ndarboy genk bangga bisa jadi penerus didi kempot dan manthous di skena musik jawa - News | Good News From Indonesia 2026

Ndarboy Genk Bangga Bisa Jadi Penerus Didi Kempot dan Manthous di Skena Musik Jawa

Ndarboy Genk Bangga Bisa Jadi Penerus Didi Kempot dan Manthous di Skena Musik Jawa
images info

Ndarboy Genk. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)


Helarius Daru Indrajaya alias Ndarboy Genk adalah penyanyi lagu-lagu Jawa yang sedang populer akhir-akhir ini. Lagu “Kicau Mania” yang dinyanyikannya bersama Banditoz Yaow 86 mendadak viral di media sosial Indonesia dan mancanegara.

Suara emas Ndarboy sesungguhnya sudah populer sebelum lagu “Kicau Mania” menggema. Ia sudah dikenal seusai menyanyikan lagu “Balungan Kere” ciptaan sesasma musisi lagu-lagu Jawa, Hendra Kumbara pada 2019.

Beberapa khalayak mungkin menilai pria 31 tahun lulusan Universitas Negeri Semarang ini bisa begitu mudahnya mendulang kesuksesan lewat lagu-lagunya. Namun, sebenarnya Ndarboy tetap harus menempuh kerja keras dan jatuh bangun berulang kali sampai akhirnya di titik sekarang ini.

Beda Berkarya Dulu dan Kini

“Kata wong tua ojo cepat puas, jangan cepat berbangga diri. Jadi saya selalu merasa kurang, tapi merasa kurang untuk pengin beraktivitas lagi, produktif lagi,” kata Ndarboy kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Ndarboy mengatakan itu sebagai bentuk mengenang masa-masa sebelum seterkenal sekarang. Pada tahun-tahun di mana peranan digitalisasi belum sebesar sekarang, ia mengaku harus merasakan pedihnya di tengah proses berkarya.

Namun, dari kepedihan itu bisa dijadikan Ndarboy sebagai sumber inspirasi. Tak jarang lagu-lagunya yang telah beredar kini diciptakan berdasarkan pengalaman pribadi saat menempuh masa-masa sulit.

Pengalaman demi pengalaman kini telah Ndarboy rasakan hingga akhirnya berada di jalur kesuksesan. Ia pun bisa membedakan proses berkarya dulu dengan sekarang yang berkiblat dengan algoritma internet.

“Kadang kita dulu rilis, nulis, rilis, nulis, rilis. Mau ada yang dengerin apa enggak, kita masa bodo lah. Tujuannya yang penting berkarya. Sekarang kita di era digital ini lihat insight, engagement, terus tren apa, algoritma. Kita harus menyesuaikan rilisku, insight-ku, nanti turun atau naik. Harus dipertimbankan. Yang dulu berkarya benar-benar tulus pakai hati, sekarang tulus pakai hati tapi dipikir (trennya),” ucap Ndarboy yang menekuni karier bermusiknya sejak 2010.

Penerus Didi Kempot dan Manthous

Jauh sebelum Ndarboy, musik pop Jawa terkenal berkat sejumlah nama. Misalnya Anto Sugiartono alias Manthous yang menciptakan genre campursari sekitar 1980-an. Selain itu, terdapat Didi Kempot yang sosok dan lagu-lagunya terkenal sampai Suriname, negara yang juga pernah jadi jajahan Belanda.

Ndarboy sendiri sadar kini tongkat estafet melestarikan lagu-lagu Jawa secara ngepop sebagian ada di dirinya. Ia pun merasa bangga dan menilai skena musik ini akan tetap eksis karena sudah menjadi ladang pekerjaan bagi banyak orang.

“Saya bangga, dan tentunya saya itu kan meneruskan almarhum Didi Kempot, Manthous. Beliau-beliau kan yang sudah menjadi akar rumput tah, sudah menciptakan campursari, lagu-lagu Jawa yang sekarang dimodifikasi oleh generasi saya. Dan adanya adik-adik yang bermunculan juga menurut saya bukan persaingan, tapi malah industri yang sudah jadi. Orang bisa makan, cari kerja, membuka lapangan pekerjaan lewat musik dangdut campursari atau pop Jawa,” kata Ndarboy.

Nuansa lokal memanglah sangat kental dalam skena musik Jawa sehingga pendengarnya biasanya ada di kalangan orang Jawa yang mengerti bahasanya saja. Namun, semakin ke sini Ndarboy melihat perhatian dari pendengar non-Jawa kian besar sehingga musisi dari skena ini bisa mendapat kesempatan tampil di panggung yang lebih besar.

“Sekarang festival-festival besar di Indonesia line up utama juga banyak artis-artis dari daerah,” kata Ndarboy lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.