saat 2026 karinding bergema bogor menyambut mapag pajajaran anyar - News | Good News From Indonesia 2026

Saat 2.026 Karinding Bergema, Kabupaten Bogor Menyambut "Mapag Pajajaran Anyar"

Saat 2.026 Karinding Bergema, Kabupaten Bogor Menyambut "Mapag Pajajaran Anyar"
images info

Kang Bojay (Budayawan Bogor) pada saat mempresentasikan alat musik karinding di acara Hari Jadi Bogor | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Suara ribuan karinding bergema serempak di Alun-alun Kabupaten Bogor pada Minggu, 28 Juni 2026. Momen bersejarah itu menjadi salah satu puncak Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang tahun ini mengusung tema "Mapag Pajajaran Anyar". Tema ini relevan dengan semangat untuk menyambut era baru Kabupaten Bogor tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Dalam helaran budaya tersebut, sebanyak 2.026 pemain karinding tampil secara bersamaan, memecahkan rekor sekaligus menghadirkan pertunjukan kolosal yang memperlihatkan kekuatan budaya Sunda sebagai identitas yang terus hidup di tengah masyarakat.

Ribuan peserta datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor, terdiri atas pelajar, komunitas seni, budayawan, pegiat budaya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (Pemerintahan) hingga masyarakat umum.

Dengan mengenakan busana adat Sunda, mereka memainkan karinding dalam harmoni yang memukau. Suara yang dihasilkan alat musik tradisional berbahan bambu dan pelepah aren itu menyatu dengan semangat kebersamaan yang menjadi ruh perayaan hari jadi Kabupaten Bogor.

Tema "Mapag Pajajaran Anyar" memiliki makna mendalam. "Mapag" berarti menyambut. Sementara itu, "Pajajaran Anyar" dimaknai sebagai semangat membangun peradaban baru yang berakar pada nilai-nilai luhur Kerajaan Pajajaran, yang terikat secara historis dengan kawasan Bogor.

baca juga

Tema tersebut menjadi ajakan agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat identitas budaya, karakter masyarakat, serta kearifan lokal sebagai fondasi masa depan.

Ribuan peserta yang memainkan Karinding di Alun-alun Kabupaten Bogor. (28/06/2026) | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
info gambar

Ribuan peserta yang memainkan Karinding di Alun-alun Kabupaten Bogor. (28/06/2026) | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Karinding sendiri merupakan salah satu warisan budaya Sunda yang telah dikenal sejak lama. Selain berfungsi sebagai alat musik, karinding dahulu digunakan oleh masyarakat agraris sebagai media hiburan sekaligus dipercaya mampu menghasilkan getaran yang membantu mengusir hama di area persawahan

Kini, karinding berkembang menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal akar tradisi mereka.

Pemecahan rekor dengan melibatkan 2.026 pemain bukan semata-mata tentang jumlah peserta. Rekor tersebut menjadi representasi semangat kolektif masyarakat Kabupaten Bogor dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.

Ribuan tangan yang memainkan karinding secara bersamaan menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat, bahkan mampu menjadi ruang kolaborasi lintas generasi.

Helaran Hari Jadi Bogor ke-544 pun menjadi bukti bahwa perayaan daerah dapat menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni tahunan. Melalui seni, budaya, dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian tradisi. Budaya tidak diposisikan sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun masa depan.

baca juga

Gelaran budaya ini juga menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi panggung yang efektif untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal. Ribuan masyarakat yang memadati Alun-alun Kabupaten Bogor tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi mampu menjadi daya tarik yang membanggakan.

Gema 2.026 karinding yang memenuhi Alun-alun Kabupaten Bogor pada sore itu menjadi simbol kuat bahwa budaya adalah kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat.

Selaras dengan semangat "Mapag Pajajaran Anyar", peristiwa ini mengingatkan bahwa masa depan yang maju akan semakin kokoh apabila dibangun di atas fondasi sejarah, jati diri, dan kearifan lokal.

Lebih dari sebuah pemecahan rekor, pertunjukan kolosal ini menjadi pesan optimistis dari Kabupaten Bogor kepada Indonesia: bahwa budaya bukan sekadar warisan untuk dikenang, melainkan energi yang terus dihidupkan, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ketika ribuan karinding dimainkan dalam satu irama, yang sesungguhnya bergema adalah semangat masyarakat Bogor untuk melangkah menuju masa depan tanpa melupakan akar budayanya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.