Lagi asyik nonton sepak bola bareng teman-teman. Suasana mulai tegang saat semua pemain mulai berkumpul di kotak penalti, tiba-tiba ponselmu berbunyi dan notifikasi dari aplikasi live score muncul.
GOLLLL!!!!
Padahal di layar kaca, bola belum benar-benar menyentuh jaring. Rasanya seperti ada teman yang membocorkan ending film saat kamu bahkan masih berada di puncak konflik. Jika pernah mengalami hal seperti ini, mungkin Kawan GNFI bertanya-tanya bagaimana bisa aplikasi live score selalu lebih cepat dari siaran televisi? Apakah aplikasinya memang luar biasa cepatnya atau justru televisinya yang terlambat?.
Jawabannya ternyata merupakan kombinasi keduanya.
Kenapa Aplikasi Live Score Bisa Lebih Cepat dari Siaran Televisi?
Sebagian orang menganggap aplikasi live score sebagai “tukang spoiler”, tapi penyebabnya belum tentu berada pada aplikasinya. Daripada langsung menuduh aplikasi live score sebagai tukang spoiler, yuk kita lihat dulu dari sudut pandang yang lain. Bagaimana jika ternyata bukan aplikasinya yang terlalu cepat, melainkan siaran televisinya yang mengalami keterlambatan?.
Siaran televisi ini bisa diibaratkan sebagai penumpang bus yang harus transit berkali-kali untuk bisa sampai ke tujuan. Menurut penelitian mengenai low-latency video streaming, keterlambatan tayangan video pada sistem streaming konvensional bisa mencapai lebih dari 10 detik.
Keterlambatan dapat terjadi karena video harus melalui beberapa tahapan sebelum muncul di layar televisi, tahapan tersebut dimulai dari pengolahan hingga pengiriman data. Belum lagi data yang diterima harus disimpan sementara sebelum video dapat diputar, inilah yang mengakibatkan adanya jeda waktu antara peristiwa yang terjadi di lapangan dengan tayangan yang diterima penonton.
Berbeda dengan televisi, pada aplikasi live score tidak perlu mengirim video. Mereka hanya mengirimkan data-data pertandingan seperti pencetak gol, penerima kartu merah atau kuning, serta berbagai informasi pertandingan lainnya.
Karena ukuran datanya jauh lebih kecil dan ringan, informasi dapat dikirim dengan cepat.
Teknologi di Balik Cepatnya Aplikasi Live Score
Selain ukuran data yang ringan, kecepatan aplikasi live score juga didukung oleh teknologi bernama WebSocket. Sebelumnya, pengiriman data banyak menggunakan HTTP polling. Ibaratnya, kamu harus terus bertanya kepada temanmu apakah ada informasi terbaru. Sementara itu, WebSocket bekerja sebaliknya. Begitu ada informasi baru, sistem langsung mengirimkannya tanpa perlu menunggu permintaan dari pengguna.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh IEEE menemukan bahwa WebSocket mampu mengirim data dengan jeda waktu pengiriman rata-rata hanya 40 milidetik, hampir empat kali lebih cepat dibanding HTTP polling yang membutuhkan 150 milidetik untuk jarak yang sama. Itulah mengapa notifikasi gol muncul lebih dulu di ponsel daripada siaran televisi.
Bagaimana Gol Bisa Sampai ke Ponsel dalam Hitungan Detik?
Dari kecepatan pengiriman data, teknologi WebSocket memang sangat membantu. Namun, secepat apa pun teknologinya, percuma jika tidak ada update data pertandingan yang masuk.
Dalam pertandingan profesional, ada petugas khusus di stadion atau bisa disebut live data operator. Tugas mereka bukan hanya menonton pertandingan, tetapi mencatat setiap kejadian di lapangan seperti siapa pencetak gol, menit terciptanya gol, pergantian pemain, hingga detail tambahan lainnya.
Penelitian mengenai sistem pengumpulan data milik OPTA menjelaskan bahwa operator harus menjalani pelatihan khusus dan mereka juga harus paham definisi setiap kejadian pertandingan agar data yang dicatat akurat. Setelah dicatat, informasi langsung diteruskan ke server.
Selanjutnya, server mengirimkan pembaruan tersebut ke aplikasi melalui koneksi WebSocket yang selalu aktif. Proses yang terjadi membuat jutaan pengguna bisa menerima notifikasi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Jadi, Siapa Sebenarnya Tukang Spoiler?
Kalau dipikir-pikir, aplikasi live score sebenarnya bukan “tukang spoiler”. Mereka hanya menyampaikan informasi lewat jalur yang lebih cepat daripada siaran televisi.
Di balik notifikasi gol yang muncul dalam hitungan detik, ada operator data di stadion yang mencatat setiap kejadian, ada server yang meneruskan informasi, dan ada teknologi WebSocket yang memastikan pembaruan sampai ke ponsel pengguna secara cepat.
Jadi, jangan kaget saat Kawan GNFI sedang menonton Piala Dunia 2026 tiba-tiba grup WhatsApp sudah ramai mengetik “GOOOOLLLL!” saat di layar televisi, bola bahkan belum menyentuh ke jaring gawang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


