spesies baru tanaman lidah kucing ditemukan di sumut - News | Good News From Indonesia 2026

Spesies Baru Tanaman Lidah Kucing Ditemukan di Sumut

Spesies Baru Tanaman Lidah Kucing Ditemukan di Sumut
images info

Spesies Tumbuhan Baru Homalomena lingua-felis (commons.wikimedia.org/Badan Riset dan Inovasi Nasional)


Tanaman kecil yang daunnya terasa seperti menyentuh lidah seekor kucing memiliki berbulu lebat dan bertekstur halus.Inilah Homalomena lingua-felis, spesies baru tanaman lidah Kucing ditemukan di Sumatera Utara. Tanaman itu bukan tanaman biasa. Ia adalah penemuan besar dunia botani yang dipublikasikan pada bulan Maret di tahun 2026.

Apa Itu Homalomena lingua-felis? Kenalan Dulu dengan Tanaman Lidah Kucing

Homalomena lingua-felis sebuah spesies tanaman yang baru ditemukan dengan rupa seperti tanaman lidah kucing dan termasuk dalam keluarga besar Araceae sebuah kelompok tumbuhan yang juga mencakup tanaman hias populer seperti Monstera dan Alocasia.

Kawan GNFI perlu mengetahui nama Latin lingua-felis berasal dari dua kata lingua, yang berarti lidah, dan felis, yang berarti kucing. Nama ini sebagai perumpamaan yang sesuai dengan tampaknya sepeti lidah kucing.

Namanya tidak hanya puitis, tetapi juga menggambarkan karakteristik paling menonjol dari tanaman ini: permukaan daunnya dipenuhi dengan rambut lebat yang menyerupai lidah kucing yang kasar tetapi lembut saat disentuh. Tanaman ini juga memiliki struktur bunga jantan berbentuk kerucut, tangkai daun yang pendek, dan permukaan bawah daun yang berbintil.

Siapa yang Menemukan Tanaman Lidah Kucing di Sumut?

Penemuan ini bukan hasil kerja satu orang atau satu lembaga. Ini adalah keberhasilan dari kolaborasi besar yang melibatkan lintas lembaga mulai dari:

  • BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), dipimpin peneliti Muhammad Rifqi Hariri dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi
  • Herbarium Bandungense SITH ITB
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  • IPB University
  • Universitas Lampung (Unila)
  • Yayasan Botani Tropika Indonesia
  • Jungle Farm Nursery

Kolaborasi lintas lembaga untuk membuktikan bahwa menemukan spesies baru bukan pekerjaan mudah, karena selain usaha ekstra juga membutuhkan keahlian dari banyak bidang sekaligus, mulai dari pengamatan lapangan, analisis morfologi, hingga uji DNA.

baca juga

Ditemukan di Air Terjun Tersembunyi di Batang Toru

Pada Januari 2024, ekspedisi lapangan dilakukan di daerah Batang Toru, Tapanuli, Sumatera Utara. Para peneliti menemukan bahwa tanaman ini tumbuh di dinding batu yang lembap di sekitar air terjun pada ketinggian rendah, tempat yang sangat unik dan sulit dijangkau oleh orang lain.

Ini adalah alasan penemuan ini begitu unik dan mengkhawatirkan. Spesies ini hanya hidup di wilayah terbatas. Ia langsung menjadi perhatian konservasi global karena sebaran yang sangat terbatas.

Kapan Resmi Diumumkan? Data dan Fakta Homalomena lingua-felis di Tahun 2026

Hasil penelitian ini resmi dipublikasikan pada 9 Maret 2026 dalam jurnal internasional bergengsi PhytoKeys Volume 271, halaman 161–172, dengan judul lengkap, "A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia."

Ini adalah momen penting dalam sejarah botani Indonesia. Penemuan Homalomena lingua-felis menambah daftar kekayaan flora endemik Indonesia, khususnya dalam kelompok Araceae dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.

Kawan GNFI perlu mengetahui fakta bahwa Indonesia memiliki sekitar 25% dari total spesies bunga berbunga di dunia. Kemudian dari sekitar 20.000 hingga 30.000 spesies tumbuhan yang ada, sekitar 40% nya merupakan tumbuhan endemik yang hanya dapat ditemukan di wilayah Indonesia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama IUCN (International Union for Conservation of Nature atau Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam) mencatat lebih dari 1.000 spesies flora di Indonesia berstatus terancam punah, sementara beberapa laporan menyebutkan angkanya bisa mencapai 1.200 hingga 1.400 lebih spesies.

Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan lembaga terkait menyarankan spesies endemik Indonesia dengan permukaan daun berambut lebat yang mirip dengan "lidah kucing" dengan nama ilmiah homalomena lingua-felis untuk dimasukkan ke dalam kategori rentan berdasarkan kriteria C1, C2(i), dan D2 di lembaga internasional IUCN.

Bagaimana Cara Kita Membantu Melestarikan Tanaman Lidah Kucing?

Lalu, apa yang bisa Kawan GNFI lakukan sebagai masyarakat biasa dalam tujuan melestarikan tanaman lidah kucing? Apakah bisa menggunakan konsep museum paspor untuk pelestarian lingkungan? Perbedaannya paspor khusus konservasi atau disebut konservasi paspor.

Satu ide yang menarik harus dipertimbangkan adalah gagasan konservasi paspor sebagai sistem stempel perjalanan botani yang memungkinkan orang secara legal dan tanggung jawab mengunjungi habitat alami tanaman langka. Konservasi paspor ini memberi "cap" pada setiap lokasi konservasi flora endemik yang telah Kawan kunjungi, seperti paspor perjalanan yang distempel di setiap negara yang Kawan GNFI kunjungi.

Salah satu ide ini bisa menjadi peluang untuk dijadikan rekomendasi kebijakan hingga harapannya bisa menjadi program layaknya museum paspor, tapi hal ini baru sebatas ide saja dan jika Kawan ingin melestarikan tanaman bisa mulai dari tanaman yang bisa dirawat dari rumah sendiri dan mempelajari kehidupan tanaman yang di rawat.

Untuk melestarikan tanaman lidah kucing selain ide tersebut bisa juga mempelajari karakteristik dari webisite seperti IUCN, karena selain mengetahui tanaman ini masuk ke rentan atau terancam punah. Kawan bisa mempelajari secara digital tanaman jenis ini seperti apa hidupnya atau bermanfaat untuk lingkungan seperti apa.

baca juga

Spesies Baru, Tanggung Jawab Baru

Spesies baru seperti homalomena lingua-felis untuk pengingat bahwa Indonesia masih memiliki banyak rahasia yang belum diketahui orang. Setiap hutan yang kita lindungi berfungsi sebagai gudang penemuan untuk masa depan. Dengan setiap pohon yang kita tebang secara sembarangan, kita memiliki kemungkinan untuk menutup dunia secara permanen.

Spesies tanaman yang baru ditemukan ini bukan hanya berita ilmiah, tetapi untuk menunjukkan kondisi lingkungan saat ini dan menantang generasi yang hidup hingga 2026 untuk bisa melestarikan agar generasi berikutnya bisa melihat, apa yang sekarang ada dan belum punah.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.