rehabilitasi mangrove bareng wvi dorong ketahanan pesisir jakarta - News | Good News From Indonesia 2026

Rehabilitasi Mangrove Bareng WVI, Dorong Ketahanan Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Bareng WVI, Dorong Ketahanan Pesisir Jakarta
images info

Rehabilitasi Mangrove Bareng WVI, Dorong Ketahanan Pesisir Jakarta


Krisis iklim dan penurunan kualitas lingkungan di Jakarta semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena banjir rob yang berulang menjadi salah satu indikator nyata. Sepanjang 2024, kawasan pesisir Jakarta tercatat mengalami genangan hingga 60 cm, sebagaimana dilaporkan dalam publikasi ilmiah Globe 2025.

Kondisi ini memperkuat urgensi intervensi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Wahana Visi Indonesia (WVI) meluncurkan program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods Jakarta (MARVELJAK) sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan ketahanan wilayah pesisir.

Program MARVELJAK dijalankan selama periode 2025 hingga 2030 dengan dukungan pendanaan dari Mitsubishi Motors STEP funds, yang bersumber dari kontribusi karyawan Mitsubishi Motors Group, serta skema matching gift dari Mitsubishi Motors Corporation. Inisiatif ini menempatkan rehabilitasi ekosistem pesisir sebagai prioritas utama, sekaligus mengintegrasikan pendekatan sosial melalui pelibatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Rehabilitasi Mangrove sebagai Fondasi Adaptasi

Salah satu fokus utama pada fase awal implementasi program adalah penanaman mangrove sebagai langkah rehabilitasi ekosistem. Sejak November 2025 hingga April 2026, sebanyak 18.300 bibit mangrove telah ditanam di kawasan pesisir Jakarta. Kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga disertai dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala untuk memastikan efektivitas rehabilitasi.

Langkah ini menjadi penting mengingat kondisi kualitas lingkungan Jakarta yang masih berada di bawah rata-rata nasional. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) DKI Jakarta pada 2024 tercatat sebesar 56,39, jauh di bawah angka nasional yang mencapai 73,53. Data tersebut menempatkan Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan kualitas lingkungan terendah di Indonesia. Dalam situasi ini, mangrove berperan sebagai pelindung alami yang mampu mengurangi dampak abrasi, meredam gelombang pasang, serta meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim.

Lingkungan dan Perlindungan Anak

Program MARVELJAK juga menyoroti hubungan langsung antara kondisi lingkungan dan kesejahteraan anak. Johny Noya, Zone Program Manager Jawa dan Sumatera WVI, menegaskan bahwa isu lingkungan pesisir tidak dapat dipisahkan dari aspek perlindungan anak.

Ia menyatakan, “Lingkungan yang rusak akan langsung memengaruhi kesehatan, rasa aman, dan kualitas tumbuh kembang anak. Ketika banjir rob terjadi berulang dan ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak, baik secara fisik maupun psikososial. Untuk itu, Program MARVELJAK hadir untuk memastikan upaya adaptasi dan pemulihan lingkungan berjalan secara berkelanjutan guna memenuhi hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dampak krisis iklim tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga sosial. Anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir menghadapi risiko yang lebih tinggi, mulai dari gangguan kesehatan hingga tekanan psikososial akibat kondisi lingkungan yang tidak stabil. Oleh karena itu, pendekatan yang mengintegrasikan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam desain program ini.

Generasi Muda Ikut Berperan

Selain rehabilitasi fisik, MARVELJAK juga mengedepankan pendekatan edukasi melalui pelibatan langsung generasi muda. Dalam salah satu kegiatannya, program ini mengundang 100 siswa SMP dan SMA yang tergabung dalam Forum Anak di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengikuti kegiatan edukasi mangrove bertajuk “Kenali, Cintai, Lestarikan: Mangrove untuk Masa Depan” di Hutan Lindung Angke Kapuk.

Kegiatan ini dirancang dengan metode partisipatif yang menggabungkan pembelajaran interaktif, observasi lapangan, serta praktik langsung penanaman mangrove. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai fungsi ekologis mangrove, tetapi juga memahami keterkaitan antara keberlanjutan lingkungan dan masa depan mereka. Pelibatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran sejak dini sekaligus mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.

baca juga

Kolaborasi untuk Keberlanjutan

Pelaksanaan MARVELJAK mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kemitraan antara Wahana Visi Indonesia, Mitsubishi Motors STEP funds, dan Mitsubishi Motors Corporation menjadi contoh bagaimana sektor non-pemerintah dan swasta dapat berkontribusi dalam upaya pemulihan lingkungan.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan komitmen jangka panjang. Dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi, program ini berupaya menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap lingkungan pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan komunitas sekaligus memastikan bahwa anak-anak di Jakarta memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang lebih aman dan sehat di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berlangsung.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.