dosen um kembangkan kurikulum kewirausahaan hijau berstandar internasional untuk perkuat daya saing ekonomi berkelanjutan - News | Good News From Indonesia 2026

Dosen UM Kembangkan Kurikulum Kewirausahaan Hijau Berstandar Internasional untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Berkelanjutan

Dosen UM Kembangkan Kurikulum Kewirausahaan Hijau Berstandar Internasional untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Berkelanjutan
images info

Keren! Dosen FEB UM Berdayakan Istri Nelayan Desa Montok Lewat Inovasi Olahan Kerang Lorjuk Khas Madura


Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi menuju pembangunan berkelanjutan melalui inovasi kurikulum dan kolaborasi internasional.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengembangan ECO-AILEARN (Eco-Artificial Intelligence Learning), sebuah kurikulum kewirausahaan berbasis Green Economy yang dirancang melalui internationalbenchmarking dan dievaluasi menggunakan pendekatan CIPP–Kirkpatrick Evaluation Model untuk memperkuat daya saing ekonomi berkelanjutan.

Program pengembangan kurikulum ini memperoleh pendanaan Hibah Dana Internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang Tahun 2026.

Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen UM dalam mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan global sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang, dengan anggota tim peneliti: Putra Hilmi Prayitno, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, dan Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi., dosen bidang Psikologi.

Tim penelitian juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai bagian dari implementasi student research engagement, serta mahasiswa dari Çukurova University, Türkiye, sehingga pengembangan kurikulum dilakukan melalui kolaborasi akademik lintas negara yang memperkaya perspektif global.

Pengembangan ECO-AILEARN dilaksanakan melalui kerja sama akademik dengan Prof. Dr. Memet dari Çukurova University, Türkiye, yang memiliki pengalaman dalam pengembangan kurikulum, pendidikan kewirausahaan, dan implementasi konsep pembangunan berkelanjutan di pendidikan tinggi.

Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan kurikulum yang mengintegrasikan perspektif internasional dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri di Indonesia.

Dr. Heny Kusdiyanti menjelaskan bahwa transformasi pendidikan kewirausahaan perlu diarahkan pada pengembangan kompetensi abad ke-21 yang mengintegrasikan inovasi, keberlanjutan, dan teknologi digital.

"Kewirausahaan saat ini tidak hanya berbicara mengenai bagaimana membangun bisnis, tetapi juga bagaimana bisnis tersebut mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui ECO-AILEARN, kami ingin menghasilkan kurikulum yang mampu membentuk lulusan yang inovatif, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan," jelas Dr. Heny.

baca juga

Diskusi Internasional Awali Pengembangan Kurikulum

Proses pengembangan kurikulum diawali melalui diskusi akademik secara daring pada 2 Juni 2026 yang mempertemukan tim peneliti Universitas Negeri Malang dengan Prof. Dr. Memet dari Çukurova University.

Diskusi tersebut membahas tren global pendidikan kewirausahaan, implementasi konsep Green Economy, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, strategi penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran internasional, serta peluang kolaborasi riset dan publikasi antara kedua institusi.

Pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman mengenai praktik terbaik (best practices) pengembangan kurikulum kewirausahaan yang telah diterapkan di Türkiye maupun Indonesia.

Masukan dari akademisi kedua negara menjadi dasar penyempurnaan rancangan kurikulum ECO-AILEARN agar memenuhi standar internasional sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi di Indonesia.

Prof. Dr. Memet menilai bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, transformasi digital, dan ekonomi hijau menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran.

"Kolaborasi internasional memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang akan memperkuat kualitas kurikulum. Pendidikan kewirausahaan masa depan harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kreatif dalam membangun usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat," ujarnya.

FGD dan Benchmarking Internasional di Türkiye

Rangkaian kegiatan akan berlanjut melalui Focus Group Discussion (FGD) dan international benchmarking di Çukurova University, Türkiye, yang dijadwalkan berlangsung pada September–Oktober 2026.

FGD akan mempertemukan dosen, pakar pengembangan kurikulum, praktisi kewirausahaan, mahasiswa, serta mitra industri dari kedua negara untuk mendiskusikan penyempurnaan rancangan kurikulum ECO-AILEARN.

Tim peneliti juga akan melakukan benchmarking terhadap implementasi pendidikan kewirausahaan di Çukurova University, termasuk strategi integrasi Green Economy, pemanfaatan Artificial Intelligence, metode pembelajaran berbasis proyek, serta sistem evaluasi kurikulum yang telah diterapkan di perguruan tinggi tersebut.

Keterlibatan mahasiswa UM dan mahasiswa Çukurova University dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pengalaman belajar lintas budaya (cross-cultural learning), memperluas jejaring akademik internasional, sekaligus memberikan perspektif mahasiswa terhadap pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan inovatif.

baca juga

Evaluasi Menggunakan Model CIPP–Kirkpatrick

Tim peneliti menerapkan kombinasi CIPP Evaluation Model (Context, Input, Process, Product) dan Kirkpatrick Evaluation Model agar pengembangan kurikulum dapat dievaluasi secara komprehensif.

Model CIPP digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan, sumber daya, proses, dan hasil pengembangan kurikulum, sedangkan model Kirkpatrick digunakan untuk mengukur efektivitas implementasi pembelajaran melalui aspek reaksi peserta, peningkatan kompetensi, perubahan perilaku, dan dampak pembelajaran terhadap kualitas lulusan.

Pendekatan evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan kurikulum yang efektif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan maupun dunia industri.

Menyiapkan Generasi Wirausaha Berdaya Saing Global

Pengembangan ECO-AILEARN menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Negeri Malang dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Indonesia melalui inovasi kurikulum berbasis riset dan kolaborasi internasional.

Dr. Heny Kusdiyanti berharap hasil penelitian ini tidak hanya menghasilkan dokumen kurikulum, tetapi juga menjadi model pembelajaran yang dapat diadopsi oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Kolaborasi dengan Çukurova University memberikan kesempatan bagi tim peneliti dan mahasiswa untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan mengembangkan kurikulum yang memiliki perspektif global. Kami berharap ECO-AILEARN mampu menjadi referensi pengembangan pendidikan kewirausahaan hijau yang menghasilkan lulusan inovatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat internasional," pungkasnya.

Kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan Çukurova University, Türkiye, menunjukkan bahwa sinergi lintas negara mampu menghasilkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.