trash ranger indonesia gelar ocean wave 2026 di wisata mangrove karangantu - News | Good News From Indonesia 2026

Trash Ranger Indonesia Gelar Ocean Wave 2026 di Wisata Mangrove Karangantu

Trash Ranger Indonesia Gelar Ocean Wave 2026 di Wisata Mangrove Karangantu
images info

Kegiatan Ocean Waves 2026 Trash Ranger (Dok. Trash Ranger Indonesia/Trash Ranger Indonesia)


Trash Ranger Indonesia menggelar Ocean Wave 2026, sebuah aksi penanaman mangrove yang menjadi bagian dari rangkaian pre-event TRACE FEST 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Banten ini mengajak generasi muda tidak hanya memahami pentingnya ekosistem mangrove melalui diskusi, tetapi juga turun langsung menanam bibit sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Yang menarik, Ocean Wave 2026 tidak dibangun sebagai kegiatan seremonial. Sejak awal acara, peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukanlah pekerjaan segelintir orang.

Perubahan justru lahir ketika semakin banyak anak muda bersedia mengambil peran, sekecil apa pun langkah yang dilakukan.

Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Acara dibuka melalui sambutan dari Fariz, Community Development Director Trash Ranger Indonesia, yang menyampaikan harapan agar penanaman mangrove menjadi langkah awal menjaga keberlanjutan lingkungan.

Setelah itu, peserta mengikuti sesi talkshow bersama Luthfia Rosvadiana dari Generasi Energi Bersih dan Ribkhi Aganta, Founder Rangers For Clean, yang membahas pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.

baca juga

Percakapan yang berlangsung terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Isu lingkungan tidak hanya dibahas dari sisi teori, tetapi juga melalui pengalaman berbagai komunitas yang selama ini bergerak di lapangan.

Generasi Energi Bersih, misalnya, menceritakan berbagai kegiatan pemberdayaan mangrove di Cirebon hingga kolaborasi penanaman mangrove bersama berbagai pihak sebagai bagian dari upaya membangun diplomasi hijau yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Sementara itu, Rangers For Clean membagikan pengalaman membangun gerakan pengelolaan sampah di Banten melalui berbagai program kolaboratif. Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi sangat relevan. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada kampanye.

Lingkungan membutuhkan lebih banyak tindakan nyata yang dilakukan secara bersama-sama. Semangat tersebut kemudian diwujudkan dalam sesi utama Ocean Wave 2026, yaitu penanaman mangrove. Peserta dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga hingga empat orang.

Setiap kelompok memperoleh 15 bibit mangrove yang ditanam secara bertahap di kawasan pesisir. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai proses rehabilitasi mangrove sekaligus memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan selalu dimulai dari langkah sederhana.

Tidak sedikit peserta yang baru pertama kali menanam mangrove. Namun, justru pengalaman tersebut menjadi bagian yang paling berkesan. Menanam satu bibit mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat harapan agar kawasan pesisir tetap mampu melindungi masyarakat dari abrasi sekaligus menjadi habitat berbagai spesies laut.

Menurut Luthfia Rosvadiana, saat ini merupakan waktunya generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap sampah, energi bersih, maupun pelestarian mangrove menjadi pilihan yang akan menentukan kondisi bumi pada masa mendatang. 

Sementara itu, Ribkhi Aganta berharap semakin banyak anak muda yang lahir dari keresahan, lalu mengubah keresahan tersebut menjadi aksi nyata sebagai agen perubahan.

Pesan tersebut terasa semakin penting ketika melihat kondisi ekosistem mangrove di Indonesia. Berdasarkan berbagai kajian lingkungan, Indonesia memang memiliki kawasan mangrove terluas di dunia. Namun, sebagian kawasan tersebut masih menghadapi ancaman akibat pencemaran, konversi lahan, dan kerusakan pesisir. Karena itulah, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui Ocean Wave 2026, peserta juga memperoleh edukasi mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung alami garis pantai, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyerap karbon yang efektif. Pengetahuan tersebut melengkapi pengalaman lapangan sehingga peserta tidak hanya memahami cara menanam, tetapi juga mengerti alasan mengapa mangrove perlu dijaga bersama.

baca juga

Ocean Wave 2026 menjadi rangkaian kedua menuju TRACE FEST 2026 setelah sebelumnya digelar kegiatan webinar Green Forest 2026. Fokusnya adalah pada pelestarian hutan. Selain itu, diselenggarakan juga kegiatan offlineUrban Eco-Journey yang mengangkat pentingnya ruang hijau di kawasan perkotaan.

Seluruh rangkaian ini akan bermuara pada main event TRACE FEST 2026 di Jakarta. Harapannya kegiatan ini bisa sebagai ruang kolaborasi antara komunitas, pelajar, mahasiswa, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ocean Wave 2026 memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Menanam satu bibit mangrove, berbagi pengetahuan, hingga mengajak teman ikut peduli merupakan bagian dari perubahan yang dapat tumbuh secara perlahan.

Ketika semakin banyak generasi muda memilih bergerak bersama, harapan untuk memulihkan ekosistem mangrove di Banten bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan perjalanan yang sedang dibangun sedikit demi sedikit.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.