fenomena udang kalimantan mabuk massal bikin warga pesta pora tapi pakar ipb ingatkan ada bahaya mengintai di dasar sungai - News | Good News From Indonesia 2026

Fenomena Udang Kalimantan "Mabuk" Massal Bikin Warga Pesta Pora, Tapi Pakar IPB Ingatkan Ada Bahaya Mengintai di Dasar Sungai

Fenomena Udang Kalimantan "Mabuk" Massal Bikin Warga Pesta Pora, Tapi Pakar IPB Ingatkan Ada Bahaya Mengintai di Dasar Sungai
images info

Udang Galah


Kehebohan mendadak terjadi di Kalimantan belakangan ini. Dalam sebuah video yang viral, di tepi sebuah sungai kecil yang memiliki lebar sekitar tiga meter, warga berkumpul dengan raut wajah penuh antusiasme sekaligus keheranan. 

Bukan tanpa alasan, mereka menyaksikan fenomena alam yang tidak lazim di mana ratusan udang galah tiba-tiba naik ke permukaan air hingga ke tepian daratan. Peristiwa langka yang terjadi di salah satu wilayah provinsi tersebut pun memicu kerumunan massa yang ingin menyaksikan langsung keajaiban alam itu.

Kejadian unik ini segera menjadi perbincangan hangat setelah unggahan dari akun Instagram @banjarku mendadak viral di jagat maya. Dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas bagaimana para warga dengan begitu sigap dan mudah menangkap udang-udang galah yang berukuran cukup besar hanya dengan menggunakan tangan kosong. 

Udang-udang tersebut seolah kehilangan kewaspadaan alaminya dan menyerahkan diri kepada siapa saja yang datang menghampiri. Fenomena "panen gratis" ini pun segera menyebar luas, menarik lebih banyak warga untuk datang ke lokasi sungai tersebut demi mendapatkan bagian dari rezeki yang muncul secara tiba-tiba.

Terungkap Penyebab Perilaku Anomali Udang Galah

Di balik kegembiraan warga yang mendapatkan tangkapan melimpah, tersimpan sebuah tanya besar mengenai penyebab perilaku anomali para udang galah tersebut. Menanggapi situasi ini, Guru Besar Budidaya Perairan IPB University, Prof. Sri Nuryati, memberikan tinjauan ilmiah untuk membedah misteri di balik fenomena yang menghebohkan warga Kalimantan Selatan itu. 

Menurut penjelasan beliau, pergerakan udang menuju permukaan daratan merupakan indikator adanya gangguan serius pada kualitas lingkungan di habitat asli mereka. Penjelasan pakar dari IPB ini menjadi sangat krusial agar masyarakat memahami kondisi kesehatan ekosistem perairan mereka.

Untuk memahami mengapa makhluk air ini berperilaku demikian, kita perlu mengenal karakter dasar mereka sebagai biota akuatik. Prof. Sri Nuryati memaparkan, “Udang merupakan biota akuatik yang bersifat demersal, yang berarti mereka secara alami hidup dan beraktivitas di dasar perairan. Ketika udang muncul ke permukaan hingga naik ke daratan, hal tersebut mengindikasikan adanya gangguan serius pada habitat aslinya di dasar air.”

Gangguan ini biasanya tidak terlihat secara kasatmata oleh warga, namun dampaknya sangat fatal bagi kelangsungan hidup biota yang tinggal di bagian terdalam sungai tersebut.

Analisis lebih mendalam dari pakar IPB ini mengarah pada satu kecurigaan utama, yaitu kondisi ketersediaan oksigen yang menipis secara drastis di dasar perairan. Prof. Sri Nuryati menjelaskan lebih lanjut dalam pernyataannya, “Apabila tidak ditemukan gejala klinis penyakit pada udang tersebut, maka faktor kualitas lingkungan air menjadi kecurigaan utama. Gangguan di dasar perairan ini biasanya berkaitan dengan kadar oksigen terlarut yang kritis.”

Kondisi krisis oksigen ini sering kali dipicu oleh tingginya kandungan bahan organik yang masuk ke ekosistem sungai dan menguras pasokan udara saat proses penguraian berlangsung.

Ketidakseimbangan lingkungan ini juga memberikan jawaban mengapa hanya jenis udang yang terlihat naik ke daratan, sementara ikan-ikan lainnya tidak menunjukkan gejala serupa. Beliau menambahkan, “Kondisi krisis oksigen di dasar perairan sering kali dipicu oleh tingginya kandungan bahan organik. Proses penguraian bahan organik yang berlebihan memerlukan konsumsi oksigen yang besar, sehingga menipiskan ketersediaan oksigen bagi biota demersal seperti udang.”

Hal tersebut menjelaskan mengapa ikan yang bersifat pelagis atau hidup di kolom perairan atas mungkin tidak terdampak karena masih mendapatkan oksigen yang cukup di lapisan air yang lebih tinggi.

Indikasi Pencemaran di Dasar Sungai

Agar misteri alam ini terpecahkan secara tuntas, diperlukan serangkaian pengujian laboratorium yang komprehensif terhadap sampel air maupun sedimen sungai. Parameter penting seperti dissolved oxygen, total ammonia nitrogen, hingga biological oxygen demand harus diperiksa secara mendetail oleh instansi terkait. 

Langkah antisipatif ini diperlukan untuk memetakan tingkat pencemaran atau adanya zat berbahaya yang mungkin terakumulasi di dasar sungai. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lumpur juga menjadi poin penting dalam mendeteksi akumulasi polutan tertentu yang bisa mengganggu stabilitas ekosistem perairan di masa depan.

Sebagai langkah akhir, penanganan fenomena ini memerlukan kecepatan dan ketepatan data ilmiah agar kelestarian lingkungan tetap terjaga. Prof. Sri Nuryati menyampaikan harapannya, “Penanganan cepat dan berbasis data ilmiah diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti fenomena ini guna menjaga ekosistem perairan di daerah tersebut tetap stabil dan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.”

Melalui kolaborasi antara pakar akademik dan pihak berwenang setempat, diharapkan stabilitas habitat udang galah di wilayah Kalimantan dapat segera dipulihkan kembali demi kesejahteraan masyarakat dan alam sekitarnya.

Baca juga Ikan Kotak Kuning Bentuknya Imut Mirip Mainan, tapi Ditakuti Penghuni Lautan

Baca juga Laut Dalam Indonesia Ternyata Ramai Penghuni, Lebih dari 400 Spesies Ikan Berhasil Tercatat

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.