jaga rumah bersama traktat jakarta jadi cara indonesia australia rawat hubungan agar tetap harmonis - News | Good News From Indonesia 2026

Jaga Rumah Bersama: Traktat Jakarta Jadi Cara Indonesia-Australia Rawat Hubungan Agar Tetap Harmonis

Jaga Rumah Bersama: Traktat Jakarta Jadi Cara Indonesia-Australia Rawat Hubungan Agar Tetap Harmonis
images info

Prabowo dan Albanese | BPMI Setpres


Gempita perayaan HUT ke-81 RI diwarnai kesedihan mendalam, di mana Nusa Tenggara Timur baru saja digunjang gempa bumi dahsyat yang menewaskan puluhan orang. Hal ini membuat perayaan kemerdekaan terasa sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah kesedihan ini, jejeran pemimpin negara di dunia berbondong-bondong mengucapkan bela sungkawa atas bencana tersebut. Beberapa pemimpin negara yang terpantau memberikan dukungan kepada Indonesia adalah Korea Selatan, Arab Saudi, Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Iran. Selain itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga ikut menyampaikan duka cita yang mendalam bagi masyarakat terdampak.

“Masyarakat Australia merasa sedih melihat pemberitaan pada akhir pekan lalu mengenai gempa bumi dahsyat di Indonesia Timur, yang menelan korban jiwa sedikitnya 53 orang dan menyebabkan lebih banyak lagi orang terluka. Atas nama Pemerintah dan rakyat Australia, saya menyampaikan simpati kepada semua pihak yang terdampak oleh peristiwa tragis ini. Kami berdiri bersama pemerintah dan rakyat Indonesia di masa yang penuh kesedihan dan kesulitan ini, sebagaimana yang selalu dan akan terus kami lakukan,” tulis Albanese dalam rilis Gedung Parliamen Australia yang diterima GNFI.

Selain itu, ia juga ikut mengucapkan selamat atas bertambahnya usia negara tetangga dekatnya itu. PM Albanese mengungkap jika perjuangan rakyat Indonesia demi kemerdekaan adalah salah satu titik paling bersejarah di abad ke-20.

baca juga

Australia yang Konsisten Dukung Kemerdekaan Indonesia

Masih dalam rilis tersebut, pemerintah Australia menyebut bahwa negara mereka adalah salah satu yang pertama mengakui kedaulatan Indonesia. Australia mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949.

Namun, cerita upaya mendukung kemerdekaan Indonesia dari masyarakat Australia sebetulnya sudah ada jauh sebelum itu. Serikat Buruh Australia pernah melakukan aksi boikot besar-besaran pada armada kapal Belanda (Blanck Armada) yang memuat senjata logistik pada tahun 1945-1946. Aksi ini dilakukan untuk menekan pemerintah dan dunia agar memberikan pengakuan kedaulatan pada Indonesia.

Tak berhenti di sana, Australia juga pernah menjadi pihak ketiga dalam Komisi Jasa Baik alias Komisi Tiga Negara (KTN) yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 Agustus 1947 untuk menengahi konflik Indonesia-Belanda pasca-Agresi Militer I. Australia dinilai konsisten dalam memperjuangkan dan menyuarakan kedaulatan Indonesia sejak awal ke forum dunia.

“Dan rakyat Australia patut berbangga bahwa kami termasuk yang pertama mengakui berdirinya Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan merdeka,” tulis Albanese.

Keamanan Kawasan Bergantung pada Indonesia yang Stabil dan Berdaulat

Albanese menekankan, sejak dahulu hingga kini, perdamaian, keamanan, dan stabilitas Australia bergantung pada keamanan kawasan kita. Pada saatnya, kondisi itu juga bergantung pada Indonesia yang bersatu, stabil, dan berdaulat.

Oleh karena itu, Australia bertekad untuk memperkokoh kerja sama keamanan demi terwujudnya kawasan Pasifik yang stabil dan aman, salah satunya lewat Traktat Indonesia-Asutralia tentang Keamanan Bersama atau Traktat Jakarta (Jakarta Treaty).

Traktat Jakarta adalah perjanjian bilateral di bidang pertahanan dan keamanan yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese pada Februari 2026 lalu. Traktat ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan sekaligus menjadi mekanisme konsultasi bilateral dari Perjanjian Lombok yang diteken pada 2006.

baca juga

“Perjanjian tersebut menegaskan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan kita adalah dengan bertindak bersama. Perjanjian ini juga menegaskan kembali kekuatan Perjanjian Lombok (Lombok Treaty) tahun 2006, di mana Australia secara teguh menghormati integritas wilayah dan kedaulatan Indonesia,” tegas Albanese.

Kawan GNFI, perlu dicatat bahwa traktat ini bukanlah pakta militer atau aliansi pertahanan. Traktat ini “hanya” menjadi forum konsultasi berkala antara dua negara terkait masalah keamanan di kawasan. Melalui traktat ini, diharapkan hubungan Indonesia dan Australia sebagai negara tetangga di Pasifik tetap rukun dan harmonis.

“Saya juga mencatat bahwa ini merupakan sikap bipartisan di seluruh parlemen ini. Kesepakatan bersejarah ini dapat terwujud karena ikatan antara kedua negara kita kini lebih kuat dan lebih kokoh dari sebelumnya,” harap Albanese.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.