Pulau Jawa memiliki beragam rumah adat dengan ciri khasnya masing-masing. Di antara berbagai jenis tersebut, ada satu bangunan tradisional yang belum banyak dikenal masyarakat, yaitu rumah Panggang Pe.
Rumah Panggang Pe merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Jawa yang memiliki konstruksi paling sederhana tetapi fungsional. Hingga kini, bangunan tersebut masih dapat dijumpai di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lalu, seperti apa ciri khas, jenis, dan filosofi Rumah Panggang Pe? Simak pembahasan selengkapnya ya, Kawan GNFI!
Apa Itu Rumah Panggang Pe?
Rumah Panggang Pe adalah salah satu bentuk rumah tradisional Jawa yang memiliki konstruksi paling sederhana. Nama "panggang pe" berasal dari kata panggang yang berarti dipanaskan di atas bara, dan epe yang berarti dijemur di bawah sinar matahari.
Nama tersebut berasal dari fungsi awal atap bangunan panggang pe yang dijadikan tempat menjemur hasil pertanian.
Selain dijadikan sebagai tempat menjemur hasil panen, bangunan yang juga disebut rumah Cakrik ini juga dijadikan tempat berteduh bagi masyarakat dari panas dan hujan. Kini, bangunan itu seringkali dimanfaatkan sebagai pos ronda tau kios kecil karena konstruksi bangunannya yang sederhana.
Rumah Panggang Pe Dapat Ditemukan di Mana?
Rumah Panggang Pe merupakan bagian dari arsitektur tradisional Jawa yang banyak dijumpai di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan ini umumnya ditemukan di kawasan pedesaan yang memiliki aktivitas pertanian dan perkebunan karena awalnya memang dirancang sebagai tempat mengolah hasil panen.
Karena besarnya pengaruh budaya Jawa, bangunan Rumah Panggang Pe juga kini merambah ke Pulau Jawa bagian barat dan dapat ditemukan di daerah Cilegon, Banten.
Struktur dan Ciri-Ciri Rumah Panggang Pe
Rumah Panggang Pe dibuat dengan konstruksi yang sederhana, ada empat tiang utama sebagai penyangga, meskipun beberapa variasinya menggunakan enam tiang atau lebih.
Jika memakai empat tiang, salah satu pasangan tiang harus dibuat lebih tinggi dari pasangan tiang lainnya. Dengan demikian, akan tercipta kemiringan pada atap bangunannya. Kemiringan pada atap rumah Panggang Pe juga merupakan ciri utama yang paling mudah dikenali.
Pada beberapa variasi, seperti Panggang Pe Gedhang Selirang, terdapat tambahan atap emper di bagian belakang atau pada sisi yang bertiang lebih pendek. Sementara itu, untuk denahnya sendiri umumnya sangat sederhana, yaitu hanya ada ruang utama yang dapat disesuaikan menurut kebutuhan penghuninya.
Jenis-Jenis Rumah Panggang Pe
Rumah Panggang Pe punya beberapa variasi bentuk atap dan struktur bangunan. Berikut lima jenis di antaranya.
1. Gedhang Selirang
Jenis ini merupakan Panggang Pe pokok yang ditambahkan atap emper di bagian belakang atau sisi dengan tiang lebih pendek. Nama Gedhang Selirang berarti "pisang sesisir".
2. Empyak Setangkep
Empyak Setangkep terbentuk dari dua atap Panggang Pe pokok yang disatukan pada sisi depan atau sisi tiang yang lebih tinggi. Pertemuan kedua tiang di ujung bagian atas atap menciptakan ruang yang lebih luas dibanding bentuk dasar.
3. Trajumas
Trajumas menggunakan enam tiang penyangga dan tiga balok penghubung pada sisi pendek bangunan.
4. Barengan
Barengan merupakan variasi yang menggabungkan beberapa bangunan Panggang Pe pokok menjadi satu kesatuan sehingga menghasilkan ruang yang lebih lapang.
5. Cere Gancet
Cere Gancet adalah variasi yang menghubungkan bangunan Panggang Pe pokok di bagian belakang atau sisi tiang yang lebih pendek.
Filosofi Rumah Panggang Pe
Dari bentuk bangunannya, rumah Panggang Pe mencerminkan nilai kesederhanaan yang menjadi salah satu ciri kehidupan masyarakat Jawa. Rumah ini juga melambangkan perlindungan karena berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan sekaligus ruang untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain sebagai tempat tinggal, Panggang Pe pada awalnya banyak dimanfaatkan untuk menjemur hasil panen. Fungsi tersebut menunjukkan kedekatan bangunan ini dengan kehidupan masyarakat sekitar yang menjadikan pertanian sebagai bagian penting dari kesehariannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


