senja teduh pelita secercah harapan dari pasukan pelita untuk membangun bumi - News | Good News From Indonesia 2026

Senja Teduh Pelita, Secercah Harapan dari Pasukan Pelita untuk Membangun Bumi

Senja Teduh Pelita, Secercah Harapan dari Pasukan Pelita untuk Membangun Bumi
images info

Suasana Curtain Call Senja Teduh Pelita | Tania Simatupang


Jakarta Movin kembali menyapa penikmat teater musikal melalui pertunjukan Senja Teduh Pelita. Judul ini diambil dari salah satu lagu karya MALIQ & D'Essentials yang dirilis pada 2019.

Sebelumnya, Jakarta Movin juga telah mengadaptasi lagu-lagu karya Tulus dalam musikal Interaksi (2024) serta lagu-lagu RAN melalui Pandangan Pertama (2025).

Mengusung tema fiksi ilmiah (sci-fi), Senja Teduh Pelita mengisahkan petualangan Arah, Kala, dan Pasukan Pelita dalam upaya membangun dunia yang lebih baik. Kisah ini bermula ketika orang tua mereka meninggalkan kota tempat tinggal demi menjalankan sebuah misi.

Waktu terus berlalu tanpa kabar, sementara kota yang mereka tinggali semakin porak-poranda. Kekhawatiran itu akhirnya mendorong Pasukan Pelita untuk mencari orang tua mereka sekaligus mengembalikan sesuatu yang telah hilang dari bumi.

Pasukan Pelita | Tania Simatupang

Harapan muncul ketika Ibu Arah mengirimkan pesan samar bahwa para orang tua berada di sebuah tempat bernama Aurora. Berbekal keberanian, Pasukan Pelita mengarungi lautan menuju tempat tersebut.

Namun, badai besar menghantam kapal mereka hingga akhirnya terdampar di Teluk Pelita. Tak disangka, di sanalah mereka menemukan sebuah wilayah yang masih asri, kaya akan alam, dan nyaris belum tersentuh oleh manusia.

baca juga

Pasukan Pelita dipertemukan dengan dua pilihan, kembali melanjutkan perjalanan menuju Aurora atau menikmati keindahan alam Teluk Pelita.

Pertunjukan ini juga menjadi ajang reuni bagi sejumlah pemain Musikal Petualangan Sherina (2025). Karakter Arah diperankan oleh Alf dan Daria, sementara Kala dimainkan oleh Taby dan Cio.

Masing-masing berhasil menghidupkan karakter mereka dengan kuat. Penonton seolah terhipnotis oleh interaksi para pemain sepanjang dua jam pertunjukan. Usia Pasukan Pelita memang terbilang muda, namun mereka mampu menyampaikan dinamika emosi yang kompleks dengan sangat baik.

Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials selama ini identik dengan kisah cinta dan kasih sayang. Namun, Senja Teduh Pelita menghadirkan perspektif baru dengan menjadikannya sebagai pengiring perjalanan penuh harapan dan keberanian.

Aransemen yang dibawakan Wishnu Dewanta Orchestra berhasil memperkaya emosi disetiap adegan, sementara penampilan para ensemble semakin menghidupkan dunia yang dibangun di atas panggung. Seluruh elemen tersebut berpadu menjadi sebuah pertunjukan yang harmonis.

Di balik kisah petualangannya, Senja Teduh Pelita menyampaikan pesan tentang hidup dengan rasa cukup, kepedulian terhadap sesama, serta pentingnya menjaga bumi.

Pertunjukan ini mengajak penonton membayangkan betapa indahnya jika manusia dapat hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya.

baca juga

Terima kasih kepada Arah, Kala, Pasukan Pelita, serta seluruh tim di balik Senja Teduh Pelita yang telah menyampaikan harapan akan masa depan bumi dengan begitu manis. Semoga perjalanan mereka menemukan Aurora dan melindungi Teluk Pelita dapat mengingatkan kita untuk semakin mencintai bumi yang kita tinggali.

Senja Teduh Pelita dipentaskan pada 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Bagi Kawan GNFI yang belum sempat menyaksikannya, masih ada kesempatan untuk mengikuti petualangan Pasukan Pelita hingga akhir masa pertunjukan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.