benteng otanaha di gorontalo cagar budaya bersejarah yang menghadap danau limboto - News | Good News From Indonesia 2026

Benteng Otanaha di Gorontalo, Cagar Budaya Bersejarah yang Menghadap Danau Limboto

Benteng Otanaha di Gorontalo, Cagar Budaya Bersejarah yang Menghadap Danau Limboto
images info

Dok. 22Kartika (Wikimedia)


Perbukitan di wilayah barat Kota Gorontalo menyimpan struktur bangunan batu kuno yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah kawasan Teluk Tomini. Dari ketinggian bukit ini, pengunjung dapat melihat bentangan luas permukaan Danau Limboto dan jajaran perbukitan hijau di sekitarnya.

Benteng Otanaha berdiri di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Lokasi peninggalan masa lalu ini berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota dan difungsikan sebagai kawasan cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Situs bersejarah ini menawarkan pengetahuan masa lalu dan pemandangan lingkungan di sekitarnya. Keberadaan kompleks benteng di atas bukit menarik minat masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah untuk datang dan melihat langsung fisiknya.

 

Sekilas Mengenai Benteng Otanaha

Kompleks ini terdiri dari tiga bangunan benteng utama yang terletak di area perbukitan Dembe, yaitu Benteng Otanaha, Benteng Otahiya, dan Benteng Ulupahu. Catatan sejarah dan cerita rakyat setempat mengaitkan penemuan serta penamaan benteng ini dengan sosok Naha, putra dari Raja Ilato yang memerintah Kerajaan Gorontalo pada abad ke-16.

Pembangunan struktur benteng diawali dari kesepakatan antara pihak kerajaan lokal dan pelaut Portugis yang singgah di Pelabuhan Gorontalo untuk memperkuat area pertahanan kawasan. Namun pertempuran kemudian pecah setelah rakyat setempat melakukan perlawanan guna mengusir keberadaan bangsa asing yang berusaha menguasai jalur perdagangan.

Bahan bangunan yang digunakan untuk menyusun dinding benteng terdiri dari campuran batu cadas, pasir, kapur, serta putih telur burung maleo sebagai bahan perekat tradisional. Pemerintah menetapkan kawasan bersejarah ini sebagai cagar budaya nasional untuk menjaga kelestarian struktur fisiknya dari kerusakan.

 

Daya Tarik Utama Benteng Otanaha

Daya tarik utama kawasan ini terletak pada bentuk bangunan benteng yang melingkar tanpa atap dengan diameter sekitar 20 meter. Struktur dinding benteng terbuat dari susunan batu tebal yang dilengkapi celah-celah kecil di beberapa bagian yang dahulu difungsikan sebagai titik pengintaian musuh.

Di antara ketiga bangunan, Benteng Otanaha memiliki ukuran paling besar dengan denah menyerupai angka delapan. Dari pelataran benteng utama ini, pengunjung dapat menyaksikan bentangan air Danau Limboto secara jelas dari ketinggian.

Untuk mencapai lokasi benteng utama di atas puncak bukit, pengunjung dapat berjalan kaki menaiki jalur 348 anak tangga beton. Pengelola menyediakan empat pos persinggahan di sepanjang rute tangga agar pengunjung dapat beristirahat sejenak sambil menikmati udara luar.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat, tersedia pula rute jalan beraspal yang mengarah langsung ke area bukit dekat benteng. Di sekitar kawasan perbukitan ini juga hidup berbagai jenis vegetasi hutan dan satwa liar lokal seperti burung serta tarsius.

Fasilitas pendukung di area bawah dan atas bukit sudah tersedia untuk kenyamanan pelancong, mulai dari area parkir kendaraan, toilet umum, hingga papan informasi sejarah. Beberapa titik di sekitar dinding benteng menjadi lokasi favorit pengunjung untuk mengabadikan gambar dengan latar panorama alam.

 

Akses Menuju Benteng Otanaha

Lokasi Benteng Otanaha mudah dijangkau dari pusat Kota Gorontalo menggunakan moda transportasi darat. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, atau jasa angkutan umum lokal dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 30 menit.

Rute perjalanan dari arah pusat kota mengarah ke barat menuju kawasan Kelurahan Dembe I di Kecamatan Kota Barat. Jalan raya menuju lokasi terbilang baik dan melintas di sepanjang tepi kawasan pemukiman warga serta area dekat Danau Limboto.

Pengunjung yang melanjutkan perjalanan dari arah Benteng Otanaha juga dapat mampir ke destinasi sejarah terdekat lainnya. Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno berjarak sekitar dua kilometer dari kawasan benteng ini.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kawasan cagar budaya Benteng Otanaha dapat dikunjungi oleh masyarakat setiap hari dari pagi hingga sore hari.

Wisatawan yang datang menggunakan kendaraan bermotor dikenakan biaya tambahan untuk retribusi parkir di area yang telah disediakan.

Seluruh pengunjung yang berada di area benteng diminta untuk menjaga ketertiban serta tidak merusak atau mencoret dinding batu kuno. Pengunjung juga dianjurkan membuang sampah pada tempatnya demi memelihara keasrian lingkungan perbukitan Dembe.

 

Ayo Berkunjung ke Benteng Otanaha!

Mendatangi Benteng Otanaha memberikan pengalaman belajar sejarah perjuangan rakyat Gorontalo di tengah bentang alam perbukitan. Perpaduan antara arsitektur batu abad ke-16 dan pemandangan Danau Limboto menjadikan tempat ini sebagai tujuan wisata yang penting untuk dikunjungi.

Jika sedang menjadwalkan perjalanan ke Kota Gorontalo, luangkan waktu untuk singgah ke Kelurahan Dembe I ini. Susuri anak tangganya, amati dinding batu penanda masa lalu, dan nikmati pemandangan Kota Gorontalo dari puncak Benteng Otanaha.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Benteng Otanaha?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.