pasar terapung lok baintan tradisi berdagang di atas perahu yang tak lekang oleh waktu - News | Good News From Indonesia 2026

Pasar Terapung Lok Baintan, Tradisi Berdagang di Atas Perahu yang Tak Lekang oleh Waktu

Pasar Terapung Lok Baintan, Tradisi Berdagang di Atas Perahu yang Tak Lekang oleh Waktu
images info

Dok. midori (Wikimedia)


Pukul enam pagi di Sungai Martapura, cahaya matahari belum sepenuhnya naik, tapi aktivitas di atas air sudah dimulai.

Puluhan perahu kayu kecil yang disebut jukung bergerak perlahan, saling merapat, dan para pedagang sudah saling menawarkan dagangan. Ini adalah Pasar Terapung Lok Baintan, pasar tradisional yang sudah berjalan sejak ratusan tahun lalu dan hingga hari ini masih bertahan dengan cara yang hampir sama seperti nenek moyang orang Banjar menjalankannya.

Pasar ini berlokasi di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan terdapat dua pasar terapung yang terkenal, yang satu di Muara Kuin, Banjarmasin, dan yang satu ini di Lok Baintan.

Keduanya punya karakter serupa, tapi Lok Baintan sering disebut lebih autentik karena lebih jauh dari pusat kota dan tidak terlalu terkena arus modernisasi yang sama.

Yang membuat pasar ini luar biasa adalah fakta bahwa ini bukan rekonstruksi wisata. Ini adalah pasar sungguhan, dengan pedagang sungguhan, yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat sekitar sungai.

Sekilas Mengenai Pasar Terapung Lok Baintan

Keberadaan pasar terapung di Kalimantan Selatan tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Banjar yang didirikan Sultan Suriansyah pada abad ke-16. Kerajaan ini berpusat di pertemuan anak-anak sungai, sehingga secara alami terbentuklah pusat perdagangan di jalur air.

Seiring berkembangnya kerajaan, jaringan perdagangan Banjar meluas hingga ke Jawa, Gujarat, dan Tiongkok, dan sungai-sungai menjadi jalur utama perniagaan.

Ketika pusat kerajaan kemudian berpindah ke Martapura, aktivitas perdagangan pun bergeser ke aliran Sungai Martapura, dan di situlah Pasar Terapung Lok Baintan tumbuh dan bertahan. Tradisi ini terus berlanjut melampaui pergantian zaman dan pemerintahan, menjadi salah satu ekspresi budaya Banjar yang paling konsisten.

Salah satu keunikan yang membedakan Lok Baintan dari pasar terapung lainnya adalah sistem barter yang masih dijalankan di antara para pedagang.

Sistem ini disebut bapanduk, berlaku khusus di antara sesama pedagang saat saling menukar barang dagangan. Di tengah ekonomi modern yang sepenuhnya berbasis uang, keberadaan bapanduk adalah sesuatu yang nyaris tidak mungkin ditemukan lagi di pasar manapun.

Daya Tarik Utama Pasar Terapung Lok Baintan

Daya tarik pertama yang langsung terasa adalah pemandangan itu sendiri. Puluhan jukung yang bergerak di atas sungai dengan para pedagang berbaju kurung dan bertopi tanggui menciptakan komposisi visual yang sangat kuat.

Tanggui adalah topi lebar tradisional yang terbuat dari daun rumbia, dan kehadiran topi ini menjadi identitas visual yang sangat ikonik dari pasar terapung Banjar.

Aktivitas jual beli di sini berlangsung langsung dari perahu ke perahu, bahkan sering kali tanpa kedua belah pihak harus berhenti mendayung.

Pedagang tidak hanya menjual hasil bumi seperti beras, sayur mayur, dan buah, tapi juga aneka jajanan dan makanan tradisional khas Banjar yang bisa langsung dinikmati di atas perahu.

Bagi Kawan yang ingin ikut merasakan suasana pasar dari dekat, menyewa klotok atau perahu mesin untuk susur sungai adalah cara terbaik. Pada rute barat susur sungai Banjarmasin, Pasar Terapung Lok Baintan menjadi titik pertama keberangkatan, sehingga menjadi bagian dari pengalaman sungai yang lebih panjang.

Dari sisi fotograf, datang ke sini pagi-pagi adalah pilihan yang hampir tidak pernah mengecewakan.

Bagi yang ingin pengalaman lebih meriah, Festival Pasar Terapung Lok Baintan yang masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara digelar setiap tahun. Festival ini menghadirkan lebih dari 500 pedagang pasar terapung, pertunjukan seni, dan lomba balap jukung yang sangat dinantikan warga sekitar.

Akses Menuju Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan berada di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Dari Kota Banjarbaru, perjalanan menuju Lok Baintan memakan waktu sekitar satu jam melalui jalur darat. Dari Banjarmasin, bisa ditempuh dalam waktu lebih singkat tergantung rute yang dipilih.

Setelah tiba di dermaga, perjalanan dilanjutkan menyusuri Sungai Martapura menggunakan perahu mesin atau klotok untuk mencapai area pasar terapung.

Klotok bisa disewa di dermaga dengan tarif yang bervariasi tergantung durasi dan kapasitas perahu. Tidak ada angkutan umum yang langsung menuju lokasi, sehingga kendaraan pribadi atau sewa adalah pilihan paling praktis.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Ini adalah satu hal yang wajib Kawan perhatikan sebelum berkunjung. Pasar Terapung Lok Baintan hanya beroperasi pada pagi hari, mulai sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WITA.

Lewat dari jam sembilan, pedagang mulai meninggalkan pasar dan suasana sungai kembali tenang. Artinya, datang terlambat berarti melewatkan seluruh pengalaman.

Tidak ada tiket masuk resmi untuk menyaksikan pasar terapung. Biaya yang perlu disiapkan adalah untuk sewa klotok atau perahu mesin, yang tarifnya bervariasi tergantung jenis perahu dan durasi perjalanan, serta uang belanja jika ingin membeli dagangan atau jajanan dari pedagang.

Bagi yang ingin menginap terlebih dahulu, banyak pilihan penginapan tersedia di Banjarmasin maupun Banjarbaru.

Ayo Berkunjung ke Pasar Terapung Lok Baintan!

Pasar Terapung Lok Baintan adalah salah satu pengalaman wisata yang tidak bisa digantikan oleh foto atau video, hanya bisa dirasakan langsung.

Datanglah jauh sebelum pukul enam pagi agar tidak terburu-buru, sewa klotok yang nyaman, bawa kamera, dan siapkan uang tunai untuk berbelanja langsung dari para pedagang perempuan bertanggui itu.

Kawan GNFI yang sedang berada di Kalimantan Selatan, jangan lewatkan kesempatan ini ya!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.