Emas merupakan salah satu logam yang sangat bernilai. Harganya yang cenderung naik dan nilainya yang diakui tinggi sejak dahulu membuat emas dianggap sebagai salah satu pelindung nilai alias safe haven yang aman dan “kebal” terhadap inflasi.
Banyak orang berlomba-lomba mengumpulkan emas untuk disimpan sebagai aset di masa depan. Emas dianggap mampu mempertahankan nilai kekayaan dari masa ke masa. Ditambah lagi, logam satu ini taham lama, tidak mudah berkarat, dan tidak mudah bereaksi dengan zat kimia, serta mudah dibentuk sebagai perhiasan maupun Batangan.
Berbicara soal emas, Indonesia merupakan salah satu negara yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, salah satunya emas. Indonesia memiliki pertambangan emas besar, bahkan masuk sebagai yang terbesar di dunia berkat kapasitas produksinya.
10 Tambang Emas Terbesar di Dunia Berdasarkan Total Produksinya
Data S&P Global Market Intelligence yang dirangkum SeasiaStats, di bawah ini adalah 10 tambang emas terbesar di dunia berdasarkan total produksinya:
- Nevada Gold Mines (Amerika Serikat): 83,9 ton
- Muruntau (Uzbekistan): 83,3 ton
- Grasberg (Indonesia): 57,9 ton
- Olimpiada (Rusia): 44,8 ton
- Almalyk Complex (Uzbekistan): 34,6 ton
- Batu Hijau (Indonesia): 31,4 ton
- Kazzinc Consolidated: (Kazakhstan) 31,1 ton
- Ahafo (Ghana): 24,8 ton
- Loulo-Gounkoto (Mali): 21,6 ton
- Kibali (Republik Demokratik Kongo/DRC): 21,4
Dalam daftar tersebut, tampak jika ada dua tambang emas besar di Indonesia yang masuk daftar, yakni Grasberg dan Batu Hijau. Keduanya merupakan tambang emas terbesar di Indonesia yang ikut menggerakkan ekonomi nasional.
Grasberg, Tambang Emas Terbesar di Indonesia
Tambang Grasberg dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia. Terletak di Mimika, Papua Tengah, tambang ini bukan hanya memiliki cadangan emas yang melimpah, tapi juga tembaga yang sangat besar.
Grasberg ditemukan pada 1988. Kawasan yang memiliki kandungan emas tinggi ini hanya berjarak sekitar satu kilometer saja dari Ertsberg yang sudah ditambang terlebih dahulu sejak 1973. Akan tetapi, cadangan di Ertsberg habis pada 1990.
Grasberg sebetulnya memiliki dua area tambang, yakni area penambangan terbuka dan area penambangan bawah tanah. Namun, tambang terbukanya tidak dioperasikan, sehingga Freeport berfokus pada penambangan bawah tanah.
Disadur dari ANTARA, tahun 2028, PT Freeport menargetkan 1,4 juta ons atau 43 ton emas dari tambang raksasa tersebut.
Tambang Batu Hijau
Tambang Batu Hijau adalah sebuah tambang di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tambang ini dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Sama seperti Grasberg, tak hanya emas, Tambang Batu Hijau juga menghasilkan mineral lain seperti tembaga dan perak.
Merangkum dari situs resmi Amman Mineral, Batu Hijau merupaka tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan satu dari lima cadangan setara tembaga terbesar di dunia. Bisa dibayangkan sebesar apa potensi tambang ini?
Akan tetapi, cadangan emas dan tembaga di pertambangan ini diperkirakan akan habis di tahun 2030.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


