pekan seni rakyat di jakarta pada 1971 tampilkan budaya dari berbagai daerah indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Pekan Seni Rakyat di Jakarta pada 1971, Tampilkan Budaya dari Berbagai Daerah Indonesia

Pekan Seni Rakyat di Jakarta pada 1971, Tampilkan Budaya dari Berbagai Daerah Indonesia
images info

Pekan Seni Rakyat di Jakarta pada 1971, Tampilkan Budaya dari Berbagai Daerah Indonesia | Wikimedia Commons/Bangrapip


Kekayaan budaya di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dari ujung barat sampai timur, terdapat berbagai macam budaya yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.

Namun apa jadinya jika keberagaman budaya ini ditampilkan dalam satu helatan acara yang sama? Momen ini ternyata pernah terjadi di Jakarta beberapa dekade silam.

Pada 1971, ada sebuah acara bertajuk "Pesta Seni Rakyat" yang digelar selama beberapa hari di Jakarta. Dalam helatan tersebut, berbagai macam kebudayaan dari beberapa daerah di Indonesia ditampilkan secara bergantian setiap harinya.

Bagaimana momen saat berlangsungnya Pekan Seni Rakyat di Jakarta pada 1971 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Pekan Seni Rakyat di Jakarta pada 1971

Pekan Seni Rakyat adalah salah satu acara besar yang dihelat di Jakarta pada 1971 lalu. Dinukil dari artikel "Pekan Seni Rakjat dengan Malam Betawi" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 10 Agustus 1970, helatan acara ini berlangsung pada 12 hingga 18 Agustus 1971.

Pusat Kesenian Jakarta menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keberlangsungan acara yang berjalan lebih kurang selama satu minggu pada waktu itu. Semua acara ini diketahui diselenggarakan secara terpusat di Taman Ismail Marzuki.

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, acara ini menampilkan berbagai macam kebudayaan di Indonesia setiap harinya. Penampilan budaya ini berbeda-beda setiap hari dengan satu tema daerah secara bergantian.

Dibuka dengan Malam Betawi

Pembukaan Pekan Seni Rakyat di Jakarta pada 1971 dibuka dengan tajuk Malam Betawi. Seperti namanya, acara yang berlangsung pada 12 Agustus 1971 tersebut menampilkan berbagai macam kesenian dari budaya Betawi.

Terdapat beberapa jenis hiburan yang ditampilkan dalam rangkaian pembukaan ini. Misalnya, Keroncong Tugu dan kesenian tanjidor hadir di tengah acara untuk memeriahkan pembukaan Pekan Seni Rakyat tersebut.

Selain itu masih ada beberapa jenis kesenian Betawi lain yang juga dihadirkan untuk menghibur para pengunjung yang hadir dalam rangkaian pembukaan acara. Beberapa jenis kesenian asli Betawi lainnya yang juga turut memeriahkan acara Pekan Seni Rakyat tersebut di antaranya gambang kromong, pementasan lenong dengan lakin "Si Matros" karya Achmad M.S., ondel-ondel yang masuk ke kerumunan pengunjung, dan lainnya.

baca juga

Tampilkan Beragam Budaya Daerah Lainnya

Kemeriahan pada hari pertama pun terus berlanjut selama seminggu helatan Pekan Seni Rakyat. Setelah hari pertama penuh dengan nuansa kebudayaan Betawi, maka suasana berbeda dirasakan pada helatan hari kedua.

Pada 13 Agustus 1971, tajuk Pekan Seni Rakyat berganti menjadi Malam Sunda. Dua dalang Sunda yang kondang pada waktu itu, yakni Barnas Somantri dan Embas menjadi koordinator berlangsungnya acara pada hari kedua helatan Pekan Seni Rakyat.

Sama seperti hari pertama, berbagai macam kesenian asli Sunda juga turut ditampilkan di hadapan para pengunjung yang hadir. Beberapa pementasan yang disajikan pada saat hari kedua ini adalah calung Sunda, Lengser di Betot, dan genjring dog-dog.

Pada waktu itu, beberapa kesenian asli Sunda ini cukup populer dan digemari oleh masyarakat. Bahkan ada juga penampilan teater yang secara khusus diiringi oleh genjring dog-dog dalam helatan tersebut.

Kemeriahan yang sama terus berlangsung hingga penutupan Pekan Seni Rakyat yang berakhir pada 18 Agustus 1971. Begitulah suasana dari helatan acara yang berlangsung selama lebih kurang satu minggu penuh di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.