Dalam beberapa waktu terakhir, kita dapat melihat adanya tren kegiatan sukarelawan atau volunteer di kalangan pemuda yang meningkat secara signifikan. Tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga dilihat sebagai sarana pengembangan diri yang relevan dengan dinamika global saat ini.
Fenomena ini menjadi topik utama dalam siaran talkshow di RAPMA FM bertajuk “Global Volunteer Summer Peak”, yang menghadirkan perwakilan dari AIESEC in UNS.
Dalam siaran tersebut, penyiar menyebut bagaimana program sukarelawan di luar negeri kini menjadi salah satu opsi bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kompetensi diri.
“Sekarang, sukarelawan bukan hanya soal membantu, melainkan juga soal belajar secara langsung dari aksi nyata, dengan beradaptasi di latar belakang budaya yang berbeda, berkolaborasi dengan teman-teman internasional, serta memahami isu global dengan lebih mendalam,” ujar salah satu narasumber dari AIESEC in UNS.
Melalui program Global Volunteer, AIESEC in UNS membuka peluang bagi pemuda berusia 18 hingga 30 tahun untuk mengikuti kegiatan sukarelawan di berbagai negara selama 4 hingga 8 minggu.
Fokus utama dari program ini turut menyinggung upaya implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), seperti mengenai pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak, sampai aksi terhadap perubahan iklim.
Selain kesempatan untuk terlibat dalam proyek berbasis SDGs, peserta juga dapat belajar untuk memahami bagaimana dinamika dalam budaya yang baru mereka temui di luar negeri, cara berkomunikasi dengan latar belakang yang berbeda, hingga membangun koneksi dengan teman-teman lintas budaya.
Negara tujuan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kawasan Asia seperti Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan, hingga Eropa dan Afrika seperti Italia, Portugal, dan Maroko.
Sementara, proyek yang ditawarkan dapat berupa mengajar, aksi menjaga lingkungan, hingga pengembangan komunitas lokal. Peserta yang tertarik dapat memilih proyek dan negara tujuan sesuai minat.
Dalam diskusi bersama RAPMA FM, penyiar turut menyoroti bahwa pengalaman internasional seperti ini tidak hanya memberikan exposure global, melainkan juga membuka kesempatan mengeksplorasi untuk generasi muda saat ini.
Interaksi langsung dengan komunitas lokal di negara tujuan juga turut menjadi aspek yang sangat berkesan, lantaran peserta mampu mendapatkan perspektif baru yang tidak dapat didapatkan dari pembelajaran biasa di dalam kelas.
Selain itu, narasumber AIESEC in UNS turut memaparkan bahwa proses seleksi dalam Global Volunteer dirancang untuk mendukung kesiapan peserta, mulai dari project matching sesuai dengan minat peserta, hingga pendampingan seperti CV review dan simulasi wawancara.
Langkah ini bertujuan agar setiap peserta dapat memaksimalkan pengalaman mereka selama menjalani program Global Volunteer.
Dengan waktu pelaksanan yang juga fleksibel, peserta juga dapat menyesuaikan rencananya dengan kalender akademik masing-masing, sehingga program ini menjadi pilihan yang semakin relevan bagi mahasiswa di Solo Raya.
Melalui siaran ini, AIESEC in UNS berharap semakin banyak pemuda menyadari bahwa kontribusi terhadap isu-isu global bisa dimulai dari langkah-langkah yang sederhana, termasuk keberanian untuk mengambil kesempatan dan ikut terlibat dalam upaya penyelesaian isu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


