Legenda asal usul Makam Mahligai adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Cerita ini berkisah tentang seorang pemuda yang tinggal di daerah pemakaman tersebut dulunya.
Makam Mahligai sendiri merupakan salah satu objek bersejarah yang ada di Sumatera. Objek ini lebih tepatnya lagi berada di daerah Aek Dakka, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Objek ini merupakan kompleks makam bersejarah yang ada di daerah tersebut. Terdapat beberapa tokoh ternama di masa lalu yang dimakamkan di pusat pemakaman itu.
Menurut legendanya, kompleks ini dulunya merupakan sebuah kampung yang ada di daerah tersebut. Di kampung ini ada seorang tokoh agama yang dikenal dengan ilmunya yang tinggi dan mendalam.
Pemuda inilah yang nantinya datang dan berguru pada guru tersebut. Hingga akhirnya dia berhasil mencapai keilmuan dengan mengamalkan ajaran yang diberikan oleh sang guru.
Bagaimana kisah di balik cerita rakyat Sumatera Utara tersebut?
Legenda Asal Usul Makam Mahligai, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
Dinukil dari buku Bunga Rampai Cerita Rakyat Tapanuli Tengah, alkisah pada zaman dahulu daerah Makam Mahligai ini merupakan sebuah kampung. Kampung itu bernama Kampung Mahligai.
Di sana hidup seorang guru yang memiliki ilmu agama tinggi. Banyak orang yang berdatangan untuk berguru padanya.
Namun tidak setiap orang yang diterima untuk berguru di Kampung Mahligai tersebut. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendalami ilmu agama di sana.
Pada suatu hari, datang seorang pemuda dari negeri jauh ke sana. Dia ingin bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Pemuda ini berniat untuk berguru langsung pada guru besar yang ada di Kampung Mahligai. Dia pun mendatangi kampung tersebut untuk belajar di sana.
Melihat kesungguhan hati pemuda itu, dia pun diterima di sana. Sang guru mengajarkan ilmu agama dan memperbolehkan pemuda itu tinggal bersamanya.
Pemuda itu diajarkan sebuah zikir oleh sang guru. Zikir itu mesti dilantunkan oleh sang pemuda setiap harinya.
Pada bulan haji, sang guru berniat untuk berangkat ke Makkah. Dirinya berniat untuk menunaikan ibadah haji di momen tersebut.
Melihat hal ini, pemuda itu berniat untuk ikut bersama sang guru menuju Makkah. Namun gurunya tidak mengizinkan untuk ikut bersama.
Dengan perasaan sedih, pemuda itu tetap tinggal di Kampung Mahligai. Dia terus mengulang zikir yang diajarkan oleh sang guru untuknya.
Ketika sedang berzikir, tiba-tiba terdengar suara asing di telinga pemuda itu. Suara itu memintanya untuk pergi ke hutan dan mengambil daun sukik.
Pemuda itu langsung pergi ke hutan dan menjalankan perintah suara itu. Sesampainya di sana, dia mengambil daun sukik dan membawanya pulang.
Ajaibnya, daun sukik itu tiba-tiba berubah menjadi kapal besar. Dengan perasaan senang, pemuda itu langsung menaiki kapal itu dan pergi ke Makkah.
Pemuda ini berhasil menyusul gurunya. Bahkan dia sampai lebih dulu di Makkah dibandingkan rombongan sang guru.
Begitu sang guru tiba, pemuda itu langsung menghampirinya. Sang guru tentu heran karena pemuda itu berhasil sampai ke Makkah.
Pemuda itu kemudian menceritakan jika dia selalu menjalankan zikir yang diajarkan oleh sang guru. Hal itulah yang berhasil membawanya ke Makkah dengan selamat.
Sang guru kagum dengan ketekunan muridnya. Dia yakin pemuda itu sudah mendapatkan ilmu yang cukup darinya.
Akhirnya sang guru meminta pemuda itu tinggal di Makkah dan mencari ilmu sebanyak mungkin di sana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


