Tidak semua bagian tanaman berakhir menjadi limbah. Di Pulau Lombok, masyarakat telah lama memanfaatkan berbagai hasil alam secara menyeluruh, termasuk batang pisang yang sering kali dianggap tidak bernilai setelah buahnya dipanen.
Melalui pengetahuan yang diwariskan turun-temurun, batang pisang muda diolah menjadi hidangan berkuah santan yang kaya rempah. Kuliner ini dikenal sebagai sayur ares, salah satu makanan tradisional yang masih mudah dijumpai dalam kehidupan masyarakat Sasak.
Selain lezat, hidangan ini juga mencerminkan cara masyarakat Lombok memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Lantas, apa itu sayur ares dan mengapa hidangan ini begitu lekat dengan budaya masyarakat Lombok?
Apa Itu Sayur Ares?
Sayur ares merupakan makanan tradisional khas Lombok yang berbahan utama batang muda pohon pisang atau ares, yaitu bagian dalam pelepah pisang yang masih berwarna putih dan bertekstur lembut.
Selain batang pisang muda, hidangan ini umumnya dimasak menggunakan santan, aneka rempah, cabai, bawang, serta tambahan daging sapi pada beberapa resep. Namun, ada pula yang membuatnya tanpa daging sesuai kebiasaan masing-masing.
Batang pisang muda dipilih karena memiliki tekstur yang empuk setelah dimasak. Sebelum diolah, bagian ini dibersihkan dan direndam agar getah serta rasa sepatnya berkurang.
Setelah dimasak bersama santan dan bumbu, teksturnya menjadi lembut sekaligus mampu menyerap cita rasa rempah dengan baik.
Sejarah Sayur Ares dan Kearifan Kuliner Masyarakat Lombok
Sayur ares berasal dari Pulau Lombok dan telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Sasak. Hidangan ini lahir dari kebiasaan memanfaatkan tanaman pisang secara optimal sehingga tidak ada bagian yang terbuang sia-sia.
Dahulu, sayur ares lebih sering disajikan dalam berbagai acara adat dan perayaan penting, seperti pernikahan, syukuran, khitanan, hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, seiring waktu, sayur ares tidak lagi hanya disajikan saat acara khusus.
Rasanya yang cocok di lidah masyarakat membuat hidangan ini juga dinikmati sebagai menu sehari-hari. Bahkan, banyak warung makan di Lombok yang menyajikannya sehingga wisatawan dapat mencicipi sayur ares.
Cita Rasa Sayur Ares yang Khas
Keunikan sayur ares terletak pada perpaduan tekstur batang pisang muda dengan kuah santan berbumbu. Setelah dimasak hingga empuk, batang pisang memiliki tekstur yang lembut dan mudah menyerap bumbu.
Kuahnya biasanya memadukan santan dengan berbagai rempah seperti bawang, kunyit, jahe, kencur, lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk. Di beberapa resep, potongan daging sapi turut ditambahkan sehingga rasa kuah menjadi semakin gurih.
Perbedaan jenis rempah, tingkat kepedasan, atau penggunaan daging membuat setiap sajian memiliki karakter tersendiri tanpa menghilangkan ciri khasnya.
Bagaimana Masyarakat Lombok Membuat Sayur Ares?
Pembuatan sayur ares diawali dengan memilih batang pisang muda yang bagian dalamnya masih berwarna putih dan lunak. Bagian tersebut kemudian dikupas, diiris, lalu direndam dalam air garam agar getah dan rasa sepatnya berkurang sebelum dimasak.
Selanjutnya, batang pisang dimasak bersama bumbu halus, santan, serta rempah-rempah khas. Pada sebagian resep, daging sapi juga dimasukkan agar kuah semakin gurih. Proses memasak dilakukan hingga batang pisang menjadi empuk dan seluruh bumbu meresap.
Cara mengolah sayur ares telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Sasak. Hingga kini, hidangan tersebut tetap menjadi salah satu warisan kuliner Lombok yang mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil alam sekaligus menjaga tradisi memasak keluarga.
Sayur ares menjadi bukti bahwa bahan sederhana seperti batang pisang dapat diolah menjadi hidangan yang lezat.
Jadi, kalau Kawan berkesempatan mengunjungi Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi sayur ares, ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


