kala guru indonesia kenalkan makanan nusantara di muar malaysia pada 1970 laris manis diminati masyarakat - News | Good News From Indonesia 2026

Kala Guru Indonesia Kenalkan Makanan Nusantara di Muar Malaysia pada 1970, Laris Manis Diminati Masyarakat

Kala Guru Indonesia Kenalkan Makanan Nusantara di Muar Malaysia pada 1970, Laris Manis Diminati Masyarakat
images info

Kala Guru Indonesia Kenalkan Makanan Nusantara di Muar Malaysia pada 1970, Laris Manis Diminati Masyarakat


Makanan merupakan salah satu media yang bisa digunakan sebagai diplomasi kebudayaan dengan negara lainnya. Keberagaman budaya yang ada di Indonesia bisa dikenalkan secara luas lewat makanan.

Cara ini pernah dilakukan oleh para guru Indonesia yang bertugas di Malaysia pada 1970 silam. Pada waktu itu, ada beberapa guru Indonesia yang bertugas di Muar, Malaysia yang mengenalkan makanan Nusantara dalam kegiatan sekolah tempat mereka mengajar.

Selain mengenalkan budaya Indonesia lewat makanan, para guru ini juga terlibat untuk tujuan mulia lainnya. Sebab keterlibatan para guru ini juga bertujuan untuk membantu kegiatan amal untuk membantu pembangunan infrastruktur sekolah tempat mereka bertugas.

Uniknya hadirnya para guru Indonesia dalam mengenalkan makanan Nusantara ini justru mendapatkan respon positif dari masyarakat pada waktu itu. Makanan Nusantara yang dihadirkan pada acara ini disambut dengan antusias dan digemari oleh masyarakat yang hadir dalam helatan tersebut.

Bagaimana momen saat para guru Indonesia mengenalkan makanan Nusantara di Muar, Malaysia pada 1970 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

baca juga

Partisipasi Guru Indonesia dalam Acara Amal Sekolah

Disitat dari artikel "Guru2 Indonesia Pamer Masak2an di Muar" dalam surat kabar Berita Harian edisi 7 Oktober 1970, para guru Indonesia pernah mengenalkan makanan Nusantara di sekolah tempat mereka mengajar di Muar, Malaysia pada 1970 silam. Hal ini dilakukan oleh para guru Indonesia yang terlibat dalam helatan Pasaria Sekolah Menengah Dato Sri Amar Di-Raja yang digelar pada waktu itu.

Perlu Kawan ketahui, pada periode ini memang banyak guru-guru dari Indonesia yang dikirim ke Malaysia untuk mengajar di sana. Bahkan setahun sebelumnya pada 1969, ada ratusan guru serta dosen dari Indonesia, khususnya yang mengajar matematika dan sains yang dikirim untuk mengajar ke Negeri Jiran.

Para guru ini kemudian dikirim ke beberapa sekolah yang ada di Malaysia. Hal yang sama juga berlaku bagi para guru Indonesia yang mengajar di daerah Muar.

Kenalkan Kekayaan Makanan Nusantara

Dalam acara Pasaria Sekolah Menengah Dato Sri Amar Di-Raja, para guru Indonesia ikut terlibat dalam memperkenalkan berbagai macam masakan Nusantara pada masyarakat Malaysia yang ada di sana. Makanan yang dikenalkan juga sebagian besar belum pernah dirasakan oleh masyarakat yang ada di sana pada waktu itu.

Terdapat beberapa hidangan yang disajikan oleh para guru Indonesia dalam acara ini. Misalnya, ada soto, lontong, hingga sate yang disajikan dalam helatan acara tersebut.

Selain itu, para guru ini juga menghidangkan beberapa jajanan yang jarang dijumpai di sana, seperti lemper dan getuk lindri. Bahkan para guru ini juga menghidangkan minuman tradisional khas Indonesia, seperti bandrek dan lainnya.

baca juga

Laris Manis Diminati Masyarakat

Meskipun jarang dijumpai di Muar, hidangan makanan Indonesia yang disajikan oleh para guru ini ternyata mendapatkan respon positif dari masyarakat. Bahkan makanan yang disajikan langsung laris manis dalam waktu singkat.

Gerai makanan para guru Indonesia ini langsung habis dalam dua jam saja. Gerai makanan tersebut terpaksa tutup lebih cepat dari helatan acara karena kehabisan bahan makanan yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.

Dari semua makanan yang ada, getuk lindri menjadi hidangan yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Hasil ini tentu menjadi kesan positif dari para guru Indonesia yang pertama kali ikut terlibat dalam helatan tersebut.

Selain mengenalkan makanan Indonesia, kontribusi para guru ini juga bertujuan untuk membantu pengumpulan dana pembangunan perpustakaan di sekolah tempat mereka mengajar. Drs. Haiban yang menjadi pemimpin dari para guru Indonesia ini menyebutkan jika keikutsertaan mereka menjadi kontribusi untuk pengumpulan dana pembangunan perpustakaan tersebut.

"Inilah sumbangan kecil yang dapat kami guru-guru Indonesia sama-sama berbakti mencari derma perpustakaan," ucap Drs. Haiban seperti yang dikutip dari Berita Harian.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.