ubah sampah jadi karya siswa mi sirojul huda belajar 3r lewat kreasi tutup botol - News | Good News From Indonesia 2026

Ubah Sampah jadi Karya, Siswa MI Sirojul Huda Belajar 3R lewat Kreasi Tutup Botol

Ubah Sampah jadi Karya, Siswa MI Sirojul Huda Belajar 3R lewat Kreasi Tutup Botol
images info

Ubah Sampah jadi Karya, Siswa MI Sirojul Huda Belajar 3R lewat Kreasi Tutup Botol


Mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak tidak selalu harus dilakukan melalui penjelasan di dalam kelas. Di Kampung Bojong Menteng, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, siswa MI Sirojul Huda diajak mengenal pengelolaan sampah melalui kegiatan yang memadukan edukasi dan kreativitas.

Kegiatan tersebut dikemas dalam program Kreasi 3R yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University di Desa Cibalung. Sebanyak 20 siswa kelas V MI Sirojul Huda mengikuti kegiatan yang memperkenalkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle sekaligus mengajak mereka mengolah sampah menjadi benda yang dapat digunakan kembali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan Kampung Bojong Menteng sebagai kampung ramah lingkungan. Meskipun masyarakat setempat telah memiliki praktik pengelolaan sampah yang cukup baik, pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan masih perlu terus dikenalkan kepada anak-anak.

Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam keberlanjutan kebiasaan tersebut. Karena itu, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi mengenai sampah, tetapi juga merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa melihat secara langsung bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan.

Sebelum kegiatan dimulai, siswa diberikan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai pengelolaan sampah.

baca juga

Materi kemudian disampaikan melalui pembelajaran interaktif yang membahas pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan, serta penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi materi selesai, siswa kembali mengerjakan post-test. Hasil pengerjaan menunjukkan adanya peningkatan nilai dibandingkan dengan pre-test. Perubahan tersebut menjadi indikasi bahwa kegiatan edukasi yang diberikan membantu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik. Siswa diajak memanfaatkan tutup botol plastik bekas yang selama ini sering dianggap sebagai sampah tidak terpakai. Melalui prinsip reuse, tutup botol tersebut diolah menjadi gantungan kunci.

Dalam prosesnya, tutup botol dipipihkan menggunakan alat press, kemudian dihias dan dibentuk menjadi berbagai karakter sesuai kreativitas siswa. Beberapa di antaranya membuat bentuk bintang hingga karakter Batman.

Kegiatan praktik membuat suasana kelas menjadi semakin ramai. Siswa tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga menunjukkan kreativitas masing-masing dalam menentukan bentuk dan hiasan gantungan kunci yang mereka buat.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut memberikan pengalaman bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang harus dibuang. Barang sederhana seperti tutup botol ternyata dapat memiliki fungsi baru ketika diolah dengan cara yang tepat.

Salah seorang siswa bahkan mengungkapkan rasa terkejutnya setelah melihat tutup botol dapat diubah menjadi benda yang menarik. Pengalaman sederhana tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bahwa menjaga lingkungan juga dapat dilakukan melalui tindakan kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut Ketua Tim KKNT IPB University Desa Cibalung, Gilang Fauzinda, pengenalan mengenai dampak sampah perlu dilakukan sejak anak-anak agar kepedulian terhadap lingkungan dapat berkembang menjadi kebiasaan.

baca juga

“Anak-anak harus paham sedini mungkin terkait dampak sampah pada lingkungan,” ujarnya.

Melalui Kreasi 3R, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengubah barang bekas menjadi produk sederhana. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan mengenai lingkungan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Sebuah tutup botol yang biasanya berakhir di tempat sampah dapat menjadi media belajar untuk mengenalkan konsep reuse, kreativitas, sekaligus tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ke depan, pengalaman yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Dengan membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini, anak-anak Kampung Bojong Menteng diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memahami persoalan sampah, tetapi juga terbiasa mengambil bagian dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.