mengapa fyp setiap orang bisa berbeda memahami algoritma machine learning - News | Good News From Indonesia 2026

Mengapa FYP Setiap Orang Bisa Berbeda? Memahami Algoritma Machine Learning

Mengapa FYP Setiap Orang Bisa Berbeda? Memahami Algoritma Machine Learning
images info

https://www.pexels.com/id-id/foto/smartphone-ponsel-pintar-internet-teknologi-16229745/


Hai, Kawan GNFI!

Pernah tidak kamu merasa mendapat asupan konten yang serupa saat scrolling di media sosial? Mulai dari ulasan makanan, tempat liburan, politik, hingga yang masih tren saat ini. Sebenarnya tanpa disadari, setiap pergerakan kita di dunia maya sebenarnya sedang disetir secara ketat oleh machine learning. 

Bukan sulap bukan sihir, algoritma inilah yang merekam setiap perilaku kita secara presisi mulai dari berapa banyak kita memberikan like, menulis komentar, menyimpan video, membagikan konten, hingga aktivitas sesederhana mengklik profil pengguna lain.

​Sayangnya, ketidaktahuan ini sering kali menjebak kita dalam filter bubble (gelembung informasi). Lebih jauh lagi, manipulasi algoritma ini sengaja dirancang untuk menyasar hormon dopamin di otak kita, yang memicu adiksi yang berupa kecanduan scrolling yang sulit dihentikan.

Oleh karena itu, kita perlu memahami cara kerja algoritma machine learning di balik media sosial menjadi kunci penting agar kita bisa memegang kendali penuh atas konsumsi digital kita. Sudah saatnya kita memperhatikan konsumsi media sosial kita, alih-alih terus disuapi oleh sistem.

baca juga

Mengenal Apa Itu Algoritma Machine Learning

Sebelum kita tau cara kerja algoritma machine learning, yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah apa itu definisinya? Algoritma machine learningsebenarnya adalah satu kesatuan dari algoritma dan machine learning. Sistem ini belajar dari data yang dikumpulkan dan membuat penetapan atau perkiraan mandiri. 

Mekanisme FYP yang digunakan bukanlah sistem yang kaku seperti jika kita menyukai suatu video sistem akan menampilkan video yang serupa terus-menerus.

Sistem rekomendasi tersebut banyak digunakan oleh perusahaan saat ini karena memudahkan pekerjaan karyawan. Salah satu kegunaannya adalah dapat melakukan pekerjaan yang berulang, bisa menganalisis data dengan cepat meskipun dalam skala yang besar, dan otomatis memprediksi keuntungan bisnis.

Hal ini dipertegas oleh hasil penelitian Sitio, A. S., seorang peneliti dan akademisi dan Sianturi, F. A. Seorang dosen di Universitas Tjut Nyak Dhien ini mengatakan jika pemanfaatan algoritma machine learning itu bisa menganalisis pola kita dalam menggunakan internet.

Dalam hasil analisisnya, mereka menemukan ternyata algoritma machine learningmampu membedah pola aktivitas internet kita dengan cermat, selanjutnya mengelompokan kita secara otomatis dalam kelompok tertentu. Sistem inilah yang nantinya mampu memahami selera, kebiasan, dan tren pengguna secara rinci.

baca juga

Bagaimana Algoritma Machine Learning Hanya Menayangkan Apa yang Kita Sukai?

Setelah kita mengetahui dasar algoritma machine learning, sekarang waktunya memahami cara kerja mekanisme ini dalam menentukan apa yang kita suka. 

Menurut Az-Zahra, seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika di ARS University, machine learning bekerja dengan cara mempelajari data melalui proses pelatihan dan percobaan. Melalui metode Supervised Learning, sistem dilatih menggunakan data yang telah memiliki label sampai dapat mengenali pola tertentu.

Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, sistem akan mengelompokkan data baru ke dalam kategori yang sesuai berdasarkan pola yang telah dipelajari sebelumnya. 

Pada akhirnya kunci utama agar kita tidak dikendalikan oleh sistem adalah bagaimana cara kita bisa beradaptasi secara cerdas. Bagaimanapun, juga kita tidak bisa terhindar dari aktivitas di media sosial.

Saat ini media daring menjadi ruang bersosialisasi sekaligus pusat informasi utama. Dengan demikian, jalan satu-satunya adalah dengan mengubah pola berpikir dari yang pasif menjadi aktif dalam memegang kendali penuh atas apa yang kita terima.

Cara sederhananya bisa dimulai dengan memahami cara kerja algoritma di balik layar. Yang menjadi modal penting untuk memecah dinding lingkaran informasi yang serupa. Dengan begitu, kita bisa menyaring informasi yang datang terus-menerus.

Pada titik inilah teknologi kembali pada fungsi hakikatnya sebagai alat pendukung kualitas hidup, bukan lagi sebagai pemegang kemudi yang menyetir masa depan kita.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.