Akan berpartisipasinya Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026 hanya berjarak hitungan pekan setelah keikutsertaan mereka di ASEAN Championship 2026 atau yang juga dikenal sebagai Piala AFF. Kedua turnamen tersebut juga memiliki kemiripan, utamanya karena sama-sama mempertemukan negara-negara ASEAN.
Berdasarkan jadwal, ASEAN Cup 2026 bakal diselenggarakan pada 25 September sampai 4 Oktober 2026 mendatang. Meski mirip, ASEAN Cup dan ASEAN Championship jelas adalah turnamen yang berbeda. Ada beberapa hal yang membedakan keduanya, apa saja?
Perbedaan ASEAN Championship dan ASEAN Cup
ASEAN Championship/Piala AFF
-Diselenggarakan ASEAN Football Federation (AFF)
-Telah diselenggarakan sejak tahun 1996. Awalnya bernama Piala Tiger, lalu berubah menjadi Piala AFF, dan berubah lagi menjadi ASEAN Championship hingga saat ini.
-Bukan ajang resmi yang masuk kalender internasional FIFA. Dengan demikian, klub tidak wajib melepas pemain ke tim nasional untuk mengikuti turnamen ini.
-Hanya diikuti oleh tim nasional negara-negara anggota AFF.
-Formatnya terdiri dari dua grup di mana juara dan runner-up-nya akan melaju ke semifinal.
ASEAN Cup
-ASEAN Cup diselenggarakan oleh FIFA yang bekerja sama dengan federasi sepak bola regional serta negara tuan rumah.
-Mulai digelar pada 2026. Dengan demikian, tahun ini akan jadi kali pertama ASEAN Cup diselenggarakan.
-Diakui sebagai ajang resmi yang masuk kalender internasional FIFA. Maka dari itu, klub wajib melepas pemain yang dipanggil tim nasional.
-Pesertanya terdiri dari negara-negara anggota AFF plus tim undangan dari luar keanggotaan AFF.
-Formatnya membagi turnamen menjadi dua kasta, yaitu Premier Division dan Challenge Division. Setiap kasta terdiri dari dua grup.
Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup
Di ASEAN Cup 2026, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Grup A Premier Division di mana pertandingan akan dihelat di dua venue, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Untuk diketahui, Grup A Premier Division terdiri dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Awalnya India juga mendaftar sebagai kontestan di grup ini, namun kemudian mengundurkan diri. Kemudian untuk Grup B Premier Division, pesertanya adalah Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Sementara itu, di Challenge Division, Grup 1 terdiri dari Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Sedangkan Grup 2 ditempati oleh Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Menghadapi tantangan di Grup A Premier Division, Timnas Indonesia tampak tidak mau main-main. Apalagi, skuad Garuda bisa menurunkan para pemain terbaiknya, termasuk yang berkiprah bersama klub Eropa.
“Karena ini di kalender FIFA, kita bisa memberikan tim terbaik yang kita punya,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


