bukan sekadar penghilang bosan ini manfaat permen karet yang jarang disadari - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sekadar Penghilang Bosan, Ini Manfaat Permen Karet yang Jarang Disadari

Bukan Sekadar Penghilang Bosan, Ini Manfaat Permen Karet yang Jarang Disadari
images info

Foto oleh Gabriel Dalton di Unsplash


Pernahkah Kawan GNFI mengunyah permen karet setelah makan? Bagi sebagian orang, kebiasaan ini hanya dilakukan untuk menghilangkan bau mulut atau sekadar mengisi waktu luang. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap permen karet justru dapat merusak gigi karena identik dengan makanan manis.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika memilih permen karet bebas gula, kebiasaan mengunyah permen karet justru memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan mulut. Mulai dari membantu membersihkan sisa makanan, meningkatkan produksi air liur, hingga menurunkan risiko gigi berlubang. Tentu saja, manfaat tersebut akan diperoleh apabila dikonsumsi dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.

Lantas, apa saja manfaat mengunyah permen karet bagi kesehatan?

Merangsang Produksi Air Liur

Salah satu manfaat utama mengunyah permen karet adalah meningkatkan produksi air liur. Saat rahang bergerak untuk mengunyah, kelenjar ludah akan bekerja lebih aktif sehingga jumlah air liur di dalam mulut bertambah. Air liur berfungsi membersihkan sisa makanan, menetralkan asam di rongga mulut, serta membantu melindungi email gigi.

Data ilmiah menunjukkan bahwa mengunyah permen karet, terutama yang mengandung xylitol, mampu meningkatkan sekresi saliva (air liur) sekaligus memperbaiki pH saliva. Penelitian Rezky dan Handajani dalam Majalah Kedokteran Gigi Indonesia menunjukkan bahwa pengunyahan permen karet xylitol memberikan peningkatan kondisi saliva yang lebih baik dibandingkan permen karet bergula.

baca juga

Membantu Mencegah Gigi Berlubang

Gigi berlubang masih menjadi masalah kesehatan gigi yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018, proporsi terbesar masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah gigi berlubang sebesar 45,3%.

Salah satu cara sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko karies adalah mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol. Xylitol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab karies, sekaligus meningkatkan produksi saliva sehingga plak lebih mudah dibersihkan.

Hasil literature review oleh Saputera, Wicaksono, dan Khoman menunjukkan bahwa konsumsi permen karet xylitol dengan dosis sekitar 3,4–10 gram per hari cukup efektif dalam menurunkan plak gigi. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa dosis di bawah 3,4 gram per hari kurang efektif, sedangkan dosis di atas 10 gram per hari tidak memberikan manfaat tambahan yang berarti terhadap penurunan bakteri S. mutans.

baca juga

Menyegarkan Napas, tetapi Bukan Pengganti Sikat Gigi

Selain meningkatkan produksi air liur, mengunyah permen karet juga membantu mengurangi sisa makanan yang menempel pada gigi sehingga napas terasa lebih segar. Namun, permen karet tidak dapat menggantikan fungsi menyikat gigi karena plak yang melekat kuat tetap memerlukan pembersihan menggunakan sikat gigi.

Penelitian Fatikarini dan Handajani terhadap mahasiswa menunjukkan bahwa pengunyahan permen karet, baik yang mengandung gula maupun xylitol, dapat menurunkan pembentukan plak gigi. Akan tetapi, penurunan plak paling baik diperoleh pada permen karet yang mengandung xylitol, sehingga jenis ini lebih direkomendasikan sebagai pelengkap menjaga kebersihan gigi setelah makan.

Mengunyah permen karet ternyata bukan sekadar kebiasaan untuk mengusir bosan. Jika memilih permen karet bebas gula, aktivitas sederhana ini dapat membantu meningkatkan produksi air liur, menurunkan risiko gigi berlubang, serta menyegarkan napas. Namun, manfaat tersebut tidak akan menggantikan pentingnya menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi secara rutin dan memeriksakan kesehatan gigi ke dokter.

Jadi, lain kali ketika selesai makan dan belum sempat menyikat gigi, mengunyah permen karet bebas gula selama sekitar 10–20 menit bisa menjadi pilihan yang bermanfaat. Ingat, kuncinya bukan pada seberapa sering mengunyah permen karet, melainkan memilih jenis yang tepat dan tetap menjadikan sikat gigi sebagai kebiasaan utama dalam menjaga kesehatan mulut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.