mengenal aspal buton emas hitam sulawesi tenggara penopang infrastruktur nasional - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Aspal Buton, Emas Hitam Sulawesi Tenggara Penopang Infrastruktur Nasional

Mengenal Aspal Buton, Emas Hitam Sulawesi Tenggara Penopang Infrastruktur Nasional
images info

Mengenal Aspal Buton, Emas Hitam Sulawesi Tenggara Penopang Infrastruktur Nasional


Apakah Kawan GNFI tahu kalau Indonesia memiliki aspal yang tergolong langka di dunia?

Aspal Buton atau Asbuton merupakan material aspal alam yang terkandung dalam batuan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki endapan aspal alam dalam skala masif.

Secara historis, potensi komersialnya telah diidentifikasi sejak era kolonial melalui perusahaan Buton Asphalt pada 1925, sebelum akhirnya dikelola oleh badan usaha negara untuk mendukung proyek jalan nasional mulai dekade 1970-an.

Cadangan Asbuton diperkirakan mencapai 663 juta ton yang tersebar di enam blok utama, yakni Rongi, Kabungka, Lawele, Epe, Rota, dan Mandullah. Dengan kadar bitumen rata-rata sekitar 20 persen, deposit ini setara dengan lebih dari 130 juta ton aspal murni.

Nilai strategis Asbuton terletak pada statusnya sebagai sumber daya langka yang dapat menjadi keunggulan komparatif Indonesia dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur jangka panjang tanpa ketergantungan penuh pada aspal minyak bumi.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat kebutuhan aspal nasional mencapai 1,1 juta ton per tahun dan diproyeksikan terus naik hingga 1,5 juta ton. Saat ini, skema kebijakan diarahkan pada penggunaan Asbuton sebesar 30 persen atau A30 dalam setiap proyek jalan guna mengoptimalkan serapan material lokal tersebut.

 

Varian Produk Olahan dan Spesifikasi Teknis

Dalam industri konstruksi, Asbuton tidak lagi digunakan dalam bentuk batuan bongkahan mentah, melainkan diproses menjadi beberapa varian produk olahan dengan spesifikasi teknis tertentu. Jenis-jenis Asbuton olahan ini dirancang untuk memenuhi berbagai standar beban jalan dan metode penghamparan:

  • Asbuton B 5/20 dan B 50/30: Produk ini diproses melalui granulasi menjadi butiran. B 5/20 memiliki penetrasi rendah dan digunakan sebagai additive untuk meningkatkan mutu campuran beraspal panas (hot mix). Sementara B 50/30 berfungsi sebagai substitusi aspal minyak Pen 60/70.

  • Asbuton Pracampur: Memiliki tingkat kemurnian di atas 90 persen. Produk ini dapat langsung digunakan di ketel Asphalt Mixing Plant (AMP) karena kualitasnya sudah setara dengan aspal modifikasi.

  • CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton): Merupakan campuran dingin yang bisa langsung dihamparkan pada suhu ruang. CPHMA menjadi solusi efisien untuk penambalan lubang (patching) atau pembangunan jalan di wilayah pelosok yang jauh dari lokasi pabrik AMP.

  • Pemanfaatan Asbuton olahan ini juga memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi, yakni di rentang 78,28 persen hingga 86,49 persen, menjadikannya komponen utama dalam program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

     

    Penerapan Asbuton untuk Konstruksi Nasional

    Pemanfaatan Asbuton secara masif diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan melalui penghematan devisa negara.

    Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan aspal nasional masih dipenuhi melalui impor aspal minyak. Dengan melakukan substitusi ke Asbuton, pemerintah menargetkan penghematan devisa hingga Rp4,08 triliun per tahun serta tambahan penerimaan pajak domestik sekitar Rp1,6 triliun.

    Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa optimalisasi Asbuton adalah penguatan rantai pasok domestik. Selain penghematan anggaran belanja material, pengembangan industri pengolahan di Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diperkirakan menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp23 triliun.

    Secara operasional, modifikasi pada fasilitas produksi aspal yang ada di lapangan tidak memerlukan perubahan besar untuk beralih ke material Asbuton.

    Target kebijakan saat ini tertuju pada penyelesaian harmonisasi regulasi untuk memastikan penggunaan Asbuton berjalan sesuai standar teknis dan didukung oleh payung hukum yang kuat bagi para pelaku usaha di sektor infrastruktur.

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

    MF
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.