pulau samalona surga tersembunyi di dekat kota makassar - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Samalona, Surga Tersembunyi di Dekat Kota Makassar

Pulau Samalona, Surga Tersembunyi di Dekat Kota Makassar
images info

Dok. disbudpar.sulselprov.go.id


Dari Pantai Losari, Pulau Samalona hanya berjarak dua kilometer ke arah barat laut. Dengan perahu motor, perjalanannya tidak sampai 30 menit.

Namun, begitu sampai, yang Kawan temukan terasa jauh dari hingar-bingar kota yang baru saja ditinggalkan. Pulau seluas 2,34 hektar ini masuk dalam gugusan Kepulauan Spermonde, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, dan sudah lama menjadi tujuan wisata bahari favorit warga Makassar maupun pengunjung dari luar kota.

Air di sekitar pulau ini jernih sampai terumbu karang dan dasar pasirnya terlihat jelas dari permukaan, bahkan dari atas perahu sekalipun.

Hal itu yang membuat Pulau Samalona tidak hanya menarik bagi yang suka menyelam atau snorkeling, melainkan juga bagi yang sekadar ingin duduk santai di pinggir pantai sambil melihat ke bawah air. Pantainya berpasir putih halus, ada pepohonan untuk berteduh, dan warung kecil yang menjual ikan dan kepiting bakar.

Yang tidak banyak orang tahu adalah bahwa di bawah permukaan laut sekitar pulau ini terdapat bangkai kapal patroli Jepang dari era Perang Dunia II. Kapal itu karam di kedalaman sekitar 15 hingga 20 meter dan kini sudah ditumbuhi terumbu karang, sehingga menjadikannya salah satu titik selam yang paling dicari penyelam berpengalaman di kawasan ini.

Selain itu, di tepian pulau masih bisa ditemukan sisa-sisa atap sebuah vila peninggalan masa kolonial Belanda yang sudah hampir roboh dimakan waktu, pengingat bahwa pulau ini pernah menjadi tempat peristirahat pejabat Belanda sekitar seabad lalu.

 

Sekilas Mengenai Pulau Samalona

Pulau Samalona secara administratif masuk dalam wilayah Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Pulau ini termasuk dalam gugusan Kepulauan Spermonde, kawasan kepulauan di Selat Makassar yang dikenal dengan keanekaragaman hayati lautnya.

Sebagian warga menyewakan kamar di rumah mereka untuk wisatawan yang ingin bermalam, dan beberapa mengelola warung makan serta jasa penyewaan peralatan selam. Di pulau ini juga berdiri mercusuwar yang berfungsi sebagai penanda batas daratan bagi kapal berbadan besar yang melintasi Selat Makassar.

Satu hal yang perlu Kawan ketahui adalah bahwa luas daratan pulau ini terus menyusut dari tahun ke tahun akibat abrasi. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dan ekosistem laut di sekitar pulau bukan sekadar anjuran, melainkan memang sudah mendesak.

 

Daya Tarik Utama Pulau Samalona

Pulau Samalona menawarkan beberapa hal sekaligus yang membuat banyak orang kembali lagi ke sini.

Snorkeling dan diving adalah yang paling utama. Terumbu karang di sekitar pulau masih dalam kondisi yang relatif baik, dengan berbagai jenis ikan karang berwarna-warni yang mudah ditemui bahkan di kedalaman dangkal.

Saat menyelam, cahaya matahari yang menembus air membentuk garis cahaya yang terlihat sampai ke dasar, sebuah pengalaman yang cukup sulit dilupakan. Bagi penyelam bersertifikat, bangkai kapal Jepang di kedalaman 15 hingga 20 meter menjadi titik selam tersendiri yang tidak ada di pulau lain di sekitar Makassar.

Banana boat tersedia untuk yang ingin aktivitas lebih bergerak. Perahu karet berbentuk pisang yang bisa ditumpangi enam orang ini ditarik speedboat mengelilingi pantai dengan tarif sekitar Rp150.000 per putaran sekitar 15 menit.

Pantai pasir putihnya sendiri sudah menjadi alasan cukup untuk betah berlama-lama. Ada pohon untuk berteduh, area yang nyaman untuk berenang karena arusnya relatif tenang, dan pemandangan matahari tenggelam dari tepi pulau yang menghadap ke barat. Kalau Kawan masih di sini menjelang sore, langit jingga di atas Selat Makassar cukup untuk membuat perjalanan hari itu terasa lengkap.

Bagi yang tertarik dengan sisi sejarahnya, sisa atap vila peninggalan Belanda yang berdiri hampir 100 tahun masih bisa dilihat di tepian pulau. Tidak banyak yang tersisa, tetapi cukup untuk membayangkan bahwa tempat yang sekarang ramai dikunjungi wisatawan ini pernah menjadi tempat istirahat pejabat kolonial pada masanya.

 

Akses Menuju Pulau Samalona

Titik keberangkatan utama menuju Pulau Samalona adalah Dermaga Kayu Bangkoa atau Dermaga Popsa di Makassar, keduanya tidak jauh dari kawasan Pantai Losari. Dari dermaga, perjalanan dengan perahu motor atau jolloro, perahu tradisional nelayan bermesin tempel, memakan waktu sekitar 30 menit.

Ada dua pilihan sewa perahu. Sewa pribadi berarti perahu ditempati sendiri atau rombongan dan menunggu sampai kunjungan selesai, dengan tarif sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 per perahu untuk kapasitas 10 hingga 15 orang.

Sewa umum berarti bergabung dengan penumpang lain dengan jadwal kepulangan yang sudah ditentukan, sehingga tarifnya lebih murah. Bagi Kawan yang datang rombongan, sewa pribadi biasanya lebih fleksibel dan biayanya bisa dibagi rata.

Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kawan bisa naik taksi atau ojek daring menuju pusat kota, lalu lanjut ke dermaga. Rute alternatifnya adalah melewati kawasan Benteng Fort Rotterdam sebelum menuju dermaga penyeberangan.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Pulau Samalona buka setiap hari selama 24 jam dan tidak ada tiket masuk yang dikenakan. Biaya yang perlu disiapkan adalah sewa perahu pulang-pergi berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 per perahu, sewa peralatan snorkeling sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, dan banana boat sekitar Rp150.000 per putaran.

Untuk menginap, tersedia penginapan sederhana di rumah warga maupun pondok kecil dengan harga mulai Rp200.000 hingga Rp500.000 per malam. Musala dan toilet umum tersedia di pulau.

Waktu terbaik berkunjung adalah antara Mei hingga Oktober saat musim kemarau, ketika laut lebih tenang dan air lebih jernih untuk snorkeling maupun diving.

 

Ayo Berkunjung ke Pulau Samalona!

Kalau Kawan GNFI sedang berada di Makassar dan punya waktu satu hari penuh, Pulau Samalona adalah perjalanan yang tidak butuh banyak persiapan rumit. Datang ke dermaga pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WITA, tawar harga perahu kalau datang rombongan, dan siapkan satu hari penuh untuk menikmati laut yang jernih dan suasana pulau yang jauh dari keramaian kota.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.