Sebanyak 87 bibit pohon yang terdiri atas 50 bibit Saninten dan 37 bibit Rasamala ditanam di kawasan lereng Kampung Garung, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program KABAYAN Melak yang diinisiasi oleh PPKO HIMAKOVA IPB University sebagai upaya penghijauan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan perbukitan Desa Malasari.
Penanaman dilakukan pada sejumlah area lereng yang menjadi bagian dari kawasan Kampung Garung. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut melibatkan masyarakat setempat yang sehari-hari memiliki pengalaman dalam kegiatan pertanian dan perkebunan. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses penanaman, mulai dari persiapan lokasi hingga penanaman bibit di kawasan lereng.
Kondisi geografis Kampung Garung yang berada di kawasan perbukitan menjadikan keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam menjaga kondisi lingkungan. Pada beberapa titik, wilayah tersebut masih mengalami pergeseran tanah sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan tutupan vegetasi dan menjaga kondisi tanah di kawasan lereng.
Sebanyak 87 bibit Saninten dan Rasamala dipilih untuk ditanam sebagai bagian dari upaya memperkuat vegetasi di kawasan tersebut. Penanaman ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman bibit, tetapi dapat dilanjutkan melalui pemeliharaan dan perawatan bersama agar pohon dapat tumbuh serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Ketua RW Pak Hadi, turut menyampaikan bahwa penanaman pohon di kawasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan melalui konsep agroforestri. Menurutnya, keberadaan pepohonan dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan, sehingga upaya penghijauan tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan lahan oleh masyarakat.
Konsep agroforestri tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan di kawasan Kampung Garung dengan memadukan keberadaan pohon dan aktivitas pertanian masyarakat. Dengan demikian, penghijauan dapat menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan yang tetap mempertimbangkan kebutuhan serta aktivitas masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari KABAYAN Melak, salah satu rangkaian program PPKO HIMAKOVA IPB University yang berfokus pada pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Dalam pelaksanaannya, program ini turut membawa nilai Tilu Titah Alam, yaitu pandangan yang menempatkan manusia sebagai bagian dari alam yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga, memelihara, dan hidup selaras dengan lingkungan.
Nilai tersebut tercermin melalui proses penanaman yang tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari lingkungan yang akan merawat dan hidup berdampingan dengan kawasan tersebut. Penanaman 87 bibit menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara masyarakat dan alam melalui pengelolaan lingkungan secara bersama.
Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari upaya menjaga kawasan Garung agar tetap memiliki tutupan vegetasi yang baik. Dengan adanya keterlibatan masyarakat dan potensi pengembangan agroforestri, penanaman diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengelolaan lereng yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem Desa Malasari.
Melalui KABAYAN Melak, PPKO HIMAKOVA IPB University bersama masyarakat Garung menumbuhkan harapan bahwa setiap bibit yang ditanam hari ini dapat menjadi bagian dari lingkungan yang lebih lestari di masa mendatang. Sebab, menjaga alam bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang merawat hubungan antara manusia dan alam agar keduanya dapat terus tumbuh dan berjalan bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


