Membangun kesadaran lingkungan tidak selalu harus dimulai dari ruang seminar atau laboratorium. Terkadang, perubahan besar justru hadir dari ruang kelas yang sederhana. Inilah semangat yang dibawa mahasiswa Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan (LNK) Angkatan 60, Sekolah Vokasi, IPB University melalui kegiatan Whats Up! (Water, Hygiene, and Sanitation Transformation for Students Upgrade Project), sebuah kegiatan edukasi yang dirancang untuk mendekatkan isu lingkungan dengan kehidupan sehari-hari.
Pada Rabu, 26 November 2025 di SMPN 11 Kota Bogor, kegiatan Whats Up! berhasil menghadirkan suasana belajar yang hidup dan komunikatif dengan fokus pada pemberdayaan generasi muda, khususnya para Duta Lingkungan SMPN 11 Kota Bogor. Kegiatan ini menghadirkan upaya untuk memperkuat peran siswa sebagai penjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah melalui pemahaman bahwa sanitasi, air bersih, dan perilaku hidup sehat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian mereka.
Ibu Arieza Dyan Kurnianti, M.Pd., selaku perwakilan sekolah, turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Beliau menyampaikan, “Ketika mengikuti kegiatan Whats Up! ini, kalian bisa mendapatkan banyak hal baru dari kakak-kakak di sini. Harapannya juga, setelah kegiatan ini selesai, kalian bisa langsung menerapkannya, sehingga tidak ada lagi sampah yang berserakan di lantai kelas.”
Melalui pendekatan yang ringan dan mudah dipahami, mahasiswa LNK mengawali kegiatan dengan pengenalan sanitasi dasar. Materi disampaikan melalui contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, mulai dari pentingnya mencuci tangan sebelum makan, memastikan fasilitas toilet digunakan dengan benar, hingga memahami bagaimana pengelolaan limbah sederhana dapat menekan risiko penyakit.
Tidak hanya teori, mahasiswa juga mengajak para peserta melihat hubungan langsung antara kebiasaan kecil dan kesehatan. Misalnya, kebiasaan menaruh minuman di meja yang kotor, lupa mencuci tangan setelah bermain, atau membiarkan sampah menumpuk di sudut kelas. Dari hal-hal kecil itu, siswa mulai memahami betapa sanitasi memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup mereka.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah toksikologi lingkungan. Istilah yang terdengar rumit ini dibuat lebih sederhana dengan contoh konkret yang sangat dekat dengan siswa SMP. Kawan GNFI mungkin merasa familier dengan beberapa contohnya seperti cairan pembersih yang beraroma tajam, obat nyamuk, dan bahkan paparan mikroplastik dari kemasan makanan.
Mahasiswa LNK menjelaskan bagaimana bahan-bahan berbahaya tersebut dapat masuk ke tubuh melalui makanan, udara, atau sentuhan tangan yang kotor. Contoh nyata dari lingkungan sekolah, seperti kebiasaan makan sambil menggambar di meja yang tidak dibersihkan atau jajan sembarangan, membantu siswa memahami risiko yang sering kali luput dari perhatian.
Materi ini menjadi titik penting yang membuka wawasan para siswa bahwa menjaga lingkungan tidak hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga upaya melindungi diri dari bahan berbahaya yang tersembunyi di sekitar mereka.
Setelah memahami sanitasi dan toksikologi lingkungan, peserta diajak mengenal Water Safety Plan, sebuah konsep yang menekankan pentingnya menjaga kualitas air di lingkungan sekolah. Mahasiswa LNK menjelaskan bagaimana sumber air perlu dilindungi dari kontaminasi, bagaimana mengenali potensi bahaya, hingga langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh siswa untuk menjaga keamanan air yang mereka gunakan.
Materi ini dirangkai dengan penjelasan mengenai drainase dan pengendalian vektor. Melalui contoh selokan sekolah, genangan kecil di halaman, serta tempat sampah yang tidak tertutup, siswa memahami bagaimana nyamuk dan serangga dapat berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Cara penyampaian yang interaktif membuat siswa semakin mudah menghubungkan kondisi lingkungan dengan kesehatan sehari-hari.
Pada sesi akhir, mahasiswa LNK memperkenalkan konsep School Health Responsibility, sebuah ajakan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah. Para Duta Lingkungan SMPN 11 Kota Bogor diberikan peran penting sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu memberi contoh kepada teman-temannya, mengajak berperilaku sehat, dan menjaga fasilitas sekolah dengan penuh tanggung jawab.
Untuk menjaga semangat peserta, sesi materi diselingi dengan permainan edukatif bertema sanitasi dan toksikologi lingkungan. Suasana menjadi lebih hidup ketika siswa berlomba-lomba menjawab pertanyaan. Pendekatan ini membuat pembelajaran terasa ringan, menyenangkan, dan mudah diingat.
Sebagai penutup, mahasiswa LNK menghadirkan expo inovasi produk sederhana, mulai dari pemanfaatan bahan alami hingga pengolahan limbah menjadi barang bernilai guna. Kawan GNFI, momen ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan tidak harus rumit. Dengan kreativitas, limbah yang tadinya dianggap tidak berguna dapat disulap menjadi produk edukatif, dekoratif, bahkan fungsional.
Para siswa terlihat antusias melihat hasil karya tersebut. Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang mengetahui, tetapi juga melakukan bahkan menciptakan manfaat baru dari sesuatu yang sebelumnya diabaikan.
Melalui kegiatan Whats Up!, mahasiswa LNK menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan relevan. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang peduli, paham, dan mampu menjaga lingkungan di sekitarnya.
Whats Up!: Start From Here, saat langkah kecil menumbuhkan perubahan besar untuk masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


