Kota yang nyaman ditinggali tidak hanya ditandai oleh pembangunan gedung-gedung modern atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan masyarakat perkotaan, keberhasilan sebuah kota juga diukur dari kemampuannya mengelola lingkungan dan bagaimana kota dapat menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya.
Untuk mengukur hal tersebut, Universitas Indonesia melalui UI GreenCityMetric kembali merilis daftar kota dan kabupaten paling berkelanjutan di Indonesia tahun 2025. Penilaian kota berkelanjutan ini mencakup aspek lingkungan, transportasi, energi, pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau.
Dari 71 kabupaten dan kota yang mengikuti penilaian tahun ini, Surabaya berhasil menempati posisi pertama sebagai kota paling berkelanjutan di Indonesia. Selain Surabaya, sejumlah daerah lain dari Pulau Jawa hingga Kalimantan juga masuk dalam daftar 10 besar.
Lantas, kota mana saja yang masuk dalam daftar tersebut? Simak daftarnya berikut ini, Kawan GNFI!
10 Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia 2025
1. Surabaya
Dengan raihan skor 8.122,5, Surabaya berhasil memuncaki daftar kota paling berkelanjutan di Indonesia tahun 2025 versi UI GreenCityMetric. Keberhasilan ini didukung oleh berbagai indikator penilaian yang mencakup pengelolaan lingkungan, energi, transportasi, ruang terbuka hijau, hingga tata kelola sampah dan air.
2. Madiun
Tepat di bawah Surabaya, Madiun mengumpulkan skor 8.112,5. Kota ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ruang hijau dan berbagai program lingkungan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
3. Semarang
Semarang mengamankan posisi ketiga dengan skor 7.972,5. Berbagai upaya dilakukan kota ini untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih ramah lingkungan, termasuk pengembangan infrastruktur dan transportasi yang mendukung ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
4. Medan
Skor 7.895 menempatkan Medan di urutan keempat. Masuknya ibu kota Sumatra Utara ini ke dalam jajaran teratas menunjukkan semakin besarnya perhatian kota-kota besar terhadap isu keberlanjutan dan kualitas lingkungan perkotaan.
5. Kediri
Kediri menempati posisi kelima dengan perolehan skor 7.497,5. Kota ini dinilai mampu mengembangkan wilayah perkotaan sambil tetap memperhatikan aspek lingkungan, termasuk melalui penataan kota dan pengembangan area hijau.
6. Salatiga
Di peringkat keenam terdapat Salatiga yang meraih skor 7.180. Kota ini dikenal memiliki suasana yang relatif nyaman dengan kualitas lingkungan yang terjaga, menjadikannya salah satu daerah yang dinilai baik dalam aspek keberlanjutan.
7. Banjarbaru
Banjarbaru berada di posisi ketujuh dengan skor 6.965. Sebagai kota yang terus berkembang, Banjarbaru mulai memperkuat berbagai inisiatif pembangunan yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan dan pengurangan dampak emisi.
8. Trenggalek
Kabupaten Trenggalek berhasil masuk delapan besar dengan skor 6.932,5. Berbagai program pembangunan hijau yang dijalankan daerah ini turut mendukung upaya mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
9. Wonogiri
Wonogiri menempati urutan kesembilan dengan skor 6.892,5. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari perhatian daerah terhadap pengelolaan sumber daya alam, termasuk kawasan hijau dan tata kelola air yang berkelanjutan.
10. Magelang
Dengan skor 6.732,5, Magelang menjadi daerah terakhir yang masuk dalam daftar 10 kota dan kabupaten paling berkelanjutan di Indonesia tahun 2025. Capaian ini memperlihatkan komitmen kota tersebut dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Dari Surabaya hingga Magelang, masing-masing daerah memiliki cara dan pendekatannya sendiri untuk menciptakan kota yang lebih nyaman, hijau, dan berkelanjutan. Meski tantangannya berbeda-beda, langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


