Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 kembali digelar di berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi untuk siswa SMA sederajat ini menjadi bagian dari program MPR RI untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sepanjang April hingga Mei 2026, seleksi tingkat provinsi telah berlangsung di sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Barat. Nantinya, sekolah terbaik dari masing-masing provinsi akan bertanding kembali di tingkat nasional.
Dalam dokumen pelaksanaan kegiatan yang disusun Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, LCC Empat Pilar disebut tidak hanya bertujuan menguji kemampuan menjawab soal dengan cepat. Kompetisi ini juga dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu kebangsaan dan kehidupan bernegara.
“Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tulis dokumen tersebut.
Karena itu, materi lomba tidak hanya berisi pertanyaan dasar tentang empat pilar kebangsaan. Peserta juga mendapat soal pengetahuan umum serta isu nasional dan internasional.
Apa Itu Empat Pilar MPR RI?
Empat pilar sendiri merupakan konsep dasar kebangsaan yang selama ini disosialisasikan MPR RI. Pilar pertama adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Pilar kedua ialah UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Pilar ketiga adalah NKRI sebagai bentuk negara. Sementara pilar keempat yakni Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Dalam tujuan kegiatan, MPR RI juga menyebut LCC dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta terhadap persoalan kebangsaan. Artinya, siswa tidak hanya diharapkan hafal materi, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetisi ini berlangsung bertahap. Seleksi awal dilakukan di tingkat kota atau kabupaten melalui Dinas Pendidikan masing-masing daerah. Sekolah yang lolos kemudian melanjutkan ke tingkat provinsi.
Setelah itu, juara provinsi akan bertanding di babak final nasional di Jakarta. Pada tahap final, sekolah-sekolah dari seluruh Indonesia akan dipertemukan untuk menentukan juara nasional LCC Empat Pilar MPR RI.
Menariknya, dalam pedoman lomba disebutkan bahwa daerah dengan keterbatasan anggaran tetap dapat mengirim peserta. Jika seleksi tingkat kota tidak memungkinkan dilaksanakan, Dinas Pendidikan dapat menunjuk langsung sekolah yang dianggap layak menjadi perwakilan daerah.
Skema tersebut dibuat agar partisipasi sekolah tidak hanya berasal dari kota besar. Dengan sistem itu, sekolah dari daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas tetap memiliki peluang tampil di tingkat nasional.
Selain aspek kompetisi, MPR RI juga menyoroti fungsi LCC sebagai ruang interaksi antarpelajar dari berbagai wilayah Indonesia. Dalam bagian manfaat kegiatan disebutkan bahwa lomba diharapkan dapat memperluas jaringan sosial peserta dan mempererat hubungan antarbudaya.
“Memfasilitasi jaringan dan interaksi sosial,” tulis dokumen pelaksanaan kegiatan.
Untuk mendukung pelaksanaan lomba, kegiatan ini melibatkan kerja sama antara Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Dinas Pendidikan provinsi, event organizer, hingga alumni LCC.
Alumni juga dilibatkan dalam promosi kegiatan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Strategi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap isu kebangsaan.
Dalam dokumen Terms of Reference (ToR), anggaran kegiatan disebutkan bahwa total biaya pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI 2025 mencapai Rp32.958.082.000. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan seleksi provinsi hingga babak final nasional.
Selain itu, panitia merekomendasikan adanya pelatihan intensif dan simulasi lomba bagi peserta sebelum kompetisi dimulai. Langkah itu dinilai penting agar siswa lebih siap memahami materi empat pilar secara lebih mendalam.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


