Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April, SDN 1 Plosokerep Kota Blitar menggelar kegiatan edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif dan kreatif pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, dan mahasiswa program Asistensi Mengajar sebagai upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Meskipun pelaksanaannya diundur dua hari dari peringatan Hari Bumi karena siswa kelas VI sedang mengikuti Tes Kemampuan Akhir (TKA), antusiasme seluruh warga sekolah tetap terlihat tinggi.
Sejak pagi, para siswa telah berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Asistensi Mengajar. Dalam kesempatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga bumi melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin meriah ketika kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking. Melalui permainan kata berantai yang dipandu secara interaktif, siswa diajak untuk lebih fokus sekaligus membangun semangat sebelum memasuki sesi utama. Gelak tawa dan sorak sorai peserta terdengar di berbagai sudut lapangan, menciptakan suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.
Memasuki acara inti, siswa mendapatkan materi edukasi lingkungan yang disampaikan oleh Haryono dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia menjelaskan berbagai hal terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta mengelola sampah secara bijak.
Dalam pemaparannya, Haryono menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari tindakan besar. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, menghemat penggunaan air, hingga memilah sampah organik dan anorganik merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap hari.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai salah satu solusi untuk mengurangi jumlah sampah.
Melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan mereka, siswa diajak memahami bagaimana barang yang dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai.
Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik kreatif yang menjadi salah satu agenda favorit siswa. Dalam kegiatan ini, peserta diajak menghias tempat sampah yang terbuat dari ember bekas cat berkapasitas 25 liter. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang daur ulang, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Dengan penuh semangat, siswa menghias tempat sampah menggunakan berbagai warna, gambar, dan tulisan bertema lingkungan. Beberapa kelompok menambahkan slogan ajakan menjaga kebersihan, sementara yang lain menampilkan ilustrasi alam dan hewan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa barang bekas yang sering dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Nantinya, tempat-tempat sampah hasil kreasi siswa tersebut akan digunakan di lingkungan sekolah untuk mendukung budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kepala SDN 1 Plosokerep menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar atas dukungan yang diberikan dalam kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Asistensi Mengajar yang turut membantu dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung.
Melalui program Asistensi Mengajar, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan sikap peduli lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Peringatan Hari Bumi 2026 di SDN 1 Plosokerep menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi, praktik daur ulang, dan keterlibatan aktif siswa, sekolah berupaya menanamkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Harapannya, semangat menjaga bumi tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata, tetapi terus tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam diri setiap siswa.
Sebab, langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal lahirnya generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi yang berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


