museum balanga palangka raya museum budaya dayak dengan lebih dari 4000 koleksi artefak - News | Good News From Indonesia 2026

Museum Balanga Palangka Raya, Museum Budaya Dayak dengan Lebih dari 4.000 Koleksi

Museum Balanga Palangka Raya, Museum Budaya Dayak dengan Lebih dari 4.000 Koleksi
images info

PD-IDGOV (Wikimedia)


Di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, tidak jauh dari pusat Kota Palangka Raya, terdapat museum yang menjadi salah satu pintu masuk paling lengkap untuk memahami kehidupan dan kebudayaan Suku Dayak di Kalimantan Tengah.

Namanya Museum Balanga, yang mana Balanga adalah sebutan untuk guci atau tajau, benda sakral yang menjadi simbol peradaban masyarakat Dayak sekaligus menjadi koleksi unggulan museum ini.

Museum ini mulai resmi digunakan pada 6 April 1973. Kompleks ini dibangun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah dari bangunan bekas Gedung Monumen Dewan Nasional yang didirikan sejak 1963.

Kini area tersebut dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah serta menyimpan lebih dari 4.000 koleksi yang terbagi dalam 10 klasifikasi, mulai dari etnografika, arkeologika, hingga numismatika.

Yang membuat Museum Balanga berbeda dari museum pada umumnya adalah cara koleksinya disusun. Pengunjung tidak hanya melihat benda-benda tua berjejer di lemari kaca, melainkan merasakan alur kehidupan masyarakat Dayak secara berurutan. Peralatan upacara kelahiran, pernikahan, hingga kematian tersusun rapi, sehingga setiap lantai mengisahkan babak kehidupan yang berbeda.


Sekilas Mengenai Museum Balanga

Museum Balanga adalah museum etnologi yang berfokus pada budaya dan sumber daya alam dalam kehidupan Suku Dayak di Kalimantan Tengah.

Gedungnya pernah berstatus berbeda-beda sepanjang perjalanannya, mulai dari Gedung Monumen Dewan Nasional pada 1963, lalu menjadi museum pada 1973, kemudian diresmikan sebagai Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah pada 1990, dan kini berstatus UPT Museum Kalimantan Tengah Balanga berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2017.

Lokasi museum ini bersebelahan dengan Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya. Jaraknya dapat ditempuh sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Tjilik Riwut.

 

Daya Tarik Utama Museum Balanga

Museum Balanga menarik karena kedalaman koleksinya yang tidak akan habis dieksplorasi dalam satu kunjungan singkat.

Lantai pertama museum menyusun koleksi berdasarkan daur kehidupan manusia. Kawan bisa melihat peralatan yang digunakan dalam upacara kelahiran, perlengkapan pernikahan adat, hingga berbagai benda yang berkaitan dengan prosesi kematian. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah area yang memajang topeng Sababuka, topeng asli masyarakat Dayak yang digunakan dalam prosesi pemakaman dan ritual Tiwah.

Ritual Tiwah adalah seremoni kematian untuk mengantar jiwa yang meninggal menuju Lewu Tatau atau Tanah Khayangan, sesuai dengan kepercayaan Hindu Kaharingan dan tradisi Dayak Ngaju. Di museum ini juga dipajang runi atau peti mati tradisional yang digunakan dalam ritual tersebut.

Lantai dua menceritakan kehidupan masyarakat Dayak sebagai nelayan dan petani, lengkap dengan berbagai peralatan yang pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari masa lampau.

Koleksi senjata tradisional juga menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan. Sumpit, duhung, dan mandau tersimpan rapi di sini, masing-masing dengan sejarah serta fungsinya yang berbeda dalam garis waktu kehidupan masyarakat Dayak. Ada pula miniatur Rumah Betang, rumah panjang tradisional Suku Dayak, yang memberikan gambaran bagaimana komunitas Dayak hidup bersama dalam satu atap yang panjang.

Koleksi lain yang bernilai tinggi antara lain Balanga atau guci sakral itu sendiri, gong, sangku kuningan, sapundu atau patung kayu yang digunakan dalam ritual, serta berbagai naskah kuno.

 

Akses Menuju Museum Balanga

Museum Balanga berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Jaraknya sekitar 30 menit dari Bandara Tjilik Riwut.

Posisinya yang berada di pusat kota membuat destinasi ini mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun taksi atau ojek daring.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Museum Balanga buka Senin hingga Kamis pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, Jumat pukul 07.00 hingga 10.30 WIB, serta Sabtu pukul 07.00 hingga 14.30 WIB. Museum tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional.

Tiket masuknya sangat terjangkau, yaitu Rp1.500 untuk siswa TK dan SD, Rp2.500 untuk siswa SMP dan SMA, Rp3.500 untuk mahasiswa, Rp4.000 untuk umum dan dewasa, Rp4.500 untuk pejabat, serta Rp20.000 untuk wisatawan asing. Fasilitas di dalam kompleks sudah memadai, meliputi area parkir luas, musala, titik foto, hingga warung makan lokal.

 

Ayo Berkunjung ke Museum Balanga!

Museum Balanga cocok untuk Kawan GNFI yang sedang berada di Palangka Raya dan ingin mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Suku Dayak secara nyata.

Datanglah di pagi hari agar memiliki waktu yang cukup untuk menjelajahi dua lantai dengan tenang. Manfaatkan juga program edukasi atau jasa pemandu yang tersedia agar setiap koleksi cagar budaya yang dilihat dapat dipahami nilai historisnya secara utuh.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.