Tim Senopati, mahasiswa Universitas Negeri Malang meluncurkan inovasi teknologi kesehatan mutakhir bernama SENOPATI (Sensor Non-Invasif Pemantau Kolesterol Terintegrasi Internet of Things untuk Kemandirian Lansia). Ini dijalankan sebagai solusi praktis, nyaman, dan efisien bagi penderita hiperkolesterolemia di Indonesia.
Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, di mana kadar kolesterol darah yang tak terkontrol menjadi faktor risiko utamanya.
Sayangnya, metode pengecekan konvensional yang beredar saat ini masih bersifat invasif karena memerlukan pelukaan kulit dengan jarum lancet.
Hal tersebut kerap menimbulkan rasa sakit, kekhawatiran akibat jarum suntik (belonephobia), serta membebani pasien dengan biaya berulang untuk membeli strip tes sekali pakai.
Hadir menjawab permasalahan tersebut, SENOPATI memanfaatkan teknologi Spektroskopi Multispektral melalui sensor presisi tinggi AS7265x yang dipadukan dengan pemrosesan data cerdas berbasis algoritma regresi Partial Least Squares (PLS).
Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang cahaya pada rentang tampak (Visible) hingga inframerah dekat (Near-Infrared) ke permukaan kulit jari pasien.
Sensor kemudian menangkap tingkat penyerapan dan pemantulan spektral oleh molekul kolesterol di dalam pembuluh darah kapiler, yang selanjutnya diolah secara instan oleh algoritma PLS untuk menghitung konsentrasi kolesterol total dalam satuan mg/dL tanpa mengeluarkan setetes darah pun.
Keunggulan utama SENOPATI terletak pada sifatnya yang sepenuhnya non-invasif, sehingga proses pemantauan kesehatan menjadi aman, nyaman, dan bebas dari risiko infeksi. Selain itu, alat ini menawarkan efisiensi biaya yang sangat signifikan karena tidak memerlukan strip tes sekali pakai (zero recurring cost), memungkinkan pasien melakukan pengujian mandiri berkali-kali tanpa pengeluaran biaya tambahan.
Untuk melengkapi fungsionalitasnya, SENOPATI terhubung langsung secara nirkabel ke aplikasi smartphone pendamping untuk mencatat riwayat pemeriksaan secara real-time, lengkap dengan proteksi keamanan data pasien berbasis enkripsi standar medis AES Encryption.
Di balik inovasi tersebut, tim dipimpin oleh Nur Millah bersama anggota Naufal Abid Romadhoni, Vanesya Ayu Wilujeng Putri, dan Yuni Aqsyah.
Keempat mahasiswa tersebut berasal dari latar belakang keilmuan yang saling melengkapi sehingga mampu mengintegrasikan aspek kesehatan, teknologi sensor, pemrograman, hingga pengembangan aplikasi dalam satu sistem terpadu.
Seluruh proses pengembangan dilaksanakan di bawah bimbingan apt. Intan Kusuma Dewi, S.Farm., M.Farm.Klin., yang memberikan arahan ilmiah mulai dari tahap perancangan konsep hingga pengembangan alat.
Inovasi yang berhasil membawa tim pengembangnya lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Kemendikbudristek ini memiliki potensi dampak sosial yang sangat luas.
SENOPATI tidak hanya dirancang untuk pemantauan mandiri di rumah, tetapi juga sangat berpotensi diterapkan pada klinik pratama, Puskesmas, hingga Posyandu di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang memiliki keterbatasan akses alat medis sekali pakai.
Semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh para inovator muda Universitas Negeri Malang menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan di Indonesia.
Dengan memadukan ilmu pengetahuan, rekayasa teknologi, serta kepedulian sosial, SENOPATI diharapkan mampu menjadi langkah awal menuju sistem pemantauan kesehatan lansia yang lebih modern, mandiri, dan berbasis teknologi digital.
Ke depan, tim optimistis bahwa kolaborasi lebih lanjut dengan berbagai pihak akan membuka peluang bagi SENOPATI untuk berkembang menjadi inovasi nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Inovasi ini bukan hanya tentang sebuah perangkat elektronik, melainkan tentang bagaimana teknologi dapat menghadirkan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup lansia, serta memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan orang-orang tercinta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


