Mengenal Carmen lebih dekat, Idol K-Pop asal Bali yang memiliki nama asli Nyoman Ayu Carmenita atau akrab disapa Carmen. Perempuan muda Bali ini lahir di Denpasar pada 28 Maret 2006.
Ia berhasil mengukir sejarah sebagai idol K-Pop perdana asal tanah air yang debut di bawah naungan top tier agensi raksasa yakni SM Entertainment. Carmen mulai mengepakkan sayapnya dengan debut sebagai main vocal girl group HEARTS2HEARTS pada 24 Februari 2025.
Tumbuh di Keluarga Seniman Bali
Darah seni keluarganya memang sudah mengalir pada dirinya. Melihat ayahnya, Putu Gede Suastika ialah seorang gitaris, sedangkan Ibunya, Kadek Ayu Sri Handayani seorang penyanyi sekaligus pendiri sanggar tari Ayu Bali Suara. Lebih jauh lagi, sang ibu dulunya sudah merilis empat album sejak 1987 dan lagu populernya bertajuk “Cinta” milik Vina Panduwinata.
Sejak kecil, Carmen gemar bernyanyi, menari, dan bermain beberapa instrumen mulai dari piano, gitar, hingga biola.
Potret Perjalanan Menuju Korea Selatan
Berangkat dari pijakkan mimpinya yang ingin menjadi idol saat ia terinspirasi oleh video musik “The Boys” milik SNSD. Di sisi lain, ketidaksetujuan orang tua pun kian mewarnai kala itu karena mengingat usia Carmen yang masih 15 tahun.
Namun, tekad Carmen terus berlanjut sampai ia diam-diam mengikuti audisi online SM Entertainment via Zoom pada 2022 lalu. Sebanyak 100 lagu ia nyanyikan sebelum akhirnya dinyatakan lolos dan menjalani proses trainee sekitar 2 tahun di Korea Selatan.
Debut Spektakuler Bersama Hearts2Hearts
Carmen dengan ketujuh member lainnya debut merilis single album “The Chase” yang meledak di kancah penjualan. Album ini terjual lebih dari 428 ribu kopi dan raih sertifikasi Platinum dari KMCA.
Tak sampai sebulan usai debut grupnya sukses raih trofi kemenangan perdana di program musik The Show. Bukan hanya itu, Hearst2Hearts juga borong penghargaan Rookie of the year di Seoul Music Awards 2025 dan Best New Artist di Asia Star Entertainer Awards.
Mengukir Prestasi hingga Dijuluki Sang “Peri K-Pop”
Secara individu, Carmen berhasil membawa pulang piala Trend of The Year (Rookie) di ajang Korea Grand Music Awards 2025. Hebatnya lagi, pencapaian tadi menjadikannya idol Indonesia pertama yang memenangkan kategori tersebut.
Berkat pesona, aura positif, dan suara melengkingnya yang indah, media Korea bahkan memberinya julukan "Peri K-Pop" (K-Pop Fairy). Tidak hanya itu, tapi ia juga sering dipanggil "Bali Girl" oleh penggemar dan punya keahlian unik melakukan trik sulap jari.
Pesona Lokal yang Tak Lekang
Pencapaiannya kini sebagai bagian dari SM Entertaiment tak mengubah pesona lokal Carmen sebagai gadis asli Bali. Lucunya, sisi lokal ia tunjukkan juga saat dengan santai melontarkan pantun khas Indonesia, “ubur-ubur ikan lele,” yang menuai sorotan para fans terutama di tanah air.
Di balik Carmen sebagai satu-satunya member yang berasal dari Indonesia pastinya memiliki tantangan tersendiri. Karena melihat berkarier di industri hiburan Korea Selatan itu yang cukup kompetitif. Namun, gadis yang dikenal dengan kepribadian ESFP ini berhasil menepis keraguan tersebut. Uniknya, ia juga dijuluki sebagai 'Sunshine' atau bisa dibilang si pembawa energi ceria di grupnya.
Jika melirik kembali perjalanan gadis Bali ini, rupanya ia sukses menorehkan pencapaiannya di ajang internasional Wonju Winter Dancing Carnival, Korea Selatan. Nah, bercermin dari potret Carmen yang superinspiratif ini Kawan GNFI tak perlu takut untuk mencoba, mencoba, dan terus mencoba. Apalagi, untuk cita-citanya yang sangat Kawan GNFI masing-masing capai.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


