Pemerintah melalui Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa penanganan korban menjadi fokus utama dalam insiden yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Hingga saat ini, Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka dengan 38 penumpang telah diperbolehkan pulang dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari KNKT. Saat ini sedang dilakukan uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan stasiun,” ujar Dudy.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas kejadian yang menimbulkan duka ini.
“Kami tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak. Total korban saat ini 107 orang, dengan 16 meninggal dunia. Sebanyak 53 penumpang masih dirawat di rumah sakit dan 38 lainnya telah dipulangkan,” jelas Bobby.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, yang berlangsung hingga sekitar 10 jam untuk memastikan seluruh penumpang dapat tertangani dengan baik. Selanjutnya dilakukan penanganan sarana, termasuk evakuasi rangkaian KRL yang terdampak.
Dalam proses pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa dini hari (27/4) pukul 01.30 WIB. Jalur hulu juga telah dinyatakan aman untuk dilalui dengan pembatasan kecepatan 30 km/jam, sesuai rekomendasi keselamatan.
KAI bersama regulator dan pihak terkait terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik internal maupun eksternal, serta mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT. Selain itu, KAI dan Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan di lapangan.
Dalam masa pemulihan ini, KAI menyiagakan dua posko selama 14 hari, yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI memastikan seluruh pelanggan terdampak tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian bea tiket bagi perjalanan yang dibatalkan sebesar 100%. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” ujar Anne.
*Sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh pada 29 April 2026 dibatalkan, yaitu:*
1. KA 263 Ambarawa Ekspres (SBI–SMC)
2. KA 264 Ambarawa Ekspres (SMC–SBI)
3. KA 267 Banyubiru (SLO–SMT)
4. KA 268 Banyubiru (SMT–SLO)
5. KA 152 Brantas (PSE–BL)
6. KA 151 Brantas (BL–PSE)
7. KA 251 Jayakarta (PSE–SGU)
8. KA 252B Jayakarta (SGU–PSE)
9. KA 245B Majapahit (PSE–ML)
10. KA 246B Majapahit (ML–PSE)
11. KA 103B Bogowonto (PSE–LPN)
12. KA 104B Bogowonto (LPN–PSE)
13. KA 132 Parahyangan (GMR–BD)
14. KA 133 Parahyangan (BD–GMR)
15. KA 7007C KA Tambahan (YK–GMR)
16. KA 7008C KA Tambahan (GMR–YK)
17. KA 161 Bangunkarta (JG–PSE)
18. KA 162 Bangunkarta (PSE–JG)
19. KA 56F–53F Purwojaya (CP–GMR)
20. KA 50F–51F Purwojaya (GMR–CP)
21. KA 63B Manahan (SLO–GMR)
22. KA 64B Manahan (GMR–SLO)
23. KA 29F Argo Anjasmoro (SBI–GMR)
24. KA 30F Argo Anjasmoro (GMR–SBI)
Pemulihan KRL lintas Bekasi–Cikarang
Pemulihan layanan KRL di lintas Bekasi–Cikarang mulai menunjukkan perkembangan. Setelah proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, uji coba operasional pertama telah berhasil dilaksanakan dengan aman.
Anne Purba menyampaikan bahwa pada Rabu (29/4) pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.
“Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Anne.
Di tengah proses pemulihan tersebut, perhatian utama tetap tertuju pada penanganan korban. Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” lanjut Anne.
KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.
Untuk mendukung kebutuhan informasi, KAI menyiagakan posko di dua lokasi, yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.
KAI menegaskan bahwa pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap, seiring hasil evaluasi dan pengujian yang memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
KAI akan terus menyampaikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lapangan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


