aiesec in unand soroti kepemimpinan annisa nadhiratu afifah dalam semangat hari kartini - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Unand Soroti Kepemimpinan Annisa Nadhiratu Afifah dalam Semangat Hari Kartini

AIESEC in Unand Soroti Kepemimpinan Annisa Nadhiratu Afifah dalam Semangat Hari Kartini
images info

AIESEC in Unand Soroti Kepemimpinan Annisa Nadhiratu Afifah dalam Semangat Hari Kartini


Menjadi seorang pemimpin bukan sekadar tentang memegang jabatan, tetapi tentang menghadirkan ruang bagi orang lain untuk tumbuh. Hal inilah yang menjadi semangat utama perjalanan Annisa Nadhiratu Afifah, Local Committee President AIESEC in Unand, yang memilih berdiri di posisi kepemimpinan demi membantu lebih banyak anak muda, khususnya perempuan, menyadari potensi terbaik dalam diri mereka.

Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai seseorang yang pernah dibantu, didukung, dan diberikan kesempatan untuk berkembang, ia meyakini bahwa satu peluang dapat mengubah cara seseorang melihat dirinya sendiri. Dari keyakinan tersebut, lahirlah keinginan untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi orang lain.

“Ketika seseorang diberi ruang untuk mencoba, mereka bisa menemukan versi terbaik dari dirinya. Saya ingin menjadi bagian dari proses itu,” ujarnya.

baca juga

Perjalanan kepemimpinan tentu tidak selalu mudah. Di awal langkah, keraguan dan rasa takut gagal menjadi hal yang wajar dirasakan. Namun, justru dari proses itulah lahir ketangguhan, kesabaran, dan kepercayaan diri yang lebih kuat.

Ia menyampaikan bahwa jika bisa berbicara kepada dirinya di masa awal perjalanan, pesan yang ingin disampaikan sederhana namun bermakna: terus berjalan, lakukan yang terbaik, dan percayalah pada proses. 

Menurutnya, salah satu pelajaran paling berharga selama memimpin adalah memahami bahwa niat baik akan membawa seseorang pada hal-hal baik. Selain itu, kepemimpinan juga menuntut kemampuan mengelola diri, menjaga emosi, serta tetap tenang di tengah tantangan.

“Kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling hebat, tetapi tentang membantu orang lain ikut bertumbuh,” tambahnya. Dalam perjalanannya di AIESEC, dua nilai yang paling terasa teruji adalah Striving for Excellence dan Activating Leadership. Nilai pertama mengajarkan pentingnya terus berkembang dan tidak cepat puas, sementara nilai kedua mengingatkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu membangkitkan potensi orang lain.

Striving for Excellence buatnya bukan tentang harus selalu jadi yang paling unggul. Lebih ke dorongan untuk terus jadi versi yang lebih baik dari diri sendiri. Ia belajar untuk tidak cepat puas, berani jujur melihat kekurangan, dan tetap mau mencoba hal-hal yang terasa tidak nyaman. Yang dikejar bukan kesempurnaan, tapi progres—pelan tapi pasti, dengan standar yang terus naik dari waktu ke waktu, baik dalam cara berpikir, bekerja, maupun berkolaborasi dengan tim.

Sementara itu, Activating Leadership ia rasakan sebagai bentuk kepemimpinan yang benar-benar hidup. Bukan soal jabatan atau siapa yang paling menonjol, tapi bagaimana kehadirannya bisa membuat orang lain ikut berkembang. Ia mencoba memberi ruang, membangun kepercayaan, dan mendorong orang di sekitarnya untuk berani mengambil peran. Baginya, pemimpin yang baik adalah yang tidak hanya tumbuh sendiri, tapi juga bisa membawa orang lain ikut maju dan menemukan potensi terbaik mereka.

Sebagai seorang perempuan, perjalanan ini memiliki makna yang lebih personal. Ia belajar bahwa perempuan memiliki kekuatan besar untuk bertahan, beradaptasi, memimpin, dan membawa perubahan. Pengalaman tersebut juga menjadi bukti bahwa perempuan mampu mengambil keputusan strategis dan memberi dampak nyata di lingkungan sekitarnya.

Dampak perjalanan ini tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga diharapkan dapat menginspirasi perempuan lain untuk berani mencoba, berani bermimpi, dan berani mengambil peran kepemimpinan. Sosok perempuan yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah sang ibu. Dukungan, kepercayaan, dan ketulusan seorang ibu menjadi fondasi kekuatan yang terus mendorong langkahnya hingga hari ini.

baca juga

Memaknai Hari Kartini, ia melihat momentum ini bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi sebagai ajakan untuk melanjutkan semangat keberanian perempuan dalam membuka peluang dan menciptakan perubahan. Ia menegaskan bahwa suara perempuan memiliki peran penting, serta kemampuan untuk menjadi agen perubahan di berbagai ruang kehidupan.

Ke depan, ia berharap dapat terus bertumbuh, mencintai diri sendiri, dan memberi dampak yang lebih luas. Ia juga percaya bahwa perjuangan perempuan hari ini hadir melalui langkah-langkah kecil yang konsisten, seperti berani mencoba, menyuarakan pendapat, dan mengambil kesempatan. Untuk perempuan lainnya, ia berharap semakin banyak yang percaya diri, saling mendukung, dan bersama-sama tumbuh serta menginspirasi lingkungan sekitarnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.