suku bajau jadi inspirasi avatar 2 ahli menyelam tanpa alat bantu hingga puluhan meter - News | Good News From Indonesia 2026

Suku Bajau jadi Inspirasi Avatar 2, Ahli Menyelam Tanpa Alat Bantu hingga Puluhan Meter

Suku Bajau jadi Inspirasi Avatar 2, Ahli Menyelam Tanpa Alat Bantu hingga Puluhan Meter
images info

Suku Bajau Jadi Inspirasi Avatar 2, Ahli Menyelam Tanpa Alat Bantu hingga Puluhan Meter | Foto: (Fath | Unsplash)


Film Avatar 2: The Way of Water yang dirilis pada 16 Desember 2022 memperkenalkan kehidupan Suku Metkayina, kelompok penghuni Pandora yang hidup berdampingan dengan laut. Selain Suku Omaticaya yang tinggal di hutan, Metkayina digambarkan memiliki budaya, cara hidup, dan hubungan yang sangat erat dengan perairan.

Di balik penciptaan suku tersebut, sutradara James Cameron melakukan berbagai riset mengenai masyarakat pesisir dan komunitas laut dari berbagai belahan dunia. Salah satu inspirasi yang diakui Cameron berasal dari Indonesia, yaitu suku Bajau atau Bajo.

Suku Bajau dikenal sebagai masyarakat yang kehidupannya tidak bisa dipisahkan dari laut. Mereka tersebar di berbagai wilayah perairan Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan Timur, Maluku, dan Nusa Tenggara. Selain itu, komunitas Bajau juga dapat ditemukan di pantai timur Sabah, Malaysia, serta Kepulauan Sulu di Filipina.

Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh National Geographic, Cameron menjelaskan bahwa tim kreatif Avatar 2: The Way of Water mempelajari berbagai komunitas laut, termasuk masyarakat Bajo yang tinggal di rumah-rumah panggung di atas air dan menggunakan lingkungan laut sebagai bagian utama kehidupan mereka. Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu referensi dalam membangun budaya dan pemukiman Suku Metkayina.

baca juga

Fakta Menarik Suku Bajau

1. Dijuluki “Manusia Laut” karena Kemampuan Menyelam Luar Biasa

Suku Bajau sering disebut sebagai "manusia laut" karena kemampuan menyelam mereka yang mengagumkan. Banyak anggota komunitas ini mampu menyelam hingga kedalaman sekitar 50–60 meter tanpa bantuan tabung oksigen dan menahan napas selama beberapa menit saat mencari ikan atau hasil laut lainnya.

Kemampuan tersebut bukan hanya hasil latihan sejak kecil. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Copenhagen dan University of California, Berkeley menemukan bahwa masyarakat Bajau memiliki ukuran limpa yang rata-rata lebih besar dibandingkan populasi pada umumnya.

Organ ini berperan dalam menyimpan sel darah merah yang kaya oksigen sehingga membantu mereka bertahan lebih lama saat berada di bawah air.

2. Pengembara Laut Terbesar di Asia Tenggara

Sejak ratusan tahun lalu, Suku Bajau dikenal sebagai kelompok pelaut dan pengembara laut. Mereka berpindah dari satu wilayah perairan ke wilayah lainnya dengan menggunakan perahu tradisional untuk mencari sumber penghidupan.

Karena tradisi tersebut, Suku Bajau kerap dijuluki sebagai sea gypsy atau "gipsi laut". Hingga kini, mereka masih menjadi salah satu komunitas pengembara laut terbesar yang tersisa di Asia Tenggara.

3. Tinggal di Atas Laut dan Pesisir Pantai

Suku Bajau
info gambar

Pemukiman Suku Bajau | Foto: (Pambudiyoga | Wikimedia Commons)


Ciri khas lain dari masyarakat Bajau adalah pola permukimannya yang unik. Banyak keluarga membangun rumah panggung di atas laut menggunakan tiang-tiang kayu yang ditancapkan ke dasar perairan dangkal.

Lokasi tempat tinggal yang dekat dengan laut membuat aktivitas sehari-hari mereka sangat bergantung pada kondisi perairan, mulai dari bekerja, berinteraksi, hingga bepergian.

4. Mayoritas Bekerja sebagai Nelayan

Laut menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat Bajau. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan memanfaatkan hasil tangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pengetahuan mereka tentang arus laut, cuaca, dan lokasi penangkapan ikan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

5. Perahu Menjadi Transportasi Utama

Bagi masyarakat Bajau, perahu bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian penting dari identitas budaya mereka. Perahu digunakan untuk berpindah tempat, mencari ikan, hingga menghubungkan satu komunitas dengan komunitas lainnya.

Kedekatan mereka dengan laut dan perahu membuat kehidupan Suku Bajau sangat berbeda dengan masyarakat daratan pada umumnya.

baca juga

Inspirasi Nyata di Balik Suku Metkayina

Kehidupan Suku Metkayina dalam Avatar 2: The Way of Water memang merupakan karya fiksi. Namun, banyak unsur budaya dan cara hidup mereka yang terinspirasi dari komunitas nyata di dunia, termasuk Suku Bajau dari Indonesia. Kemampuan menyelam, hubungan yang sangat dekat dengan laut, hingga pemukiman yang berdiri di atas perairan menunjukkan kemiripan yang kuat.

Melalui film tersebut, dunia dapat melihat bahwa Indonesia memiliki warisan budaya maritim yang luar biasa. Suku Bajau bukan hanya dikenal sebagai masyarakat laut yang unik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi salah satu suku paling ikonik dalam film Avatar 2: The Way of Water.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.