bumi, mahasiswa KKNT IPB University berharap bahwa tindakan-tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari hingga mereka dewasa kelak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


