bahasa indonesia menuju panggung dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Bahasa Indonesia Menuju Panggung Dunia

Bahasa Indonesia Menuju Panggung Dunia
images info

Suasana Sesi Diskusi Literasi ©SamuelKrisna


Pemuda-pemudi yang menginisiasi lahirnya Sumpah Pemuda pada tahun 1928 mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kelak bahasa Indonesia bukan hanya menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia semata, melainkan dapat menjadi bahasa internasional.

Bisa jadi, mereka akan menangis bangga ketika mengetahui bahwa sekarang bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa Sidang Umum UNESCO.

Mereka juga akan takjub ketika mengetahui bahwa bahasa Indonesia dipelajari di puluhan negara dan juga semakin dikenal oleh masyarakat asing.

Bahkan, mereka juga akan merasa takjub ketika mengetahui bahwa berbagai macam lagu dan film dalam bahasa Indonesia mulai dapat dinikmati di berbagai belahan dunia lain tanpa harus diterjemahkan terlebih dulu.

Bahasa sebagai Sarana Diplomasi

Berbagai macam fenomena yang disebutkan di atas bukanlah bayangan atau mimpi semata, melainkan fakta yang benar-benar terjadi di lapangan.

Kegiatan Talkshow & Diskusi Literasi berjudul Diplomasi Melalui Kata: Bahasa, Buku, dan Diaspora yang berlangsung di acara Semesta Buku Jakarta pada hari Kamis, 2 Juli 2026 memperlihatkan secara gamblang bahwa bahasa Indonesia mulai diterima dan juga dipelajari oleh dunia.

Aktivitas ini dihadiri oleh tiga narasumber, yakni Dr. Iwa Lukmana yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Dr. A.M. Sidqi yang merupakan Diplomat Indonesia, dan Gatari Dwi Hapsari, Duta Bahasa DKI Jakarta 2020 sekaligus salah satu pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA.

baca juga

Masing-masing narasumber dengan latar belakang yang bermacam-macam membagikan pengalamannya dalam kaitannya dengan bahasa Indonesia yang mulai diterima dan dipelajari oleh dunia.

Iwa Lukmana menyajikan fakta yang menakjubkan bahwa saat ini bahasa Indonesia sudah dipelajari di 50 lebih negara di dunia.

Bahkan, sejak tahun 2023, bahasa Indonesia sudah digunakan dalam Sidang Umum UNESCO. Iwa Lukmana juga menjelaskan bahwa dalam berbagai macam forum internasional hanya bahasa Indonesia yang penyebutannya tidak diubah dalam bahasa Inggris.

Bahasa Indonesia disebut dengan bahasa Indonesia, bukan Indonesian Language atau yang lainnya. Pengalaman Dr. A.M. Sidqi sebagai seorang Diplomat tidak kalah menarik.

Selama bertugas di berbagai negara, Sidqi melihat bahwa banyak masyarakat di negara-negara tempatnya bertugas memiliki keinginan yang tinggi untuk mempelajari bahasa dan juga kebudayaan Indonesia.

Bagi Sidqi, hal ini mempengaruhi cara pandang masyarakat di negara tersebut terhadap bangsa Indonesia. Dengan tingginya minat mempelajari bahasa Indonesia, wajah Indonesia dapat dikenal secara lebih komprehensif. Di sisi lain, Gatari memiliki banyak pengalaman berharga ketika menjadi seorang pengajar BIPA. Gatari membagikan pengalamannya menemui banyak anak yang punya antusiasme yang tinggi terhadap bahasa Indonesia.

Pengalaman Gatari cukup unik, di mana umumnya anak-anak tertarik mempelajari kata-kata sederhana namun sarat makna dalam bahasa Indonesia, seperti kata sayang, terima kasih, dan selamat.

Perjalanan Penuh Tantangan

Meskipun demikian, perjalanan ini bukanlah tanpa tantangan. Ada berbagai macam tantangan yang harus dilalui dan dihadapi dalam usaha untuk menyebarluaskan bahasa Indonesia ke semakin banyak negara. Bapak Sidqi dengan berbagai macam pengalaman di berbagai negara sebagai seorang Diplomat menjelaskan tentang tantangan yang selama ini beliau hadapi.

Menurutnya, di beberapa negara, secara khusus di di negara Arab, ada stigma yang menempel terhadap bangsa Indonesia. Banyak orang di Arab sana yang langsung mengaitkan Indonesia dengan pekerjaan Asisten Rumah Tangga (ART).

baca juga

Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi Sidqi karena stigma ini membuat beberapa orang Arab langsung memasang tembok yang tinggi ketika mendengar kata Indonesia.

Berbeda dengan Sidqi yang menjelaskan tantangan dari sisi luar, Iwa Lukmana menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam usaha menginternasionalkan bahasa Indonesia justru berasal dari dalam.

Iwa Lukmana membeberkan fakta yang beliau temui bahwa banyak anak-anak kecil sekarang lebih fasih menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Bahasa Inggris memang perlu dikuasai, tetapi bukan berarti bahasa Indonesia menjadi tersingkir.

Menurut Iwa Lukmana, usaha untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia tidak akan ada artinya jika anak-anak bangsa Indonesia sendiri melupakan dan tidak memahami bahasa Indonesia.

Hal yang sama diyakini juga oleh Gatari. Menurutnya, anak-anak bangsa harus lebih dulu bangga terhadap bahasanya sendiri.

Menurutnya, perlu ada keseimbangan dalam penggunaan bahasa tersebut, bukan malah menyingkirkan dan mengkerdilkan bahasa ibu sendiri.

Bahasa Indonesia yang Mendunia

Pengalaman ketiga narasumber yang beragam ini sebenarnya memiliki satu benang merah, yakni bahasa Indonesia yang sudah semakin mendunia. Dewasa ini, bahasa Indonesia tidak hanya milik masyarakat Indonesia saja.

Kenyataan ini penting dan patut dibanggakan karena bahasa Indonesia yang mendunia secara tidak langsung mampu memperkenalkan budaya Indonesia. Sebab, bahasa Indonesia tidak pernah berdiri sendiri, melainkan membawa identitas, nilai, dan budaya bangsa.

baca juga

Masyarakat dunia yang mulai mengetahui, mengagumi, dan mempelajari bahasa Indonesia secara bersamaan juga menjadi tahu, kagum, dan secara tidak langsung akan mempelajari identitas, nilai, dan budaya bangsa Indonesia.

Itulah mengapa bahasa dapat dijadikan sebagai sarana diplomasi oleh suatu negara. Hal yang rasa-rasanya perlu diperhatikan adalah perlu adanya media khusus untuk menggaungkan semangat baik yang sudah mulai terbangun tersebut. Tabik!

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.