Pau Cubarsi kembali menjadi sorotan setelah tampil luar biasa saat membantu Spanyol meraih kemenangan di semifinal Piala Dunia 2026.
Bek muda Barcelona itu menunjukkan ketenangan, kecerdasan membaca permainan, dan disiplin tinggi sehingga mampu membuat Kylian Mbappe kesulitan memberikan pengaruh sepanjang pertandingan.
Penampilan tersebut sekaligus mengingatkan publik Indonesia bahwa Cubarsi pernah merasakan atmosfer sepak bola Tanah Air.
Pau Cubarsi Tampil Gemilang di Semifinal Piala Dunia 2026
Nama Pau Cubarsi yang memang sudah cukup dikenal semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bek muda terbaik dunia.
Dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026, pemain berusia muda itu menjadi tembok kokoh di lini belakang Spanyol ketika menghadapi Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise yang secara kolektif sudah mencatatkan 13 gol dan 10 asis.
Sejak menit awal, Cubarsi memperlihatkan kualitas bertahan yang sangat matang. Ia mampu menjaga jarak dengan baik, memotong alur umpan lawan, serta beberapa kali memenangi duel penting.
Kecepatan Mbappe yang selama ini menjadi senjata utama Prancis pun berhasil diredam berkat koordinasi pertahanan ciamik dari bek berusia 19 tahun ini.
Keberhasilannya membatasi ruang gerak Mbappe dan membuatnya tak berkutik menjadi salah satu faktor penting yang mengantar Spanyol melangkah ke partai final.
Penampilan impresif tersebut kembali memperlihatkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk tampil dominan di panggung sepak bola terbesar dunia.
Indonesia Pernah Menjadi Saksi Perkembangan Cubarsi
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, nama Pau Cubarsi sebenarnya bukan sosok yang benar-benar asing. Jauh sebelum menjadi pilar utama tim nasional Spanyol senior, ia pernah datang ke Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia U-17 2023.
Turnamen tersebut menjadi momen bersejarah karena Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah ajang bergengsi level usia muda tersebut. Kehadiran berbagai talenta terbaik dunia memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan langsung calon-calon bintang masa depan.
Cubarsi menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian karena tampil konsisten sebagai bek tengah Spanyol U-17. Meski saat itu usianya masih sangat muda, ia sudah memperlihatkan ketenangan dalam menguasai bola dan kemampuan membaca permainan yang menjadi ciri khasnya hingga sekarang.
Spanyol yang ia perkuat kala itu berhasil mencapai babak perempat final sebelum akhirnya dikalahkan Jerman dengan skor tipis 1-0.
Pernah Bermain di Stadion Manahan dan Jakarta International Stadium
Selama mengikuti Piala Dunia U-17 2023, Pau Cubarsi sempat merasakan atmosfer dua stadion megah di Indonesia, yakni Stadion Manahan di Solo dan Jakarta International Stadium.
Stadion Manahan menjadi salah satu venue utama yang digunakan sepanjang turnamen. Atmosfer yang diciptakan para suporter Indonesia memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda dari berbagai negara, termasuk Cubarsi.
Dukungan penonton yang antusias membuat setiap pertandingan berlangsung meriah meski berada di level kelompok usia.
Selain itu, Cubarsi juga pernah bermain di Jakarta International Stadium. Stadion berstandar internasional tersebut menjadi salah satu ikon baru sepak bola Indonesia dengan fasilitas modern dan kapasitas penonton yang besar.
Bermain di stadion tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para pemain muda yang sedang membangun karier internasional mereka.
Saat itu mungkin belum banyak yang membayangkan bahwa salah satu pemain muda Spanyol yang tampil di Indonesia kelak akan berkembang menjadi bek andalan tim nasional senior dan menjadi pemain penting dalam pertandingan sebesar semifinal Piala Dunia.
Perjalanan Karier yang Terus Menanjak
Seusai tampil di Piala Dunia U-17 2023, perkembangan Pau Cubarsi berlangsung sangat pesat. Bersama Barcelona, ia mampu menembus tim utama dalam usia yang masih sangat muda yaitu 16 tahun.
Kala itu, ia masuk di babak kedua pada tanggal 18 Januari 2024 saat Barcelona melawan Unionistas de Salamanca di ajang Copa del Rey.
Kepercayaan yang diberikan klub berhasil dijawab dengan penampilan konsisten menghadapi para penyerang terbaik di kompetisi Eropa.
Kemampuan mengantisipasi serangan, ketenangan saat menguasai bola, dan akurasi umpan membuatnya menjadi sosok ideal dalam skema permainan modern. Tidak hanya piawai bertahan, Cubarsi juga berperan penting dalam membangun serangan dari lini belakang.
Performa apik di level klub dengan capaian 4 gelar kemudian membuka jalan baginya untuk menjadi pilihan utama di tim nasional Spanyol asuhan Luis de la Fuente. Kepercayaan tersebut terus dibalas dengan penampilan solid, termasuk saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Kenangan di Indonesia Menjadi Bagian dari Perjalanan Besarnya
Kesuksesan Pau Cubarsi di panggung dunia juga menjadi pengingat bahwa Indonesia pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Stadion Manahan dan Jakarta International Stadium menjadi dua tempat yang pernah menjadi saksi langkah awal bek muda tersebut ketika masih berstatus pemain tim nasional Spanyol U-17.
Kini, setelah berhasil menunjukkan kualitasnya di level tertinggi dan mampu membuat pemain sekaliber Kylian Mbappe tampil kurang maksimal di semifinal Piala Dunia 2026, perjalanan Cubarsi menjadi bukti bahwa pengalaman sejak usia muda memiliki peran penting dalam membentuk pemain elit.
Bagi para pencinta sepak bola Indonesia, keberhasilan Cubarsi tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri.
Meski hanya menjadi salah satu persinggahan dalam kariernya, Indonesia pernah menjadi tempat ia mengasah pengalaman internasional sebelum berkembang menjadi salah satu bek paling menjanjikan di dunia.
Dari lapangan Stadion Manahan hingga Jakarta International Stadium, jejak langkah Pau Cubarsi kini memiliki makna yang semakin besar setelah namanya bersinar di panggung Piala Dunia 2026 dan berpotensi mendapatkan gelar Pemain Muda Terbaik di ajang sepakbola terbesar sejagat ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


