Seven Habits menjadi pendekatan yang digunakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University untuk mengenalkan pendidikan karakter kepada siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri Pudak Kulon. Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, penyampaian materi, serta kegiatan refleksi agar siswa dapat memahami dan menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan interaktif tersebut merupakan program Kelas Literasi: Pembelajaran Karakter untuk Siswa SD di Pudak Kulon yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata IPB University. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh pertemuan dengan mengangkat konsep Seven Habits atau Tujuh Kebiasaan Efektif yang diperkenalkan oleh Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People.
Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN IPB University untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa sejak usia sekolah dasar.
Belajar Seven Habits dengan Cara yang Menyenangkan
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi mengenai tujuh kebiasaan efektif. Mereka diajak memahami setiap nilai melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Kegiatan literasi dilakukan melalui penjelasan singkat mengenai materi kebiasaan efektif yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, menceritakan pengalaman, serta menghubungkan pesan dalam cerita dengan kebiasaan yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Permainan edukatif juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Melalui permainan, siswa belajar mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran karakter menjadi lebih komunikatif. Siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut terlibat dalam proses pembelajaran melalui pertanyaan, jawaban, permainan, dan diskusi bersama teman-temannya.
Seven Habits dan Kebiasaan Baik dalam Kehidupan Sehari-hari
Konsep Seven Habits kemudian disederhanakan dan divisualisasikan dalam modul yang cocok untuk usia mereka agar dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa sekolah dasar. Mereka diajak mengenali kebiasaan-kebiasaan positif yang dapat dilakukan mulai dari hal sederhana. Salah satunya adalah belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang dimiliki, mampu mengatur diri, berkomunikasi dengan baik, serta bekerja sama dengan orang lain.

Setelah mendapatkan materi Seven Habits, siswa diberikan tantangan yang berkaitan dengan kebiasaan yang telah dipelajari. Pada akhir pembelajaran, mereka diminta menceritakan atau menampilkan pengalaman dan cara menyelesaikan tantangan tersebut. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk merefleksikan penerapan kebiasaan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Seven Habits Mendorong Partisipasi dan Kepercayaan Diri Siswa
Selain memperkenalkan Seven Habits, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Dalam diskusi dan permainan kelompok, siswa belajar menyampaikan pendapat sekaligus mendengarkan pendapat teman. Mereka juga dilatih untuk bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas dan memahami bahwa setiap anggota kelompok memiliki peran.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar. Tidak hanya aktif secara fisik, siswa juga didorong untuk berani berbicara, bertanya, memberikan pendapat, dan melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri. Siswa kelas 5 dan 6 dipilih sebagai sasaran kegiatan karena dinilai telah mampu mengikuti diskusi, permainan edukatif, serta kegiatan refleksi yang diberikan.

Pendidikan Karakter Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Program Kelas Literasi dilaksanakan melalui koordinasi bersama pihak SD Negeri Pudak Kulon. Kolaborasi dengan pihak sekolah dilakukan untuk menyesuaikan jadwal dan bentuk kegiatan dengan kondisi siswa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN IPB University berharap pendidikan karakter dapat menjadi bagian yang menyenangkan dari proses belajar siswa. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, komunikasi, dan kerja sama diharapkan tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi dapat tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Sebab, karakter tidak terbentuk hanya melalui satu kali pembelajaran. Karakter tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.
Dari ruang kelas di SD Negeri Pudak Kulon, mahasiswa KKN IPB University mencoba menghadirkan langkah sederhana tersebut. Melalui cerita, permainan, diskusi, dan refleksi, siswa diajak memahami bahwa menjadi pribadi yang lebih baik dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


