pulau sekatung pulau kecil di utara natuna - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Sekatung, Pulau Kecil di Utara Natuna

Pulau Sekatung, Pulau Kecil di Utara Natuna
images info

Pulau Sekatung, Pulau Kecil di Utara Natuna


Pulau Sekatung termasuk ke dalam gugusan Kepulauan Natuna. Terletak di bagian paling utara, pulau ini menjadi satu dari sekian banyak titik penanda teritorial perairan Indonesia.

Yuk, simak informasi mengenai letak geografis, kondisi wilayah, hingga tugas Pulau Sekatung sebagai batas teritorial dan kedaulatan Indonesia.

Letak Geografis

Melansir dari situs Dinas Pariwisata Natuna, secara administratif, Pulau Sekatung termasuk ke dalam Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Terletak pada 107°54’-108°03’ BT, Pulau Sekatung berada di bagian paling utara Kepulauan Natuna.

Pulau Sekatung menjadi garis terluar sekaligus gerbang terdepan Indonesia di luasnya hamparan Laut China Selatan. Berbatasan langsung dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Jarak Pulau Sekatung ke Kota Ho Chi Minh di Vietnam ±1.000 km, lebih dekat dibanding dengan jarak ke Jakarta.

Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk sampai ke pulau ini. Cara pertama yang bisa ditempuh adalah lewat jalur dari Ranai yang melalui Pelabuhan Binjai, Sendanau, Pulau Laut, baru sampai di Pulau Sekatung.

Lalu cara kedua adalah melakukan perjalanan langsung dari Ranai ke Pulau Sekatung dengan menggunakan speedboat.

baca juga

Kondisi Wilayah

Dengan luas wilayah 1,65 kilometer persegi, Pulau Sekatung termasuk pulau kecil. Pulau ini dikelilingi oleh laut yang bersih dan jernih serta udaranya segar dan bebas polusi.

Selain laut jernih, terumbu karang yang luas juga mengelilingi pulau ini. Jarak antara perbatasan daratan dengan bibir karang di bagian tenggara pulau ini mencapai 2 km.

Terumbu karang bisa ditemukan di kedalaman 3—5 meter, dengan penutupan terumbu karang sekitar 9%. Berbagai genus terumbu karang berada di peraian Pulau Sekatung seperti, Porites, Acropora, Favites, Goniopora, Fungia, Pocillopora, Favia, Lobophyllia, Stylophora, Astreopora, Montipora, serta Galaxea.

Melihat bentuknya, Pulau Sekatung merupakan bukit kecil yang tingginya sekitar 5—6 meter di atas permukaan laut. Pulau ini memiliki struktur geologi yang tersusun dari Formasi Aluvial, Formasi Batuan Mafik dan Ultramafik.

Lereng di bagian utara pulau agam curam, sedangkan di bagian selatan topografinya bergelombang. Dengan karakteristik pantai yang berbatu dan bertebing curam, beserta patahan karang di sekitar pulau.

Perairan di sekeliling pulau ini cenderung tenang, dengan kedalaman 0—5 meter di sekitar pantai dan 10—15 meter di perairan yang lebih jauh dari pulau. Saat pasang, penyu sisik, ikan hias, dan anakan ikan baronang akan terlihat.

Pulau ini memiliki iklim tropis basah dengan suhu udara yang berkisar antara 23—33°c. Perubahan arah angin yaitu, angin muson timur di bulan Mei—September, angin muson barat di bulan November—Maret, serta bulan April—Oktober menjadi masa transisi antara kedua angin tersebut, yang berpengaruh pada iklim di Pulau Sekatung.

Batas Teritorial dan Kedaulatan

Pulau Sekatung merupakan bagian dari 12 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) yang menjadi prioritas untuk dikelola. Pengelolaan tersebut diprioritaskan karena pulau ini merupakan salah satu titik dasar (base point) garis batas wilayah kedaulatan Indonesia yang sah menurut United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Menjadi pulau terluar yang menentukan teritorial negara, pulau ini berada di bawah pengawasan Koramil 08/Pulau Laut Kodim 0318/Natuna. Pulau ini tidak dihuni oleh masyarakat sipil. Hanya TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL), yang menjaga batas strategis dan vital tersebut.

baca juga

Pulau Sekatung berada di zona yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan, negara-negara lain, serta bersinggungan dengan klaim nine dash line, yaitu garis batas imajiner yang dibuat oleh Tiongkok secara sepihak dengan mengacu pada sejarahnya, membuat Pulau Sekatung dilindungi dengan ketat.

Para tentara melakukan patroli untuk menjaga batas kedaulatan perairan serta untuk melindungi kekayaan alam di dalamnya dari tindakan ilegal, seperti pencurian ikan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.