cara membedakan motif batik parang yang asli dan yang palsu kenali ciri cirinya - News | Good News From Indonesia 2026

Cara Membedakan Motif Batik Parang yang Asli dan yang Palsu, Kenali Ciri-Cirinya!

Cara Membedakan Motif Batik Parang yang Asli dan yang Palsu, Kenali Ciri-Cirinya!
images info

Cara Membedakan Motif Batik Parang yang Asli dan yang Palsu, Kenali Ciri-Cirinya! PICYRIL


Batik parang merupakan salah satu motif batik klasik yang memiliki nilai sejarah sekaligus filosofi yang mendalam. Motif ini dikenal melalui susunan garis diagonal berbentuk huruf S atau menyerupai ombak dan tebing miring.

Batik yang berasal dari peninggalan Kerajaan Mataram ini menjadi salah satu motif yang paling banyak dicari, baik untuk koleksi maupun dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Seiring meningkatnya popularitas batik parang, semakin banyak pula produk bermotif serupa yang beredar di pasaran. Sebagian di antaranya merupakan batik tulis yang dibuat secara tradisional menggunakan canting dan pewarnaan manual, sementara sebagian lainnya diproduksi dengan teknik printing

Dalam artikel ini, istilah "palsu" mengacu pada produk yang diklaim sebagai batik tulis asli, padahal sebenarnya dibuat menggunakan teknik printing atau cetak.

Lantas, bagaimana cara membedakan motif batik parang tulis dengan motif batik parang printing? Berikut beberapa ciri yang bisa Kawan GNFI perhatikan sebelum membelinya.

1. Pola Motif Tidak Selalu Sama Persis

Batik parang tulis asli dibuat secara manual menggunakan canting. Karena dikerjakan dengan tangan, setiap pola memiliki karakter tersendiri. Jika diperhatikan lebih dekat, akan terlihat sedikit perbedaan pada bentuk garis maupun pengulangan motif. Justru ketidaksempurnaan kecil tersebut menjadi salah satu tanda bahwa batik dibuat secara manual.

Sebaliknya, batik yang diklaim asli menggunakan teknik manual tetapi sebenarnya dibuat menggunakan teknik printing diproduksi menggunakan mesin yang sudah diatur sehingga setiap pola tampak sangat presisi dan sempurna. Pengulangan motifnya terlihat benar-benar identik satu sama lain.

2. Motif Terlihat Jelas di Kedua Sisi Kain

Salah satu cara paling mudah membedakan motif batik parang tulis dan printing adalah dengan melihat bagian belakang kain.

Pada batik parang yang dibuat menggunakan teknik tulis, warna akan meresap hingga ke serat kain bagian belakang sehingga motif di bagian belakang tampak sama dengan bagian depan. Hal ini karena batik tulis melewati 3 kali proses pencelupan warna dan 3 kali proses canting. 

Sementara itu, pada batik parang yang dibuat menggunakan teknik printing, bagian belakang biasanya terlihat lebih pudar karena warna hanya dicetak pada permukaan kain.

3. Detail Motif Terlihat Lebih Alami

Detail garis dan titik pada batik parang tulis memiliki karakter yang lebih hidup karena dibuat menggunakan canting. Ketebalan garis dapat sedikit berbeda di beberapa bagian, mengikuti gerakan tangan pembatik.

Berbeda dengan motif batik parang printing yang menghasilkan garis sangat rapi dan seragam. Meskipun terlihat bersih, motifnya cenderung tidak memiliki karakter khas hasil pekerjaan tangan.

baca juga

4. Memiliki Aroma Khas 

Batik parang tulis umumnya masih menyisakan aroma khas malam atau lilin batik, terutama jika kain masih baru. Aroma tersebut berasal dari proses pembatikan yang menggunakan malam sebagai bahan pewarna.

Sebaliknya, batik parang printing tidak melalui proses tersebut sehingga biasanya tidak memiliki aroma khas malam. Beberapa bahkan masih menyisakan bau tinta tekstil.

7. Perhatikan Harga yang Ditawarkan

Harga memang bukan satu-satunya penentu keaslian batik, tetapi bisa menjadi salah satu indikator. Jika menemukan batik parang yang diklaim sebagai batik tulis dengan harga jauh lebih murah dari pasaran, sebaiknya lakukan pengecekan lebih teliti.

Biasa batik asli dijual dengan harga yang lebih mahal karena proses pembuatan batik asli yang membutuhkan ketelitian dan waktu yang lebih lama. 

Tidak ada salahnya menanyakan kepada penjual mengenai teknik pembuatan batik, jenis kain yang digunakan, hingga asal produksinya sebelum memutuskan untuk membeli.

8. Belilah dari Perajin atau Toko Tepercaya

Untuk mendapatkan batik parang berkualitas, usahakan membeli dari perajin, sentra batik, atau bahkan pameran seni. Selain memperoleh produk yang sesuai, membeli langsung dari perajin juga menjadi salah satu cara untuk mendukung keberlangsungan para pembatik dan menjaga kelestarian warisan budaya Indonesia.

Itulah beberapa cara yang dapat digunakan untuk memastikan keaslian batik parang sebelum membelinya. Dengan mengenali ciri-cirinya, Kawan GNFI tidak hanya bisa mendapatkan produk yang sesuai, tetapi juga ikut mengapresiasi karya para perajin serta mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.