KH. Sholeh Darat adalah ulama asal Semarang yang dikenal luas sebagai tokoh kunci sekaligus guru dari para pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia. Mengingat jasa mulianya pada bidang keagamaan dan nasionalisme yang tak ternilai bagi peradaban bangsa.
Pada 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi mengajukan KH Sholeh Darat sebagai calon Pahlawan Nasional tahun 2026 kepada Kementerian Sosial.
Mari menengok kembali profil KH Sholeh Darat, mengembara menuntut ilmu hingga ke Mekah, hingga muridnya adalah tokoh nasional Indonesia.
Siapakah KH Sholeh Darat dan Apa Biografinya?

KH. Sholeh Darat | Sumber: Pesantren Tebuireng
Menelusuri jejak kehidupannya, sosok yang akrab disapa Mbah Sholeh Darat ini memiliki nama lengkap Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani. Dikutip dari laman resmi Universitas Ciputra, beliau lahir di Desa Kedung Jumbing, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada tahun 1820.
Beliau meninggal dunia pada 18 Desember 1903 (28 Ramadan 1321 H) di usia 83 tahun dan dimakamkan di pemakaman umum Bergota, Semarang. Hingga saat ini, tradisi peringatan haul beliau rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 Syawal oleh masyarakat setempat.
Ulama yang juga kerap dijuluki Mbah Sholeh Darat Semarang ini menimba ilmu agama secara mendalam dari berbagai ulama di Nusantara hingga menuntut ilmu ke Tanah Suci Mekah. Setelah sempat mengajar di Mekah, beliau memutuskan kembali ke tanah air untuk mengajar di Pondok Pesantren Darat di kawasan Semarang Utara.
Di sana, beliau tidak hanya mengajarkan syariat Islam, tetapi juga menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada seluruh santrinya.
Peninggalan KH. Sholeh Darat, Kitab Tafsir Pertama di Nusantara
Melansir data dari Kementerian Agama RI, warisan keilmuan ulama besar ini terabadikan dalam puluhan karya literasi beraksara Arab Pegon (bahasa Jawa berhuruf Arab). Metode ini dipilih secara sengaja agar ajaran Islam mudah dipahami oleh masyarakat awam pada masanya.
Beberapa peninggalan KH Sholeh Darat anatara lain:
- Tafsir Faid al-Rahman: Kitab tafsir Al-Qur'an pertama di Nusantara yang ditulis dalam aksara Arab Pegon. Penyusunan kitab merupakan permintaan khusus dari R.A. Kartini yang mendambakan pemahaman Al-Qur'an dalam bahasa setempat.
- Majmu’at Syariat al-Kafiyat li al-Awam: Kitab fikih praktis yang memuat panduan ibadah harian, ilmu falak, hingga peta penentuan arah kiblat.
- Kitab Tasawuf dan Karya Lainnya: Tak kurang dari 40 karya lahir dari jemarinya, termasuk Munjiyat (terjemahan Ihya Ulumiddin), Minhajul Atqiya, dan Tarjamah Al-Hikam.
- Langgar atau Musala: Langgar atau musala yang berdiri di Jalan Kakap Darat Tirto Nomor 212, Semarang Utara.
Murid KH. Sholeh Darat, Tokoh Berpengaruh di Indonesia
Dikutip dari laman resmi Humas Jateng, Pesantren Darat menjadi kawah candradimuka lahirnya para pahlawan dan pemikir besar Nusantara. Dari Musala sederhana di Semarang Utara tersebut, menjadi sumber keilmuan yang melahirkan tokoh-tokoh ulama di Indonesia hingga tokoh revolusi.
- KH Hasyim Asy'ari: Pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
- KH Ahmad Dahlan: Pendiri persyarikatan Muhammadiyah.
- R.A. Kartini: Tokoh emansipasi wanita Indonesia yang pernah mengaji Al-Qur'an dan menimba ilmu agama secara langsung kepada beliau.
Pengusulan KH. Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional di 2026 ini menjadi titik awal yang baik bahwa bangsa ini harus memberikan pengakuan resmi bagi para tokoh yang telah memupuk fondasi kemerdekaan.
Namun, penghargaan atas sejarah tak boleh berhenti pada deretan nama di museum atau piagam di atas kertas. Menghargai pahlawan adalah ikhtiar berkelanjutan untuk memegang teguh pesan Jasmerah—Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.
Semangat ini pula yang mestinya mengalir menjadi perhatian nyata bagi para veteran dan pahlawan kemerdekaan yang masih ada. Sudah sepatutnya pemerintah memberikan apresiasi tertinggi berupa jaminan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi masa tua mereka.
Sebab pada akhirnya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang pandai mengenang jasa ulama dan pejuang di masa lalu, melainkan juga yang mampu memuliakan rakyat hingga para pahlawan yang masih hidup di hadapan kita.
Mari bersama merawat ingatan sejarah dan terus mendukung pemuliaan jasa para pejuang bangsa. Temukan pelbagai kisah inspiratif dan informasi kebudayaan Nusantara lainnya hanya di Good News From Indonesia (GNFI)!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


