Pau Cubarsi mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Menariknya, ia sebelumnya ternyata pernah mencicipi bermain di Indonesia.
New York New Jersey Stadium menjadi saksi sejarah saat peluit akhir pertandingan final Piala Dunia 2026 dibunyikan. Dalam laga yang digelar pada Senin (20/07/2026) dini hari WIB itu, Timnas Spanyol sukses mengukuhkan diri sebagai penguasa sepak bola dunia setelah menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Di balik kemenangan Spanyol, dunia terpana melihat aksi seorang remaja berusia 19 tahun bernama Pau Cubarsi.
Pau Cubarsi memang luar biasa. Di usianya yang begitu muda, ia tampil ciamik bersama Spanyol. Tak heran pula ia kemudian dinobatkan sebagai Young Player of the Tournament.
Bersama Pau Cubarsi, La Furia Roja berhasil menjaga pertahanan tetap kokoh sepanjang turnamen berlangsung. Selama turnamen berlangsung, gawang Spanyol tercatat hanya kebobolan satu kali. Itulah buah aksi Pau Cubarsi bersama dengan rekan duetnya, Aymeric Laporte.
Dunia mungkin baru saja mengagumi kehebatannya di panggung sebesar Piala Dunia 2026, namun publik sepak bola di Indonesia sebenarnya sudah lebih dulu menyaksikan bakatnya secara langsung. Sebelum juara Piala Dunia 2026, Pau Cubarsi pernah merumput di Indonesia.
Ya, Kawan tak salah baca. Pau Cubarsi memang pernah bermain di Indonesia. Itu terjadi saat ia membela negaranya dalam ajang Piala Dunia U-17 pada akhir tahun 2023. Kala itu, Spanyol hanya mencapai babak perempat final hingga akhirnya dikalahkan Jerman yang kemudian menjadi juara.

Perjalanan Pau Cubarsi: Dari La Masia, Lalu ke Indonesia dan Piala Dunia 2026
Lahir pada 22 Januari 2007, Pau Cubarsi memulai petualangan sepak bolanya di akademi Girona sebelum akhirnya pindah ke Barcelona pada usia 11 tahun. Ia kemudian digembleng di akademi La Masia pada periode 2018 hingga 2024 sebelum akhirnya dipromosikan ke tim utama Blaugrana.
Di tim senior Barcelona, tak butuh lama bagi Pau Cubarsi untuk melakoni debut profesional pada Januari 2024 dalam ajang Copa del Rey. Yang terjadi berikutnya, giliran pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memanggilnya untuk debut untuk tim nasional pada Maret 2024.
Kembali ke tahun 2023 saat Pau Cubarsi belia mengawal lini pertahanan Spanyol U-17 di Piala Dunia U-17 2023, ada satu kejadian unik yang bisa dibilang sangat langka di dunia sepak bola. Ia menjadi kiper dadakan demi menyelamatkan timnya,
Itu terjadi saat Spanyol menghadapi Jerman di Jakarta International Stadium (JIS). Awal mulanya, kiper Spanyol Raul Jimenez dikartu merah oleh wasit sementara jatah pergantian pemain sudah habis. Jadilah, Pau Cubarsi akhirnya dipaksa untuk menjadi kiper dadakan.
Kini, trofi juara dunia telah berada di pelukannya, melengkapi koleksi medali emas Olimpiade Paris 2024 yang ia raih sebelumnya. Dalam karier gemilang Pau Cubarsi, ada Indonesia yang pernah jadi bagian penting dengan ceritanya tersendiri.


