keren dosen feb um berdayakan istri nelayan desa montok lewat inovasi olahan kerang lorjuk khas madura - News | Good News From Indonesia 2026

Keren! Dosen FEB UM Berdayakan Istri Nelayan Desa Montok lewat Inovasi Olahan Kerang Lorjuk Khas Madura

Keren! Dosen FEB UM Berdayakan Istri Nelayan Desa Montok lewat Inovasi Olahan Kerang Lorjuk Khas Madura
images info

Keren! Dosen FEB UM Berdayakan Istri Nelayan Desa Montok Lewat Inovasi Olahan Kerang Lorjuk Khas Madura


Potensi hasil laut yang melimpah akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar apabila diolah menjadi produk bernilai tambah. Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen FEB Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Community-Based Economic Empowerment melalui Diversifikasi Olahan Kerang Lorjuk Khas Madura". Sasarannya adalah kelompok istri nelayan di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 26–27 Juni 2026. Tujuannya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil laut lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga nelayan.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., selaku Ketua Tim Pengabdian sekaligus Dekan FEB Universitas Negeri Malang, bersama dua anggota tim, yaitu Putra Hilmi Prayitno, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, dan Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi., dosen bidang Psikologi. Tim juga beranggotakan mahasiswa.

Kolaborasi lintas disiplin ini menghadirkan pendampingan yang komprehensif, mulai dari inovasi produk, peningkatan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran.

Dalam sambutannya, Dr. Heny Kusdiyanti menjelaskan bahwa Desa Montok memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar, salah satunya adalah kerang lorjuk, komoditas khas Madura yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar atau olahan sederhana.

"Lorjuk merupakan kekayaan kuliner khas Madura yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Namun, agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, diperlukan inovasi pengolahan sehingga nilai jualnya meningkat. Melalui program ini kami ingin para istri nelayan memiliki keterampilan baru sehingga mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal secara mandiri," jelas Dr. Heny.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga. Ketika perempuan berketerampilan berwirausaha, maka kesejahteraan rumah tangga juga akan semakin meningkat.

baca juga

Belajar Mengolah Lorjuk jadi Keripik dan Sambal

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah edukasi pengolahan kerang lorjuk menjadi produk olahan bernilai tambah, yaitu keripik lorjuk dan sambal lorjuk. Kedua produk tersebut dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan, mudah diproduksi dalam skala rumah tangga, serta berpotensi menjadi oleh-oleh khas Madura.

Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemilihan lorjuk segar, teknik pencucian yang benar untuk menghilangkan pasir dan kotoran, proses perebusan agar tekstur tetap baik, hingga penerapan sanitasi selama proses produksi sesuai prinsip keamanan pangan.

Dalam praktik pembuatan keripik lorjuk, peserta diajarkan proses membumbui lorjuk, melapisinya dengan adonan tepung berbumbu, kemudian menggorengnya menggunakan teknik yang tepat sehingga menghasilkan keripik yang renyah dan gurih.

Peserta juga mempelajari teknik pengemasan menggunakan kemasan kedap udara agar kualitas produk tetap terjaga.

Sementara itu, pada pembuatan sambal lorjuk, peserta mempraktikkan proses pengolahan lorjuk yang dipadukan dengan cabai, bawang, rempah-rempah, dan bumbu khas Madura sehingga menghasilkan sambal bercita rasa gurih, pedas, dan khas.

Tim pengabdian juga memberikan edukasi mengenai teknik pengemasan sambal menggunakan wadah food grade agar memiliki daya simpan lebih lama dan siap dipasarkan.

Selain teknik produksi, peserta memperoleh materi mengenai Good Manufacturing Practices (GMP), sanitasi peralatan, pelabelan produk, desain kemasan, penentuan harga jual, hingga strategi membangun identitas produk agar mampu bersaing di pasar.

baca juga

Meningkatkan Nilai Tambah Produk Lokal

Pada sesi diversifikasi produk, Putra Hilmi Prayitno menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat dimulai dari pengolahan hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Menurutnya, menjual lorjuk dalam bentuk mentah memberikan keuntungan yang relatif terbatas. Sebaliknya, apabila diolah menjadi keripik lorjuk dan sambal lorjuk, nilai jualnya dapat meningkat sehingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjual hasil tangkapan, tetapi mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki kualitas, kemasan, dan daya saing yang baik. Dengan demikian, lorjuk dapat menjadi produk unggulan Desa Montok yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar," ujar Putra Hilmi.

Selain menjadi narasumber, Putra Hilmi juga mendampingi peserta selama praktik pengolahan serta melakukan evaluasi terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Belajar Promosi dan Branding Produk

Tidak hanya fokus pada produksi, kegiatan ini juga membekali peserta dengan kemampuan memasarkan produk.

Gamma Rahmita Ureka Hakim memberikan pelatihan mengenai strategi promosi, branding, dan pemasaran digital agar produk olahan lorjuk mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Peserta diajak memahami pentingnya membangun identitas produk, membuat kemasan yang menarik, menyusun konten promosi sederhana, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Selain itu, Gamma juga mendokumentasikan seluruh kegiatan melalui video, berkoordinasi dalam penyusunan poster promosi bersama mahasiswa, serta mendampingi proses evaluasi kegiatan.

"Produk yang baik perlu didukung promosi yang baik pula. Dengan kemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat, kami berharap produk olahan lorjuk dari Desa Montok dapat dikenal lebih luas dan memiliki daya saing," ungkap Gamma.

Disambut Antusias Istri Nelayan

Program pengabdian ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Selama dua hari pelatihan, para istri nelayan tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari praktik pengolahan hingga diskusi mengenai peluang usaha.

Salah seorang peserta, Ibu Siti, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang selama ini belum pernah didapatkan.

"Biasanya lorjuk hanya kami jual apa adanya atau dimasak untuk keluarga. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi tahu cara membuat keripik lorjuk dan sambal lorjuk yang rasanya enak, tampilannya menarik, dan memiliki harga jual lebih tinggi. Kami juga belajar cara mengemas dan memasarkannya," ujarnya.

baca juga

Hal senada disampaikan oleh Ibu Aminah, yang berharap keterampilan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarganya.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami sekarang lebih percaya diri untuk mencoba usaha sendiri. Semoga ke depan produk keripik lorjuk dan sambal lorjuk khas Desa Montok bisa dikenal lebih luas dan menjadi oleh-oleh khas Madura," tuturnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.